بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Pertanyaan

Saya punya tetangga rajin sholat, ikut kajian tapi suka begadang, ribut sampai mengganggu keluarga kami tidur sampai pagi, apa hukumnya ustadz:

Jawab:

Pernah ada orang datang kepada Nabi dia curhat dan mengeluh seperti ini,

ياَ رَسُوْلَ اللهِ ! إِنَّ فُلاَنَةَ تَقُوْمُ اللَّيْلَ وَتَصُوْمُ النَّهَارَ، وَتَفْعَلُ، وَتَصَدَّقُ، وَتُؤْذِيْ جِيْرَانَهَا بِلِسَانِهَا؟

’Wahai Rasulullah, si fulanah sering melaksanakan shalat di tengah malam dan berpuasa sunnah di siang hari. Dia juga berbuat baik dan bersedekah, tetapi lidahnya sering mengganggu tetangganya“. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab:

لاَ خَيْرَ فِيْهَا، هِيَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ

“Tidak ada kebaikan di dalam dirinya dan dia adalah penduduk neraka“. Para sahabat lalu berkata:

وَفُلاَنَةُ تُصَلِّي الْمَكْتُوْبَةَ، وَتُصْدِقُ بِأَثْوَارٍ ، وَلاَ تُؤْذِي أَحَداً؟

Terdapat wanita lain. Dia (hanya) melakukan shalat fardhu dan bersedekah dengan gandum, namun ia tidak mengganggu tetangganya“. Beliau bersabda:

هِيَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ

“Dia adalah dari penduduk surga“. (Shahih) Lihat Ash Shahihah (190) [89/121]

Rajin sholat, rajin puasa tetapi mengganggu tetangga tempatnya di neraka, maksudnya dia tidak langsung dimasukkan ke dalam surga akan tetapi dicuci terlebih dahulu di neraka. Oleh karena itu berhati – hatilah ketika hidup bertetangga karena ini berbahaya, bahkan siapa yang mengganggu tetangganya maka ia dilaknat apa yang ada dilangit sebelum yang dibumi melaknatnya, sebagaimana disebutkan dalam hadist berikut:

جَاءَ رَجُلٌ إلى النَّبِيِّ يَشْكُوْ جَارَهُ، قَالَ: اذْهَبْ فاصْبِرْ، فأتاهُ مَرَّتَيْنِ أوْ ثَلاَثًا، فَقَالَ: اذْهَبْ فاطْرَحْ مَتَاعَكَ في الطَّرِيْقِ، فَطَرَحَ مَتَاعَهُ في تاطِّرِيْقِ، فَجَعَلَ الناَسُ يَسْألُوْنَ فَسُخْبِرُهُمْ خَبَرُهُ، فَيَلْعَنُوْنَ ذلك الجَارَ المُسِيءَ – فَعَلَ الله بِهِ وَ فَعَلَ- كِنَيَةٌ عَنْ سَخَطِ النَّاسِ عَلَيْهِ، فَجَاءَ إلَيْهِ فَقَالَ: ارْجِعْ لاَ تَرَى مِنِّيْ شَيْءًا تَكْرَهُهُ

“Seorang laki-laki pernah datang kepada Nabi mengeluhkan tetangganya. Maka Rasulullah menasehatinya,”Pulanglah dan bersabarlah”. Lelaki itu kemudian mendatangi Nabi lagi sampai dua atau tiga kali, maka Beliau bersabda padanya,”Pulanglah dan lemparkanlah barang-barangmu ke jalan”. Maka lelaki itu pun melemparkan barang-barangnya ke jalan, sehingga orang-orang bertanya kepadanya, ia pun menceritakan keadaannya kepada mereka. Maka orang-orang pun melaknat tetangganya itu. Hingga tetangganya itu mendatanginya dan berkata,”Kembalikanlah barang-barangmu, engkau tidak akan melihat lagi sesuatu yang tidak engkau sukai dariku”. (HR Abu Daud no: 4486. Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu mengatakan hadits ini hasan).

Akhirnya tetangganya datang kepada Nabi dan berkata:”Ya Rasulullah suruh tetangga saya masukkan barang – barangnya ke dalam rumahnya, gara – gara dia saya dilaknat oleh manusia, Nabi berkata:”Sungguh yang dilangit telah melaknatmu sebelum yang dibumi melaknatmu“, oleh karena itu mari kita berbuat baik kepada tetangga karena ini adalah perintah dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Rabu, 17 Shafar 1441 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.