Menjadi guru memberikan kemuliaan, hanya yang berprofesi sebagai guru yang bisa mendapatkan kemuliaan itu. Jika kita memahaminya tentu kita ingin menjadi guru, menjadi guru seperti nabi dan para salafus shaleh. Sangat banyak keutamaan menjadi guru yang dijelaskan di dalam Al Qur’an maupun hadits nabi. Diantaranya adalah seseorang yang bekerja sebagai guru berarti mengikuti jalan hidup manusia yang mulia yaitu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman didalam surah Ali Imran ayat 164

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata”.

Seorang guru merupakan pionir perubahan, merubah kondisi manusia sekaligus mengangkat derajat mereka sampai pada puncak kemuliaannya, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman didalam surah Ali Imran ayat 110

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah

Seorang guru akan mendapatkan balasan yang sangat besar dari Allah yaitu pahala yang tidak terbatas, didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.(HR. Muslim).

Seorang guru akan senantiasa mendapatkan pahala yang tidak terputus karena ilmu yang diajarkan, Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh”.(HR. Muslim)

Seorang guru yang mengajarkan Al Qur’an akan mendapat predikat “Manusia Terbaik” disisi Allah, dalam hadits yang diriwayatkan oleh sahabat yang mulia Utsman Radhiallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ» رواه البخاري

Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al Quran dan mengajarkannya.” (HR.Bukhari).

Masih banyak lagi keutamaan seorang guru didalam syariat islam, semoga Allah senantiasa menjaga dan memberikan keberkahan kepada setiap guru yang menghabiskan waktunya untuk mendidik manusia dengan ilmu kepada jalan Allah dan semoga Allah berkenan memasukkannya kedalam syurga Firdaus.

Dengan berbagai kemuliaan guru saya ingin mengatakan bahwa “Aku Ingin Menjadi Guru Seperti Nabi.

Ya Rabb Bimbinglah Kami

Zulqadri Ramadhan, S.Pd.
(Manajer Kuttab Imam Malik)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR