بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Para sahabat Rasulullah adalah generasi pilihan, berkata sahabat Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu:

Barangsiapa yang ingin mengambil contoh atau petunjuk maka hendaknya ia menjadikan orang –orang yang telah meninggal dunia sebagai qudwah dan contoh bagi mereka, mereka adalah sahabat – sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang dalam ilmunya dan orang yang suci hatinya dan tidak memberat – beratkan diri didalam beribadah, mereka mengikuti contoh dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka adalah Sahabat- sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang menemani beliau didalam berdakwah menyampaikan risalah dari Allah Subhanahu wata’ala maka kenalilah keutamaan mereka”,

Mereka adalah generasi yang terdahulu mendahului orang  – orang setelahnya dalam mengamalkan Al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wata’ala kepada rasulnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, diantara contohnya ketika Allah Subhanahu wata’ala menurunkan firmannya :

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Al-Baqarah: 284).

Para sahabat tidak sekedar membaca ayat – ayat yang diturunkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam namun ketika mereka membaca ayat mereka merasakan dalam diri mereka seruan untuk menunaikan perintah – perintah yang ada didalam Al-Qur’an dan menjauhi larangan – larangan Allah Subhanahu wata’ala, sehingga ayat diatas ketika turun yang maknanya:

Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu”, hal itu memberatkan para sahabat mereka kemudian beramai – ramai datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka menganggap ayat tersebut sangatlah memberatkan karena mereka tidak mampu mengendalikan bisikan – bisikan yang ada didalam jiwa mereka, seakan- akan mereka mengatakan:”Ya Rasulullah, andaikan seluruh bisikan – bisikan hati kita dihisab dihadapan Allah Subhanahu wata’ala maka tidak ada seorang pun yang akan selamat dihadapan Allah Subhanahu wata’ala”.

Rasulullah memberikan pelajaran yang berharga kepada para sahabat bagaimana bersikap dan beradab kepada Al-Qur’an dengan ayat – ayat yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wata’ala berupa perintah dan larangan, beliau mengatakan:”Maukah kalian seperti yahudi yang ketika diturunkan ayat mereka  mengatakan:”Sami’na wa Ashaina (Kami mendengar dan kami tidak mengikuti ayat tersebut) bahkan katakanlah:”Sami’na wa atho’na (kami dengar dan kami mentaatinya)” hal itu kemudian diikuti oleh para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mereka langsung mengatakan:”Sami’na wa Atho’na”.

Allah Subhanahu wata’ala menurunkan ayat berikutnya yang berisi pujian kepada sahabat – sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, Allah berfirman:

آَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آَمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ (285) لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (286)

Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan):”Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa):”Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa):“Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (QS. Al-Baqarah: 285-286)

Ayat ini sekaligus pujian kepada para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan Allah Subhanahu wata’ala yang maha pemurah kemudian menurunkan ayat berikutnya yang menghapuskan ayat sebelumnya dimana Allah Subhanahu wata’ala memaafkan bisikan jiwa yang ada didalam dada dan hati seorang hamba selama ia belum mengeluarkan dalam bentuk perkataan dan dalam bentuk amalan perbuatan.

Semoga kita termasuk orang – orang yang mengikuti generasi salaf yang senantiasa tunduk dan patuh kepada perintah Allah Subhanahu wata’ala lewat Al-Qur’an dan lisan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Rabu, 03 Rabiul Awal 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR