بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Benar-benar menjaga kesucian diri (dari zina) 

Untuk menjaga kesucian jiwa terbagi menjadi 2 yaitu menjaga kesucian diri dari perut dan menjaga kesucian diri dari syahwat (kemaluan), adapun syahwat (kemaluan) seperti  zina, homoseksual dimana sebahagian orang ada yang berusaha menggelontorkan dana untuk menyogok orang – orang yang memiliki kebijakan supaya dilegalkan.

Salah seorang ulama pernah berkata:”Saya tidak pernah menyangka ada seorang lelaki yang suka kepada sesama jenis setelah saya membaca kisah Nabi Luth yang ada didalam Al-Qur’an”, mengapa demikian karena perbuatan homoseksual menyalahi fitrah manusia, oleh karenanya hukuman yang diberikan oleh Allah Subhanahu wata’ala kepada kaum Nabi Luth adalah dengan dihujani batu,  tempat tinggal mereka diangkat dan dijadikan terbalik dimana bagian atas tanah berada dibawah. Siksaan ini pantas bagi orang – orang yang menyalahi fitrah manusia (Homoseksual).

Diantara doa orang – orang sholeh ketika terjadi kemaksiatan disekitar mereka, mereka berdoa dengan mengucapkan:”Ya Allah, jangan engkau menghukum kami dari apa yang dilakukan oleh orang – orang jahil diantara kami“.

Hukuman yang diturunkan oleh Allah pada suatu kaum menyeluruh, sebagaimana dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya“. (QS. Al Anfal : 25). Jadi orang – orang yang baik juga terkena dengan hukuman yang Allah turunkan kepada suatu kaum, apalagi ketika orang – orang baik membiarkan keburukan atau menganggapnya sesuatu yang biasa. Kita bisa menyaksikan dalam televisi ketika berdebat dengan orang – orang yang mendukung keburukan dan kemaksiatan dimana mereka mendatangkan dalil yang dipelintir sesuai dengan hawa nafsunya dan atas nama hak asasi manusia, oleh karenanya Allah Subhanahu wata’ala memperingatkan kita dari orang yang seperti ini. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَىٰ مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ

Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras“. (QS. Al-Baqarah : 204).

Jika ada orang – orang yang senang dengan yang apa diharamkan oleh Allah, boleh jadi hatinya bermasalah, oleh karenanya didalam islam kita dilarang untuk melihat atau memandang sesuatu yang diharamkan, Rasulullah pernah berkata kepada Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu :”Jangan engkau ikutkan pandangan yang pertama dengan pandangan yang kedua karena pandangan yang pertama untukmu dan yang kedua bukan untukmu“.

Dalam hadist yang lain Rasulullah pernah ditanya dengan pandangan yang tiba – tiba dan tidak disengaja Rasulullah bersabda:”Palingkan pandanganmu”.

Terkadang ada yang berkata:”Jika saya tidak melihatnya, hati semakin bergejolak dan tersiksa.?”, ketahuilah Allah tidak mungkin menjadikan obat dari sesuatu yang diharamkan bahkan justru akan menimbulkan penyesalan yang akan menghapuskan keberkahan. Imam Syafii Rahimahullah pernah mengadu kepada gurunya, beliau berkata:”Saya pernah menyampaikan kepada guruku Al-Waqi tentang buruknya hafalanku dan beliau menyuruh saya untuk meninggalkan kemaksiatan dengan berkata:”Ilmu itu cahaya dan tidak diberikan kepada orang yang bermaksiat”.

Ada yang mengatakan:”Saya sering melihat sesuatu yang haram tetapi tidak berkurang hafalan saya.?”, boleh jadi hafalannya tidak ada atau dihapuskan keberkahan dari hafalannya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّوَمَعَهاَذُو مَحْرَمٍ

Janganlah seorang laki-laki itu berkhalwat (menyendiri) dengan seorang wanita kecuali ada mahram yang menyertai wanita tersebut”. (HR. Bukhari dan Muslim).

أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ باِمْرَأَةٍ إِلاَّكاَنَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ

Ingatlah, bahwa tidaklah seorang laki-laki itu berkhalwat dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan”. (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Al-Hakim. Al-Hakim kemudian menyatakan bahwa hadist ini shahih berdasarkan syarat Al-Bukhari dan Muslim. Pendapat ini disepakati pula oleh Adz-Dzahabi)

Khalwat (Berdua – duaan dengan yang bukan muhrim) terbagi menjadi 2 yaitu di dunia nyata dan di dunia maya,  zaman sekarang dunia maya lebih menjerumuskan kepada tahapan- tahapan dosa dan maksiat ketimbang dengan di dunia nyata karena didunia maya seseorang bisa melakukan banyak khalwat dengan wanita dibanding di dunia nyata. Dalam Al-Qur’an Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (168) إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ (169)

Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui”. (QS. Al-Baqarah : 168-169). Oleh karenanya sejak awal putuskan hubungan sosial media dengan lawan jenis yang bukan muhrim dan perbanyak ibadah kepada Allah Subhanahu wata’ala, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga)“. (QS. An Nur : 26).

Oleh karenanya jaga diri apa yang belum halal bagi kita maka Allah akan memberikan yang terbaik, dan yang terbaik adalah bidadari di surga, diantara salah satu sifat bidadari surga adalah mereka tidak memandang kepada lelaki manapun kecuali kepada suaminya yang ditentukan untuknya. Jadi para bidadari di surga mereka menundukkan pandangan mereka, oleh karenanya siapa yang tidak mampu menahan pandangannya di dunia boleh jadi ia diharamkan dari bidadari surga.

Menjalin hubungan silaturahim (menjaga hubungan dengan kerabat).

Menyambung tali silaturrahim dapat memanjangkan umur baik secara hakiki atau secara maknawi dan juga menambah rezeki, maka dari itu perbanyak silaturrahim dan pilih waktu yang tepat untuk melakukan silaturrahim dengan taman, sahabat, keluarga, kerabat, dll. Namun jangan sering melakukan silaturrahim.

Imam Sya’bi Rahimahullah beliau sering di syarahi oleh banyak orang, akhirnya pada suatu hari Imam Sya’bi ketika melihat mereka berdatangan ke rumahnya beliau lalu berdoa untuk memalingkan hujan:”Ya Allah biar disekitar mereka dan jangan kepada kami”.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Kamis, 27 Jumadil Akhir 1439 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.