بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Qiyamullail adalah amalan orang – orang sholeh sebelum kita, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِيْنَ قَبْلَكُمْ وَهُوَ قُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ وَمُكَفِّرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَنْهَاةٌ عَنِ الإِثْمِ

Hendaklah kalian melaksanakan qiyamul lail (shalat malam) karena shalat malam adalah kebiasaan orang sholih sebelum kalian dan membuat kalian lebih dekat pada Allah. Shalat malam dapat menghapuskan kesalahan dan dosa”.

Sholat lail adalah sholat yang sangat ditekankan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam  bahkan termasuk sholat sunnah yang paling afdhal setelah sholat 5 waktu (Wajib), Rasulullah mewasiatkan sholat lail ketika pertama kali beliau tiba dimadinah setelah peristiwa hijrah dari makkah, sebagaimana disebutkan dalam hadist:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ سَلَامٍ قَالَ: لَمَّا قَدِمَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِيْنَةَ ، اِنْجَفَلَ النَّاسُ إِلَيْهِ ، وَقِيْلَ : قَدِمَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَجِئْتُ فِي النَّاسِ لِأَنْظُرَ إِلَيْهِ ، فَلَمَّا اسْتَبَنْتُ وَجْهَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَرَفْتُ أَنَّ وَجْهَهُ لَيْسَ بِوَجْهٍ كَذَّابٍ ، فَكَانَ أَوَّلَ شَيْءٍ تَكَلَّمَ بِهِ أَنْ قَالَ: (( يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، أَفْشُوْا السَّلَامَ ، وَأَطْعِمُوْا الطَّعَامَ ، وَصِلُوْا الْأَرْحَامَ ، وَصَلُّوْا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ ، تَدْخُلُوْا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ )).

Dari ‘Abdullah bin Salam, ia berkata:“Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam datang ke Madinah, orang-orang segera pergi menuju beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam (karena ingin melihatnya). Ada yang mengatakan: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah datang, lalu aku mendatanginya ditengah kerumunan banyak orang untuk melihatnya. Ketika aku melihat wajah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam , aku mengetahui bahwa wajahnya bukanlah wajah pembohong. Dan yang pertama kali beliau ucapkan adalah, ‘Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikan makan, sambunglah silaturrahim, shalatlah di waktu malam ketika orang-orang tertidur, niscaya kalian akan masuk Surga dengan selamat“. (HR. At-Tirmidzi (no. 2485); ad-Darimi (I/340); Ibnu Majah (no. 1334 dan 3251).

Diantara yang dapat membantu kita agar bisa mengerjakan sholat lail:
  1. Perbanyak doa kepada Allah Subhanahu wata’ala

Amalan sholeh sekecil apapun kita tidak mampu mampu untuk mengerjakannya melainkan taufik dan izin dari Allah Subhanahu wata’ala, Rasulullah pernah berpesan kepada sahabat yang mulia Muadz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu, belaiu berkata:

« يَا مُعَاذُ وَاللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ وَاللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ ». فَقَالَ « أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لاَ تَدَعَنَّ فِى دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ تَقُولُ اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ »

Wahai Mu’adz, demi Allah, sungguh aku mencintaimu. Demi Allah, aku mencintaimu.” Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku menasehatkan kepadamu wahai Mu’adz, janganlah engkau tinggalkan di setiap akhir shalat bacaan “Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik“, (Ya Allah tolonglah aku untuk berdzikir dan bersyukur serta beribadah yang baik pada-Mu)”.

Jadi yang pertama yang harus dilakukan adalah berdoa kepada Allah Subhanahu wata’ala agar Allah memberikan kita kemudahan dan taufik untuk melakukan Qiyamullail.

  1. Perkara yang paling menghalangi seseorang dari sebuah ibadah adalah maksiat, oleh karenanya berusahalah untuk menjauhi maksiat kepada Allah Subhanahu wata’ala. Salah seorang salaf pernah tidak melaksanakan sholat Qiyamullail kurang lebih sebulan, ia kemudian berkata:“Demi Allah ini disebabkan karena dosa yang pernah saya lakukan 40 tahun yang lalu”. Dosa sangat mempengaruhi kehidupan seseorang, membuat seseorang malas melakukan ketaatan, malas mengerjakan ibadah, malas beraktifitas  karena motor penggerak dari seluruh tubuh kita adalah hati yang ada di dalam tubuh dan ketika hati kotor dengan dosa dan maksiat maka bisa menjadi sebab seseorang itu malas untuk melakukan ibadah kepada Allah Subhanahu wata’ala, oleh karenanya sebelum tidur hendaklah kita kembali memperbaharui keimanan kita kepada Allah dan perbanyak istighfar sebagaimana wasiat sahabat yang mulia yang bernama Al Bara bin Azib Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda beliau berkata:

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ ، ثُمَّ قُلْ : اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ ، اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ ؛ فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ فَأَنْتَ عَلَى الْفِطْرَةِ ، وَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَتَكَلَّمُ بِهِ

“Apabila engkau hendak tidur, berwudhulah sebagaimana wudhu ketika hendak shalat. Kemudian berbaringlah miring ke kanan, dan bacalah

اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ ، اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

“Ya Allah, aku tundukkan wajahku kepada-Mu, aku pasrahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu, karena rasa takut dan penuh harap kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari hukuman-Mu kecuali kepada-Mu. Ya Allah, aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan, dan kepada nabi-Mu yang telah Engkau utus…”, Jika kamu mati di malam itu, kamu mati dalam keadaan fitrah. Jadikanlah doa itu, sebagai kalimat terakhir yang engkau ucapkan sebelum tidur”. (HR. Bukhari 247 danMuslim 2710).

Jadi sebelum kita tidur kita bersihkan terlebih dahulu diri kita dari dosa karena ketika kita tidur dalam keadaan bersih maka itu akan menjadi penolong bagi kita untuk melakukan ketaatan seperti Qiyamullail.

  1. Memiliki tekad yang kuat untuk mengerjakan Qiyamullail dimulai dengan niat yang jujur dan andaikan kita tidak terbangun dengan niat itu maka telah dihitung sebagai pahala Qiyamullail insyaAllah, dan jika kita berat untuk mengerjakannya diakhir malam maka bisa kita lakukan di awal malam dan Allah Subhanahu wata’ala maha tahu akan keadaan hamba- hambanya, Allah Subhanahu wata’ala berfirman didalam Al-Qur’an:

إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَىٰ مِنْ ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِنَ الَّذِينَ مَعَكَ ۚ وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ ۚ عَلِمَ أَنْ لَنْ تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۖ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ ۚ عَلِمَ أَنْ سَيَكُونُ مِنْكُمْ مَرْضَىٰ ۙ وَآخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي الْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ ۙ وَآخَرُونَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ ۚ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا ۚ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang“. (QS. Al-Muzzammil : 20).

Jadi disini Allah mengetahui ada hambanya yang melakukan Qiyamullail sepanjang malam ada yang seperdua dan ada yang sepertiganya dan ada yang sesuai dengan kemampuan hambanya dan juga ayat ini menunjukkan bahwa bolehnya membaca ayat dari Al-Qur’an yang menurut kita mudah untuk dibaca dalam sholat lail.

Jadi jika tidak mampu bangun diakhir malam maka lakukan diawal malam sebagaimana Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: [1] berpuasa tiga hari setiap bulannya, [2] mengerjakan shalat Dhuha, [3] mengerjakan shalat witir sebelum tidur”. (HR. Bukhari no. 1178).

ini diantara amalan Qiyamullail yaitu sholat witir sebelum tidur dan inipula yang dikerjakan oleh Abu Bakar as Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu beliau membiasakan mengerjakan sholat witir sebelum tidur adapun Umar Radhiyallahu ‘anhu beliau membiasakan sholat witir diakhir malam. Adapun yang dilakukan diakhir malam tentu lebih afdhal dibanding dengan diawal malam karena keutamaan waktu sepertiga malam terakhir Allah Subhanahu wata’ala turun ke langit dunia, Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يَتَنَزَّلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ ، مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ ، وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata: ‘Siapa yang berdoa pada-Ku, aku akan memperkenankan doanya. Siapa yang meminta pada-Ku, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti akan Kuampuni”. (HR. Bukhari no. 6321 dan Muslim no. 758).

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

 قُمِ اللَّيْلَ إِلا قَلِيلا (٢) نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلا (٣) أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلا (٤

Bangunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil, (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu. Atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan“. (QS. Muzzammil : 2-4).

Jadi orang yang mengerjakan sholat diakhir malam lebih afdhal tetapi untuk kehati-hatian  dan khawatir tidak bisa bangun diakhir malam maka sholatlah diawal malam dan ketika pun terbangun diakhir malam maka tidak mengapa kita kembali melakukan Qiyamullail dan memperbanyak doa didalamnya.

4. Tips yang lain saling bertaawun (tolong menolong) seperti seseorang kepada saudaranya yang lain atau suami kepada istrinya dan ini adalah taawun yang sangat diridhai oleh Allah sebagaimana dalam hadist, Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia menuturkan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

رَحِمَ اللهُ رَجُـلاً، قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى، وَأَيْقَظَ اِمْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ، فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِيْ وَجْهِهَا الْمَاءَ، وَرَحِمَ اللهُ اِمْرَأَةً، قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ، وَ أَيْقَظَتْ زَوْجَهَا، فَإِنْ أَبَى نَضَحَتْ فِيْ وَجْهِهِ الْمَاءَ.

Semoga Allah merahmati seorang suami yang bangun di waktu malam lalu shalat dan ia pun membangunkan isterinya lalu sang istri juga shalat. Bila istri tidak mau bangun ia percikkan air ke wajahnya. Semoga Allah merahmati seorang isteri yang bangun di waktu malam lalu ia shalat dan ia pun membangunkan suaminya. Bila si suami enggan untuk bangun ia pun memercikkan air ke wajahnya“. (HR. Abu Dawud dalam kitab ash-Shalaah, bab Qiyaamul Lail, (hadits no. 1308)).

Dalam hadist yang lain, Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu ia menuturkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنِ اسْتَيْقَظَ مِنَ اللَّيْلِ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ فَصَلَّيَا رَكْعَتَيْنِ جَمِيْعًا، كُتِبَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ اللهَ كَثِيْرًا وَالذَّاكِرَاتِ

Barangsiapa yang bangun di waktu malam dan ia pun membangunkan isterinya lalu mereka shalat bersama dua raka’at, maka keduanya akan dicatat termasuk kaum laki-laki dan wanita yang banyak berdzikir kepada Allah“. (HR. Abu Dawud dalam kitab ash-Shalaah, bab al-Hatstsu ‘ala Qiyaamil Lail, (hadits no. 1451)).

Inilah yang dilakukan Oleh Rasulullah dimana ketika beliau Qiyamullail disepanjang malam ketika telah dekat waktu subuh beliau membangunkan istrinya ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, keluarganya Fatimah, Ali bin Abi Thalib  untuk menunaikan sholat lail.

5. Menggunakan jam weaker atau nada dering handphone yang berfungsi membangunkan ketika tiba akhir malam.

6. Hindari begadang dimalam hari dan hendaklah tidur diawal waktu sebagaimana petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا

Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat isya dan ngobrol setelah isya“. (HR. Bukhari 568, Muslim 1496, dan yang lainnya).

Jadi disunnahkan cepat tidur agar bangun diakhir malam dan ketika telah bangun diakhir malam maka segera bangkit dari pembaringan, kemudian berwudhu karena Rasulullah mengabarkan bahwasanya setiap harinya syaithan mengikat manusia dengan 3 ikatan sehingga ketika seseorang terbangun dari tidurnya maka terbuka ikatan pertama dan ketika ia berwuduh terbuka ikatan yang kedua dan ketika ia Qiyam maka terbuka semua ikatan pada tubuhnya sehingga ia akan merasakan kesegaran pada tubuhnya.

7. Perkara yang lain yang lebih penting agar kita giat untuk melakukan Qiyamullail adalah dengan membaca keutamaan – keutamaannya karena dengan mengetahui keutamaan suatu ibadah maka kita akan semangat untuk mengerjakannya insyaAllah.

Inilah beberapa tips yang bisa kita lakukan agar kita mudah bangun untuk mengerjakan sholat Qiyamullail,.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Jumat, 26 Rabiul Awal 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

 

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR