بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

  1. Al-Qur’an Akhlak Rasulullah

Jika ingin melihat kedahsyatan Al-Qur’an maka lihatlah kondisi dan keadaan kita sekarang ini dimana kita merasakan betapa mulia dan indahnya islam yang mengajarkan kedamaian, bahkan islam masuk ke Indonesia bukan dengan kekerasan dan pemaksaan, dan kita tidak dianjurkan untuk mengajak manusia masuk islam dengan cara pemaksaan sebagaimana dalam firman Allah Subhanahu wata’ala :

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui“. (QS. Al -Baqarah : 256)

Bahkan Allah Subhanahu wata’ala menyebutkan dalam Al-Qur’an:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya“. (QS. Ali Imran : 159)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berdakwah dengan akhlak yang mulia sebagaimana pujian Allah kepada beliau didalam Al-Qur’an:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung“. (QS. Al Qalam :04)

Suatu ketika Aisyah Radhiyallahu ‘anha pernah ditanya:”Bagaimana akhlak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, wahai Aisyah”. Aisyah Radhiyallahu ‘anha menjawab:”Akhlaknya beliau adalah Al-Qur’an“.

2. Allah Jaga Al-Qur’an Sampai Hari kiamat

Wahyu yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wata’ala kepada beliau yang mendapatkan jaminan untuk dijaga sampai hari kiamat tidak ada kebatilan yang bisa mendatanginya atau yang mampu mengubahnya baik dari depan maupun dari belakang yang diturunkan oleh Allah Subahnahu wata’ala kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya“. (QS. Al Hijr :9).

3. Allah Menantang Jin Dan Manusia

Didalam Al-Qur’an yang terdapat dalam beberapa surah, Allah Subhanahu wata’ala menantang siapapun dari kalangan jin dan dari kalangan manusia untuk mendatangkan yang semisal dengan Al-Qur’an namun sampai detik ini tidak ada yang mampu mendatangkan yang semisal dengan Al-Qur’an:

قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

Katakanlah:“Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”.(QS. Al- Isra : 88).

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ﴿١٣﴾فَإِلَّمْ يَسْتَجِيبُوا لَكُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّمَا أُنْزِلَ بِعِلْمِ اللَّهِ وَأَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Bahkan mereka mengatakan: “Muhammad telah membuat-buat al-Qur’an itu!” Katakanlah, “(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat yang dibuat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allâh, jika kamu memang orang-orang yang benar”. Jika mereka (yang kamu seru itu) tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu, maka ketahuilah, sesungguhnya al-Qur’an itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan yang haq selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?“. (QS. Hud : 13-14).

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِين ﴿٢٣﴾فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

“Jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal al-Qur’ân itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allâh, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya), dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, (neraka itu) telah disediakan bagi orang-orang kafir”. (QS. Al Baqarah: 23-24).

Hal ini pernah dicoba oleh seseorang yang mengaku nabi yang bernama muzailamah al kadzab, pada waktu itu Amr bin Ash yang belum masuk islam berteman dengan Muzailamah al kadzab ketika diturunkan wahyu kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam Amr bin Ash menyampaikan kepada Muzailamah:”Ya Muzailamah telah turun wahyu kepada Muhammad dalam surah Al-Ashr”, kata Muzailamah semalam saya juga mendapatkan wahyu yang berbunyi:”يَا وَبْرُ – يَا وَبْرُ – إِنَّمَا أَنْتَ أُذُنَانِ وَصَدْرٌ – وَسَائِرُكَ حَفْرٌ نَقَرٌ , artinya:”Wahai marmut, wahai marmut, Sesungguhnya engkau mempunyai dua telinga dan dada. Dan seluruh jenismu suka menggali dan melubangi”. Setelah mendengar Amr bin Ash berkata:”Demi Allah, sesungguhnya engkau pasti tahu bahwa sesungguhnya aku mengetahui kamu adalah pendusta”.

Al-Qur’an adalah nikmat yang besar yang Allah Subhanahu wata’ala berikan kepada kita yang diturunkan  kepada sebaik baik rasul pada sebaik baik ummat yaitu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kitab yang penuh dengan mujizat yang kekal sampai pada hari kiamat, kitab diberikan oleh Allah kepada Nabi dan Rasul untuk memperkuat risalah mereka. Semua Nabi dan Rasul telah meninggal tidak lagi memiliki mujizat adapun Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam memiliki mujizat walaupun beliau telah meninggal dunia itulah Al-Qur’an yang kita baca hari ini dan dijaga oleh Allah Subhanahu wata’ala sampai hari kiamat

Dan diantara cara Allah Subhanahu wata’ala menjaga kitabnya yaitu menjadikan orang – orang yang dipilih oleh Allah Subhanahu wata’ala untuk menghafalkan Al-Qur’an tersebut, Allah Subhanahu wata’ala berfirman didalam Al-Qur’an:

بَلْ هُوَ آَيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَمَا يَجْحَدُ بِآَيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ

Bahkan, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata, yang ada di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu”. (QS. al-Ankabut: 49).

Al-Qur’an adalah merupakan nikmat yang sangat besar yang kadang kita lalaikan padahal kita diperintahkan untuk bergembira dan berbahagia dengan Al-Qur’an, sebagaimana dalam firman Allah Subhanahu wata’ala didalam Al-Qur’an:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ  , يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan“.(QS. Yunus : 57-58)

Kita diperintakan untuk bergembira dengan keutamaan dari Allah, kata para ulama tafsir diutusnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan dengan rahmatnya diturunkannya Al-Qur’an. Ketahuilah tidak ada gunananya segala kemewahan dunia tatkala kita jauh dari Al-Qur’an begitupula ketika kita jauh dari Allah Subhanahu wata’ala, tidak ada gunanya pangkat, gelar, jabatan jika kita jauh dari Al-Qur’an karena sumber kebahagiaan yang hakiki adalah Al-Qur’an. Adapun kita yang dikaruniakan oleh Allah dengan Al-Qur’an pada hakekatnya kita telah memasukkan surga dalam hati-hati kita.

4. Rahasia Kebahagian Rumah Tangga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam,

Rumah tangga Rasulullah Shallalllau ‘alaihi wasallam adalah rumah tangga yang sangat sederhana, diantaranya adalah ketika beliau Qiyamullail dan hendak sujud beliau mencolek kaki Aisyah Radhiyallahu ‘annha agar Aisyah melipat kakinya karena tidak ada tempat bagi Rasulullah untuk sujud karena rumahnya sangat sempit dan ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bangkit, Aisyah kembali menjulurkan kakinya hal ini menunjukkan betapa sempitnya rumah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, dan terkadang berbulan bulan tidak ada yang dimasa dirumah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak ada asap dirumah Rasulullah karena tidak ada yang bisa dimasak. Namun rumah tangga beliau menjadi contoh bagi seluruh ummatnya dimana hal ini menunjukkan bahwa Rumah tangga Rasulullah adalah rumah tangga yang bahagia.

Umar Radhiyallahu ‘Anhu pernah menangis melihat Rasulullah tidur dengan beralaskan tikar dari pelepah kurma yang berbekas dipunggung beliau, Umar kemudian berkata:”Ya Rasulullah kaisar dan kisrah mereka adalah raja – raja orang kafir tinggal di istana mereka dengan segala kemewahan sedangkan anda ya Rasulullah manusia pilihan kekasih Allah dan anda hidup dengan kondisi dan keadaan seperti ini“, Rasulullah berkata:”Apakah engkau ragu wahai Umar tidakkah engkau ingin mereka mendapatkan dunia sedangkan kita mendapatkan akhirat”, Rumah tangga beliau sangat dipenuhi dengan kebahagian walaupun jauh dari kemewahan.

Apa penyebab kebahagian tersebut, Allah Subhanahu wata’ala telah menyebutkan dalam Al-Qur’an dalam surah Al Ahzab tentang kebahagian rumah tangga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:

وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلَىٰ فِي بُيُوتِكُنَّ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا

Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumah-rumah kamu (para istri Nabi) dari ayat-ayat Allah dan Hikmah (Sunnah Nabi). Sesungguhnya Allah adalah Maha lembut lagi Maha mengetahui”. (QS.Al-Ahzab :34).

Adapun zaman sekarang rumah tangga kaum muslimin didalamnya adalah berita dan sinetron  ditambah lagi dengan nyanyian yang diputar hingga terdengar ke rumah tetangga sebelah padahal malaikat rahmat  tidak masuk kedalam rumah yang didalamnya ada anjing apatahlagi jika di dalamnya adalah seruling – seruling syaithan.

Bacakan Al-Qur’an dalam rumah – rumah kita, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِى تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

Janganalah jadikan rumah kalian seperti kuburan karena setan itu lari dari rumah yang didalamnya dibacakan surat Al Baqarah.(HR. Muslim no. 1860). Hadist ini dipahami bahwa tidak boleh membaca Al-Qur’an dikuburan karena kuburan bukan sebagai tempat untuk membaca Al-Qur’an karena Rasulullah mengatakan:”Janganlah kalian menjadikan rumah – rumah kalian seperti kuburan“, perbedaan antara rumah dengan kubur adalah Al-Qur’an, jadi rumah yang didalamnya tidak dibacakan Al-Qur’an seperti kuburan dan kuburan bukan tempat membaca Al-Qur’an.

Ketahuilah bahwa kegelisahan, kegalauan, kerisahan, dan masalah itu dari syaithan, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

إِنَّمَا النَّجْوَىٰ مِنَ الشَّيْطَانِ لِيَحْزُنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَلَيْسَ بِضَارِّهِمْ شَيْئًا إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

“Sesungguhnya pembicaraan bisik-bisik itu hanyalah dorongan dari setan. Supaya menjadikan hati orang-orang beriman sedih. Padahal pembicaraan rahasia untuk menggunjing tidak akan merugikan orang-orang beriman sedikitpun, kecuali dengan kehendak Allah. Hanya kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakkal”.(QS. Al-Mujadilah: 10).

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, karena kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”. (QS. Ali Imran: 139).

5. Al-Qur’an Adalah Obat Penyakit 

Maka untuk mengobati segala kegelisahan, kerisauan, kegalauan dan masalah kedupan kita maupun kesedihan kita adalah dengan Al-Qur’an karena semua permasalahan manusia didunia ini jawabannya ada dalam Al-Qur’an dan Al-Qur’an adalah petunjuk hidup didunia dan diakhirat.

Allah Ta’ala berfirman:

{فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلا يَضِلُّ وَلا يَشْقَى}

Maka jika datang kepadamu (wahai manuia) petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, maka dia tidak akan tersesat dan tidak akan sengsara (dalam hidupnya)”. (QS Thaahaa: 123).

Obat sudah ada di tangan kita sekarang tinggal kembali kepada kita apakah kita mau menggunakannya dan itu adalah kewajiban atau kita membelakanginya dan itu merupakan sumber kesengsaraan didunia dan diakhirat yaitu kembali kepada Al-Qur’an dan orang yang berpaling dari Al-Qur’an telah dancam dalam Al-Qur’an itu sendiri, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta“. (QS.Thaha: 124).

قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنتُ بَصِيرًا قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنسَى

“Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan“. (QS. Thaha:125-126).

6. Perbanyak Interaksi Dengan Al-Qur’an 

Marilah kita keluar dari sempitnya kehidupan ini dengan Al-Qur’an, mari muhasabah diri kita sejauh mana interaksi kita dengan Al-Qur’an diantaranya adalah dengan banyak membaca Al-Qur’an jadikan Al-Qur’an sebagai bacaan wajib kita, sedikit tapi dirutunkan itu lebih baik dari pada banyak namun setelah itu  terputus. Mari membaca Al-Qur’an dengan mentadabburinya yang bisa kita mengamalkannya dalam kehidupan kita sehari hari.

Jangan berikan Al-Qur’an hanya untuk sisa-sisa waktu kita mari awali aktivitas kita dengan membaca Al-Qur’an terutama sebelum subuh dan membaca Al-Qur’an diwaktu malam.

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ  لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri”. (QS. Fathir: 29-30).

Wallahu A’lam Bish Showaab


Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Ahad, 24 Sya’ban 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR