Akhir-akhir ini tanah air dihebohkan dengan berbagai macam berita yang menggemparkan dan salah satunya dengan adanya seorang yang bernama Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang konon mempunyai kemampuan untuk menggandakan atau mengadakan uang. Herannya, praktik penipuan ini tidak hanya melibatkan pimpinan padepokan yang bertempat di probolinggo tapi tempat ini memiliki pengikut dari kalangan masyarakat  biasa sampai pejabat yang memiliki sederet gelar yang menyertai namanya sebagai bukti tingginya pendidikan yang mereka tempuh.

Penampilan Umar Al Faruq
Penampilan Umar Al Faruq

Menganalisa tentang fenomena ini yang sebagian masyarakat kita bersikap irasional dan mudah terpedaya kebudayaan “ingin cepat  kaya”. Maka Direktur Markaz Imam Malik mencoba untuk membahas masalah ini dalam kajian rutin yang dilaksanakan di masjid Jannatul Firdaus.

Pemaparan meteri Ust. Muhammad Ikhwan Abdul Jalil, Lc
Pemaparan meteri Ust. Muhammad Ikhwan Abdul Jalil, Lc

Kajian rutin yang berjudul Dimas Kanjeng antara Karomah, Mukjizat atau Istidraj menarik banyak perhatian masyarakat sehingga masjid tidak mampu menampung jama’ah yang membludak, mereka harus duduk bukan hanya di teras dan pelataran masjid saja bahkan beberapa jama’ah terpaksa berdiri untuk mendapatkan ilmu dan penjelasan tentang masalah ini.

dk7

Kajian rutin yang biasanya hanya diisi oleh Ust. Harman Tajang, Lc, M.H.I menjadi spesial dari pengajian-pengajian sebelumnya betapa tidak sebelum Ust. Harman hafidzahullah memaparkan materinya ada dua penampilan yang mendahuluinya yakni pemaparan materi dari Ust. Muhammad Ikhwan Abdul Jalil, Lc. Beliau hafidzahullah memabahas materi tentang wali dan karomah dan sebelumnya ada penampilan spesial dari putra beliau hafidzahullah Umar Al Faruq bin Ikhwan Jalil yaitu pembacaan matan aqidah At Thohawiyyah dan persembahan Nasyid yang berjudul Umar. Penampilannya pun mampu menghipnotis seluruh jamaah yang hadir.

Jamaah serius menyimak materi
Jamaah serius menyimak materi

Semoga kajian-kajian seperti ini selalu mendapat apresiasi yang besar dari kalangan masyarakat. Sehingga pembodohan dan penipuan dalam bentuk apapun tidak terulang kembali. []

Dokumentasi:

dk-11 dk8 dk9 dk10

Jamaah serius menyimak materi
Jamaah serius menyimak materi
Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR