بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Diantara sebab utama setelah taufik dari Allah Subhanahu wata’ala sehingga agama ini tersebar diseluruh penjuru dunia adalah ketika Rasulullah menyebarkan agama ini dengan akhlak dan budi pekerti yang luhur yang dengannya Allah Subhanahu wata’ala memuji beliau didalam al-Qur’an, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung“. (QS. Al-Qalam :4).

Dalam ayat yang lain:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya“. (QS. Ali-Imran : 159).

Inilah akhlak dan budi pekerti yang dimiliki oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan inilah yang hendaknya kita jadikan sebagai contoh dan teladan dalam kehidupan kita, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah“. (QS. Al Ahzab: 21).

Akhlak yang mulia sebagaimana yang disebutkan oleh para ulama kita memiliki 3 ciri diantaranya adalah:

  1. Seseorang yang berusaha memberikan manfaat sebanyak – banyaknya kepada kaum muslimin dimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan dalam hadistnya:

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”. (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’no:3289). Dan juga yang memiliki sifat tawadhu yang bisa menerima dan diterima oleh orang lain. Kita berusaha memberikan manfaat kepada saudara – saudara kita baik dengan kelebihan harta, tenaga, fikiran yang Allah berikan kepada kita, atau minimal dengan akhlak dan budi pekerti yang luhur kepada saudara – saudara kita, Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu“. (HR at-Tirmidzi (no. 1956), Ibnu Hibban (no. 474 dan 529) dll, dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, dan dinyatakan hasan oleh at-Tirmidzi dan syaikh al-Albani dalam “ash-Shahihah” (no. 572).

  1. Berusaha untuk menahan tangan dan lisan  untuk mengganggu saudara – saudara kita yang lain sebagaimana dalam hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

المسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ , و المهاجِرَ مَنْ هَجَرَ مَا نهَى اللهُ عَنْهُ

“Yang disebut dengan muslim sejati adalah orang yang selamat orang muslim lainnya dari lisan dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang berhijrah dari perkara yang dilarang oleh Allah”. (HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 40).

  1. Bersabar dari gangguan orang lain karena diantara sifat orang – orang yang beriman yang disebutkan didalam Al-Qur’an. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan“. (QS. Al-Furqan 63).

Akhlak yang seperti ini hanya dimiliki oleh orang – orang yang berjiwa besar sebagaimana yang disebutkan didalam Al-Qur’an:

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ (34) وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ (35)

Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar”. (QS. Fushilat: 34-35).
Akhlak dan budi pekerti yang luhur yang kita perlihatkan itu bisa menjadi teman yang akrab walaupun dahulunya adalah musuh, oleh karenanya orang – orang yang beriman dan berlapang dada senantiasa  bersabar dan berusaha menekan hawa nafsunya dari gangguan orang lain karena ia lebih mengutamakan kehidupan akhirat dan menginginkan pahala yang besar disisi Allah Subhanahu wata’ala.

Dengan akhlak yang mulia seperti ini maka seseorang akan mendapatkan kedudukan yang tinggi disisi Allah Subhanahu wata’ala bahkan ia akan mendapatkan kedudukan yang dekat dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, Rasulullah menyebutkan dalam hadist:”Sesungguhnya dengan akhlak terpujinya seseorang akan bisa mencapai derajat orang yang senantiasa bangun sholat malam dan berpuasa pada siang hari”. (HR.Tirmidzi).

Semoga Allah memberikan kepada kita akhlak dan budi pekerti mulia sebagaimana doa yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam:

اَلَّهُمَّ ا هْدِ نِيْ لِأَ حْسَنِ الأَ خْلاَ قِ، فَاِ نّهُ لاَ يَهْدِ يْ لِأَ حْسَنِهَا اِلاَّ أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّيْ سَيِّئَهَا لَا يَسْرِفُ عَنِّىْ سَيِّئَهَا اِلَّا اَنْتَ

(Ya Allah) Berilah aku petunjuk kepada akhlak yang baik, karena tidak ada yang dapat memberikan petunjuk kepada akhlak yang baik kecuali Engkau, dan palingkanlah dariku keburukan, karena tidak ada yang dapat memalingkan keburukan kecuali Engkau“. (HR. Muslim 771, Abu Dawud 760, Tirmidzi 3419).

Dialah Allah Subhanahu wata’ala yang menuntun hati –hati kita dan memberikan petunjuk ke jalan yang lurus dan semoga Allah Subhanahu wata’ala mengaruniakan hal tersebut kepada kita, InsyaAllah.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Senin, 29 Rabiul Awal 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR