بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan”. (QS. Al-Waqi’ah: 79).

Ada sebagian pendapat dari kalangan ulama yang mengatakan bahwa ayat ini berlaku secara umum bahwasanya orang yang tidak dalam keadaan suci tidak boleh menyentuh Al-Qur’an baik ia berhadats kecil maupun berhadats besar dan pendapat ini adalah pendapat jumhur ulama. Secara khusus Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menyebutkan tentang tidak bolehnya orang yang junub atau yang haid untuk membaca Al-Qur’an.

Pendapat yang kuat dan pendapat ini dipilih oleh Imam Malik Rahimahullah dan juga dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah bahwasanya diberikan keringan atau ruksah kepada orang yang haid untuk membaca Al-Qur’an terutama bagi mereka yang penghafal Al-Qur’an atau yang mengajarkan anak – anak yang masih kecil membaca Al-Qur’an, maka ada keringanan bagi mereka.

Lalu bagaimana dengan menyentuh mushaf, ulama kita mengatakan boleh akan tetapi dengan pelapis atau perantara (tidak langsung menyentuhnya). Tentu berbeda ketika ia menyentuh buku – buku tafsir karena buku tafsir tidak dikatakan mushaf, oleh karenanya dibolehkan seorang perempuan menyentuh Al-Qur’an dengan menggunakan pelapis atau jika tidak boleh dengan membaca Al-Qur’an dari handphone yang didalamnya ada aplikasi Al-Qur’an hal ini dibolehkan oleh para ulama kita. Wallahu a’lam inilah pendapat yang rajih, akan tetapi kehati- hatian tetap diutamakan karena ada larangan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam maka bisa dengan cara yang telah kita sebutkan diatas.

Jika dilarang menyentuhnya maka bisa mendengarkan tilawah – tilawah Al-Qur’an karena didalam berinteraksi dengan Al-Qur’an khususnya untuk menguatkan hafalan atau untuk banyak berhubungan dengan Al-Qur’an maka silahkan dipadukan dengan membaca secara langsung dengan pelapis atau mendengarkan bacaan dari orang lain sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan mendengarkan Al-Qur’an juga memiliki keutamaan yang besar, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat“. (QS. Al-A’raf: 204).

Jadi, diantara sebab seseorang mendapatkan rahmat yang lain adalah dengan mendengarkan Al-Qur’an, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga senang mendengarkan Al-Qur’an dari sahabat yang lain, beliau pernah berkata kepada Abdullah Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu:

 «اقْرَأْ عَلَيَّ الْقُرْآنَ» قَالَ: فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ ‍ أَقْرَأُ عَلَيْكَ؟ وَعَلَيْكَ أُنْزِلَ؟ قَالَ: «إِنِّي أَشْتَهِي أَنْ أَسْمَعَهُ مِنْ غَيْرِي» ، فَقَرَأْتُ النِّسَاءَ حَتَّى إِذَا بَلَغْتُ: {فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلَاءِ شَهِيدًا} [سورة: النساء، آية رقم: 41] رَفَعْتُ رَأْسِي، أَوْ غَمَزَنِي رَجُلٌ إِلَى جَنْبِي، فَرَفَعْتُ رَأْسِي فَرَأَيْتُ دُمُوعَهُ تَسِيلُ

“Bacakanlah kepadaku Al-Qur’an”. Ibnu Mas’ud berkata:“Wahai Rasulullah! Apakah saya akan membacakannya kepadamu sementara ia diturunkan kepadamu?”. Beliau menjawab:“Aku senang mendengarnya dari orang selain diriku”. Maka aku pun membacakan surat An-Nisaa”, ketika sampai pada ayat [yang artinya]:“Bagaimanakah jika [pada hari kiamat nanti] Kami datangkan dari setiap umat seorang saksi, dan Kami datangkan engkau sebagai saksi atas mereka”. (QS. an-Nisaa’: 41). Aku angkat kepalaku, atau ada seseorang dari samping yang memegangku sehingga aku pun mengangkat kepalaku, ternyata aku melihat air mata beliau mengalir“. (HR. Bukhari 4582 dan Muslim 800).

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Rabu, 02 Rabiul Akhir 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR