Sebuah nasehat yang cukup menggetarkan, datang dari Al Imam Muhammad bin Idris Asy Syafi’I rahimahullahu Ta’ala kepada para pemuda;

Bersabarlah atas pahitnya sikap kurang mengenakkan dari guruKarena sesungguhnya endapan ilmu adalah dengan menyertainya
Barangsiapa yang belum merasakan pahitnya belajar meski sesaat
Maka akan menahan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya
Barangsiapa yang tidak belajar di waktu mudanya
Bertakbirlah 4 kali atas kematiannya
Eksistensi seorang pemuda –demi Allah- adalah dengan ilmu dan ketaqwaan
Jika keduanya tidak ada padanya, maka tidak ada jati diri padanya

Pemuda memiliki andil besar dalam sejarah kebangkitan bangsa. Maju mundurnya bangsa tergantung pada kondisi para pemudanya. Jika pemudanya memiliki jiwa yang maju, jiwa besar, dan jiwa kepemimpinan, maka bangsa itu akan maju, besar dan mampu memimpin peradaban dunia.

Sebaliknya, jika pemudanya menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi bertentangan dengan nilai-nilai agama, seperti mabuk-mabukan, tawuran, pornografi, dan pornoaksi, maka masa depan bangsa itu akan suram.

Sadar akan besarnya peran pemuda untuk kebangkitan bangsa, OSISDA/PA Pesantren Darul Aman Gombara menggelar Tabligh Akbar pada hari Ahad pagi (25/9) di Masjid Jami’ Darul Aman dengan tema “Peran Pemuda Islam Untuk Indonesia”. Pesantren yang berada di bawah naungan Yayasan Pusat Buq’atun Mubarakah yang dipimpin oleh Bapak Iqbal Djalil, Lc. yang juga sebagai Anggota DPRD Kota Makassar menghadirkan Direktur Markaz Imam Malik sebagai pemateri Tabligh Akbar.

Acara dimulai sekitar pukul 09.00 yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh salah seorang santri Darul Aman Gombara selanjutnya sambutan oleh Bapak Iqbal Djalil selaku  Ketua Yayasan, dalam sambutannya beliau sangat optimis untuk menjadikan Makassar sebagai “The City of Santri” yang lahir dari Darul Aman. Beliau berterima kasih kepada Ust. Harman Tajang yang menyempatkan waktunya berkunjung sekaligus memberikan materi di Darul Aman.

Ust. Harman Tajang hafidzahullah selaku pemateri pada Tabligh Akbar ini mampu mengalihkan perhatian para peserta dan santri dalam materi yang beliau sampaikan, betapa tidak beliau membakar semangat muda peserta Tabligh Akbar dengan Kisah-kisah pemuda di zaman Rasulullah. Kisah pertama yang beliau angkat adalah Mush’ab bin Umair sebagai sosok pemuda idaman yang meninggalkan gemerlapnya dunia menuju keridhaan Allah subhanahu wata’ala dan beberapa kisah sahabat yang lain dan kisah-kisah pemuda yang disebutkan di dalam Al-Qur’an.

Di akhir acara panitia mebuka kesempatan bertanya kepada pemateri, salah satu peserta bertanya tentang peran pemuda dan kiat-kiat istiqomah. Ust. Harman Tajang hafidzahullah secara singkat menyampaikan kiat untuk istiqomah di tengah zaman globalisasi saat ini yakni perbanyak do’a kepada Allah untuk meminta keteguhan, Mendirikan shalat, perbanyak Tahajjud di malam hari, perbanyak membaca Al-Qur’an dan perbanyak teman atau bergaul dengan orang yang shaleh karena penyesalan yang terbesar orang dzalim di hari kiamat karena pertemanannya di dunia.

Pengajian berakhir tepat pukul 11.30 setelah pemateri menjawab perntanyaan terakhir, kegiatan ini adalah event tahunan santri Pesantren Darul Aman Gombara sebagai rangkaian kegiatan pemilihan Ketua dan Anggota Osis baru. []

Dokumentasi:

Direktur MIM bersama dengan Pimpinan Pesantren Darul Aman
Direktur MIM bersama dengan Pimpinan Pesantren Darul Aman
Sambutan Bapak Iqbal Djalil
Sambutan Bapak Iqbal Djalil
Ust. Harman Tajang menyampaikan materi Tabligh Akbar
Ust. Harman Tajang menyampaikan materi Tabligh Akbar
Peseta Tabligh Akbar
Peseta Tabligh Akbar
Peseta Tabligh Akbar
Peseta Tabligh Akbar
Bapak Iqbal Djalil menyimak materi hingga selesai
Bapak Iqbal Djalil menyimak materi hingga selesai
Ust. Harman Tajang menyampaikan materi Tabligh Akbar
Ust. Harman Tajang menyampaikan materi Tabligh Akbar
Peseta Tabligh Akbar
Peseta Tabligh Akbar
9
Ust. Harman & Bpk Iqbal Djalil
Penyerahan Piagam ke Pemateri
Penyerahan Piagam ke Pemateri
Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR