بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Dalam surah Fussilat pada ayat yang ke 30 Allah Subhanahu wata’ala menggambarkan kepada kita kondisi orang yang beriman ketika ia berada dalam keadaan sakratul maut (diambang kematian). Allah berfriman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:”Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS. Fussilat : 30).

Ia berusaha menjalankan segala perintah Allah, bersabar diatas ketaatan dan bersabar untuk menjauhi larangan Allah serta kemaksiatan maka turun kepadanya malaikat ketika ia berada dalam sakaratul maut untuk menghiburnya.

Malaikat maut datang didampingi oleh malaikat rahmah yang membawa kain kafan dari surga untuk menjemput orang yang beriman kepada Allah Subhanahu wata’ala, Allah Subhanhau wata’ala menggambarkan:

“Akan turun kepadanya malaikat dan malaikat itu berkata kepada orang tersebut (orang yang beriman yang selama hidupnya) menjaga aqidahnya dengan baik, yang selama hidupnya menjaga sholatnya dengan baik, yang selama hidupnya senantiasa melangkahkan kaki kerumah – rumah Allah, yang selama hidupnya rajin bersedekah dan berinfaq dijalan Allah, senang menyantuni fakir miskin dan anak yatim, selama hidupnya ia senantiasa berbuat baik kepada tetangganya, yang selama hidupnya ia senantiasa menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari kemunkaran, yang selama hidupnya ia senantiasa menekan hawa nafsunnya untuk ia tidak perturutkan, ia meninggalkan segala apa yang diharamkan oleh Allah, malaikat berkata kepadanya sedang dia dalan keadaan sakaratul maut:”Jangan takut”.

Penjelasan:”Jangan engkau takut dengan kematian yang ada di depan matamu dan jangan engkau bersedih dengan dunia yang akan engkau tinggalkan, istrimu yang akan menjadi janda, anakmu yang akan menjadi yatim, kemudian rumahmu, hartamu, kendaraanmu yang selama ini engkau kumpulkan harta untuk mendapatkannya, jangan engkau bersedih untuk meninggalkannya”. Secara tabi’ih manusia cinta kepada dunia sebagaimana firman Allah didalam Al-Qur’an:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”. (QS. Ali-‘Imran: 14).

dan bergembiralah dengan surga yang telah dipersiapkan oleh Allah Subhanhau wata’ala untuk mu”. coba kita bayangkan jika kita berada dalam posisi tersebut, kita berada dalam kondisi dan keadaan sakratul maut tiba – tiba datang malaikat menghampiri dengan wajah yang sangat tampan yang menyertai malaikat maut dengan membawa kain kafan dari surga kemudian berkata kepada kita pada saat kita menghadapi sakaratul maut:”Wahai anak sholeh hari ini engkau akan berjumpa dengan Allah jangan takut dengan kematian yang ada didepanmu jangan kahwatirkan keluarga yang engkau akan tinggalkan dan bergembiralah dengan surga yang Allah persiapkan untukmu”, jika kita yang mengalami demikian apakah kita masih mau tinggal didunia tentu orang yang beriman memilih untuk kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala, Malaikat maut berkata:”Wahai ruh yang baik keluarlah engkau dari jasad ini untuk mendapatkan kemuliaan, keridhaan dari Allah, Allah tidak akan murka kepadamu untuk selamanya”. Semoga Allah Subhanahu wata’ala memberikan kepada kita husnul khatimah.  

Allah berfirman didalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”. (QS. Ali-‘Imran: 102).

Kata para ulama:“Makna dari janganlah engkau mati kecuali dalam keadaan islam adalah siapa yang hidup dengan sesuatu maka ia akan dimatikan dengan sesuatu itu”,  siapa yang selama hidupnya mengisi dengan ketaatan maka ia akan dimatikan dalam ketaatan, dan siapa yang selama hidupnya mengisi dengan kemaksiatan dan kelalaian maka dikhawatirkan ia mati dalam kemaksiatan dan kelalaian.

Pengalaman pribadi kami pernah menyaksikan secara langsung kondisi kematian seseorang yang kecelakaan kemudian dia dibawa ke rumah sakit dan setelah kami tiba ditempat itu bersama dengan ayah kami, orang itu dalam keadaan sekarat kemudian ayah saya mentalqinkan ditelinganya:”Lailahaillallah“, karena Rasulullah bersabda:”Siapa yang diakhir hidupnya dia mengucapkan:”Lailahaillallah” maka dia masuk surga”,  namun Subhanallah saya menyaksikan dan mendengar langsung justru dia berkata:”23, 95, 72, 61″ dalam keadaan seperti itu dan setelah dicek ternyata orang ini selama hidupnya ia memasang judi togel, selalu berjudi dan selalu bermaksiat kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Oleh karena itu jangan sampai kita dimatikan dalam keadaan bermaksiat kepada Allah Subhanahu wata’ala dan barangsiapa yang dimatikan dengan sesuatu maka begitulah nanti ia akan dibangkitkan oleh Allah Subhanahu wata’ala, semoga Allah menutupi aib – aib kita. Masih ada kesempatan untuk kita perbaiki umur yang tersisa yang Allah berikan kepada kita, demi Allah orang – orang yang telah meninggal, orang – orang yang telah berada dalam kuburnya berharap untuk dikembalikan ke dunia dan merasakan seperti apa yang masih kita rasakan sekarang ini, maka dari itu jangan sampai kita termasuk orang yang menyesal ketika kematian datang menjemput sebagaimana yang Allah gambarkan didalam Al-Qur’an:

حَتَّى إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتَ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ , لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلآ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Rabbi kembalikan aku ke dunia. Agar aku berbuat amal sholeh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan”. (QS. Al-Mukminun: 99-100)

Penyesalan yang sia – sia atau sudah terlambat oleh karenanya mumpung Allah masih memberikan kepada kita kesempatan untuk bernafas dan nyawa belum sampai dikerongkongan mari kita memperbaiki diri kita dengan kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala. Cukuplah kita dengan kelalaikan dan kemaksiatan kita selama ini, hari demi hari mengantarkan kita untuk semakin dekat berjumpa dengan Allah, masa silam yang kelam mari kita tutup rapat – rapat dengan bertaubat kepada Allah sebanyak apapun dosa yang pernah kita lakukan, kita bertaubat dengan taubat nasuha dan berjanji pada diri kita untuk tidak lagi meninggalkan sholat, setiap kali kita mendengarkan panggilan azan apapun pekerjaan kita tinggalkan untuk menjawab seruan Allah.

Wallahu a’lam Bish Showaab 


Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Jum’at, 12 Ramadhan 1440 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.