Seorang syekh tua itu telah menjadi sebab satu keluarga mendapatkan hidayah. Sebuah keluarga yang selama ini lalai dan menghabiskan sebagian besar waktunya di depan televisi untuk menonton tayangan-tayangan yang diharamkan dan serial cerita cinta yang penuh maksiat…

Mari kita simak bagaimana syekh tua itu menuturkan kisah keluarga tersebut:

Pada suatu hari di bulan Ramadhan, aku sedang tidur di mesjid setelah menunaikan shalat Zhuhur. Lalu dalam mimpiku, aku melihat seorang pria dari kerabatku telah meninggal dunia, yang sebelumnya tidak kuketahui bahwa di rumahnya ada televisi. Ia mendatangiku dan menendangku dengan kakinya hingga nyaris membuatku pingsan. Ia mengatakan: “Hai Fulan, pergilah menemui keluargaku dan katakan kepada mereka untuk mengeluarkan televisi dari rumahku!”

Aku melihat televisi itu di rumahnya tidak ubahnya seperti seekor anjing hitam –nau’dzu billah-. Aku pun terbangun dari tidurku dengan terengah-engah. Aku pun membaca ta’awudz kepada Allah, dan aku pun kembali tidur. Lalu aku kembali tidur, dan ia kembali datang menendangku dengan tendangan yang lebih keras dari sebelumnya. Ia mengatakan: “Bangun dan pergilah menemui keluargaku, lalu katakan pada mereka untuk mengeluarkan televisi dari rumahku dan jangan mereka menyebabkan aku disiksa karenanya!”

Aku pun kembali terbangun. Dan kali ini aku bertekad untuk segera bangun. Namun aku merasa begitu berat hingga aku pun kembali tidur. Dan untuk kali ketiga, ia kembali mendatangiku dan memukulku dengan pukulan yang lebih kuat dari yang pertama dan ketiga.

Ia mengatakan: “Wahai Fulan! Pergilah temui keluargaku dan katakan kepada mereka untuk segera membebaskan aku dari apa yang kualami saat ini! Semoga Allah pun membebaskanmu kelak…”

Aku pun kembali terbangun dari tidurku, dan akhirnya aku menyadari bahwa kejadian ini sangat serius. Maka ketika aku selesai mengerjakan shalat tarawih hari itu, aku pun pergi ke rumah kawanku itu –yang juga kerabatku-. Ketika aku masuk ke rumahnya, ternyata istri dan anak-anaknya sedang berkumpul menonton televisi. Mereka begitu larut dengan semua tontonan itu. Aku pun duduk. Ketika mereka melihatku, mereka bertanya penuh keheranan: “Apa yang mendorongmu datang ke sini pada jam segini, wahai Fulan? Tidak biasanya engkau melakukan ini…”

Aku katakan kepada mereka: “Aku datang ke mari untuk menanyakan satu hal kepada kalian, dan tolong kalian menjawabnya…Seandainya ada yang datang mengabarkan kepada kalian bahwa ayah kalian saat ini sedang di neraka Jahannam atau sedang disiksa di dalam kuburnya, apakah kalian rela dengan itu?”

Mereka menjawab: “Kami akan memberikan semua yang kami miliki demi keselamatan ayah kami dari siksa akhirat!”

Aku pun mengabarkan kepada mereka apa yang aku lihat dalam mimpiku; bagaimana kondisi ayah mereka di dalam kuburnya. Serta merta mereka tangisan mereka semua meledak…Hingga anak yang tertua berdiri dan menghancurkan televisi itu di hadapan semuanya sambil menyatakan taubatnya…

Setelah itu, aku melihatnya kembali di dalam tidurku dan ia berkata padaku: “Allah telah membebaskanku, semoga Allah pun membebaskanmu kelak…”

Semoga Allah memaafkan semua kesalahan kita…

 

***

Alih bahasa:
Muhammad Ihsan Zainuddin
Pembina http://KuliahIslamOnline.com
Sumber:  al-Mausu’ah al-Kubra li al-Qashash al-Mu’atstsirah li al-Fatayat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.