mim.or.id, Palu Alhamdulillah, Kuttab Imam Malik (KIM) kembali menorehkan prestasi dalam cabang olahraga panahan. Setelah salah satu santri KIM, Muhammad Satrio yang berhasil meraih juara 1 dalam cabang panahan kategori anak-anak jarak target 10 meter dalam ajang Bupati Cup Sidrap dan Andi Untung Surapati, guru olahraga KIM yang berhasil naik podium tertinggi dalam Waadissalam Archery Camp Competition tahun lalu, kali ini rombongan Pasukan Pemanah Kuttab Imam Malik kembali menjuarai cabang olahraga ini dalam ajang “Walikota Cup Palu – Traditional Archery Festival”.

Tak tanggung, mereka meraih juara 1, juara 2 dan juara 3 dalam cabang panahan kategori umur dibawah 10 tahun jarak 10 meter dan juara 2 cabang panahan kategori umur 10 tahun jarak 15 meter. Tentunya ini menjadi suatu kesyukuran dan kebanggaan yang besar bagi Kuttab Imam Malik dan Keluarga Besar Markaz Imam Malik.

Juara Panahan Kategori dibawah Umur 10 Tahun Jarak 10 meter.

Juara 1 – Nabil Amrullah
Juara 2 – Nabil Syarief
Juara 3 – Mahfudz Subhan

Juara Panahan Kategori Umur 10 Tahun Jarak 15 meter.

Juara 2 – Nabil Amrullah

Kejuaraan panahan ini berlangsung di Hutan Kota Palu, Sabtu (14/03/2020) sampai dengan Ahad (15/03/2020). Pasukan Pemanah KIM bersaing dengan lebih 100 peserta dari seluruh perwakilan club se-Indonesia. Kejuaraan Walikota Cup Palu ini disaksikan langsung oleh Wakil Walikota Palu, Bapak Sigit Purnomo Syamsuddin Said.

Kepala Sekolah Kuttab Imam Malik, Dzulqanain sangat bersyukur dan bangga dengan pencapaian dari santri yang mengikuti lomba. Tak lupa beliau berterimakasih kepada Pemerintah Kota Makassar atas fasilitas yang telah diberikan kepada KIM.

“Kami Ucapkan terima kasih kepada Bapak Walikota Makassar dan Sekertaris Daerah Makassar atas fasilitas yang disiapkan dan seluruh pihak yang mendukung”, sebut beliau.

Andi Untung Surapati, guru olahraga Kuttab Imam Malik yang juga membersamai pasukan pemanah KIM mengungkapkan rasa syukur dan bahagia atas keberhasilan di lomba ini. “Alhamdulillah dengan izin Allah, ananda kita mampu bersaing dan meraih semua juara di kategori umur 10 tahun dan juara 2 di kategori umur 15 tahun“, syukurnya.

Guru asal Bone ini mengatakan pencapaian santri KIM yang luar biasa ini mampu bersaing dan mengalahkan pemanah-pemanah dari berbagai provinsi seperti Kalimantan.

“Semoga Kuttab Imam Malik menjadi wasilah melahirkan generasi sahabat yang mulia seperti Sa’ad bin Abi Waqqash”, sambungnya.

Sebagaimana yang diketahui, olahraga panahan menjadi salah satu olahraga rutin yang wajib diikuti oleh santri Kuttab Imam Malik setiap pekannya. (rdp)

BACA JUGA: Sekali Duduk, Santri Madrasah Imam Malik Tuntaskan 5 Juz Hafalan Qur’an

DOKUMENTASI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.