بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ

Demi fajr dan malam yang sepuluh, dan yang genap dan yang ganjil“(QS. Al Fajr :1-3).

Ada beberapa penafsiran dari kalangan ulama tentang ayat diatas:

  1. Demi yang genap dan yang ganjil yang dimaksud dengan genap adalah hari penyembelihan yaitu tanggal 10 dzulhijjah dan yang ganjil adalah hari ke 9 dari bulan dzulhijjah yang juga dikenal dengan hari arafah,
  2. Sebagian ulama yang lain menafsirkan dalam sebuah riwayat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu As Sholah disebut As Shaf’u dan Al watr karena didalamnya ada sholat yang genap dan ada sholat yang rakatnya ganjil seperti sholat witr . Sebagaimana dalam hadist:

اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا

Jadikanlah penutup shalat malam kalian adalah shalat witir.”  (HR. Bukhari no. 998 dan Muslim no. 751).  Dan sholat yang genap seperti sholat 2 rakaat, 4 rakaat, 6 rakaat, 8 rakaat yaitu sholat dhuha dan Qiyamullail:

صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خَشِىَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً ، تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى 

Shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat. Jika salah seorang di antara kalian takut masuk waktu shubuh, maka kerjakanlah satu raka’at. Dengan itu berarti kalian menutup shalat tadi dengan witir”.(HR. Bukhari no. 990 dan Muslim no. 749, dari Ibnu ‘Umar). Disebutkan 2 rakaat, 2 rakaat menjunjukkan tidak terbatas jumlah rakaatnya walaupun yang banyak dikerjakan oleh Rasulullah adalah 11 rakaat.

  1. As Shaf’u artinya sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:

وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah”(QS. Adz Dzariyat: 59). Seperti ada siang dan malam ada iman dan kufur. dll

Al watr dialah Allah Subhanahu wata’ala As Shomad yaitu segala makhluk butuh kepadanya.

Khusus pada 10 hari pertama bulan dzulhijjah yang merupakan rangkaian ayat yang terdapat dalam surah Al Fajr memiliki keistimewaan dan kekhususan yang tidak dimiliki pada hari hari yang lain, dan ini merupakan keutamaan yang Allah Subhanahu wata’ala berikan kepada ummat Rasulullah, musim kebaikan sili berganti, setelah kita melewati bulan suci ramadhan datang musim haji di 10 pertama dibulan dzulhijjah semuanya agar kita mampu memperbanyak kebaikan dan semakin menambah derajat kita disisi Allah Subhanahu wata’ala.

Dalam riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

“Perumpamaan kalian dibandingkan dengan ahlul kitab dari kaum yahudi dan nashara sebelum kalian seperti seorang lelaki yang memiliki  orang – orang yang bekerja dengannya kemudian dia berkata kepada mereka:”Siapa diantara kalian yang mau bekerja denganku dari pagi sampai dhuhur dan balasannya adalah qirat (uang tertentu), maka itu diterima oleh yahudi”, Kemudian berkata lagi :“Siapa yang mau bekerja denganku diwaktu dhuhur sampai ashar dia juga mendapatkan satu qirat maka itu diterima oleh orang –orang nashara”, Kemudian orang ini berkata lagi:”Siapa yang mau bekerja denganku sampai waktu ashar hingga terbenam matahari dan dia mendapatkan 2 qirat”, Rasulullah berkata:”Kalian itulah yang bekerja dari ashar ke magrib dan mendapatkan 2 qirat”, Rasulullah berkata:”Orang – orang yahudi dan nashara kemudian marah”, mereka kemudian berkata:”Mengapa bisa seperti itu, kami yang paling banyak bekerja namun gajinya sedikit”, dikatakan kepada mereka:”Apakah saya mengurangi haq yang semestinya kalian terima”, mereka mengatakan:”Tidak”, kemudian Nabi berkata:”Demikianlah keutaman yang aku inginkan kepada siapapun”.

Ummat Rasulullah adalah ummat yang datang belakangan namun duluan masuk surga dibanding dengan Nabi yang lain, sampai Nabi musa iri melihat ummat Rasulullah, dari seluruh ummat yang ada Allah mengistimewakan ummat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan salah satu cara Allah memuliakan ummat Rasulullah yaitu dengan menghadirkan musim – musim ketaatan yang pahalanya berlipat ganda, sebagaimana dibulan ramadhan ada lailatur qadr yang lebih baik dari 1000 bulan dimana tatkala beribadah didalamnya seperti beribadah selama 83 tahun.

Oleh karenanya selagi kita masih muda dan masih kuat maka gunakan waktu kita untuk giat beribadah kepada Allah Subhanahu wata’ala, karena akan datang suatu waktu dimana kita tidak lagi mampu untuk beribadah disebabkan karena lemah (tua), namun ketika kita rutin mengerjakannya diusia muda pahalanya akan terus mengalir walaupun kita tidak mengerjakannya disebabkan karena tua.

Ketika diusia muda seseorang rajin puasa senin dan kamis, puasa 3 hari setiap bulannya dan setelah masuk usia senja dia tidak mampu lagi untuk berpuasa maka akan terus mengalir pahala untuknya dan ini merupakan salah satu tafsiran dari firman Allah Subhanahu wata’ala;

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka)“. (QS. At Tin : 4-5).

 اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ

“Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa”. (QS. Ar Rum : 54). Namun ketika ia giat beribadah selama muda dan sehat maka pahalanya akan terus mengalir sebagaimana  dalam ayat selanjutnya Allah berfirman:

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ

Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya“. (QS. At Tin : 6).

Berlanjut (Demi Yang Genap dan Yang Ganjil Sesi 2)

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Kamis, 02 Dzulhijjah  1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

 

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR