mim.or.id, MakassarAlhamdulillah, pelaksanaan ikhtibar (ujian) akhir semester Madrasah Tahfizh Qur’an Markaz Imam Malik (MIM) berlangsung lancar. Para santri dengan penuh konsentrasi menyelesaikan beberapa tahapan ujian. Secara serempak ujian akhir semester dimulai pada hari Senin (11/11). Ikhtibar ini dilaksanakan di Masjid Nurul Hikmah, MIM.

Jumlah santri yang mengikuti ujian ini adalah sebanyak 200 orang santri yang meliputi 120 orang santri kelas satu dan 80 orang santri kelas dua.

Tiga hari pertama dilaksanakan ujian hafalan al-Qur’an dengan tim penguji dari muhaffizh yang berjumlah 6 orang. Kriteria kelulusan ujian adalah mencapai nilai diatas Ketuntasan Minimal (KM) yakni 73 poin yang meliputi penilaian kelanacaran, daya ingat, tajwid serta makhraj dalam menghafalkan al-Qur’an.

BACA JUGA: Perkuat Semangat dalam Menuntut Ilmu, Madrasah Imam Malik Rutinkan Kajian Kitab Al-Hilyah Tholibil Ilmi

Pada hari keempat, materi yang diujikan adalah pelajaran tajwid dan Baca Tulis Qur’an (BTQ). Ujian tajwid dibagi menjadi dua sesi, yakni ujian tulisan dan ujian lisan. Ujian tulisan berupa ujian teori tajwid yang telah diajarkan dengan bentuk soal pilihan ganda dan essay. Nilai yang harus dicapai santri adalah diatas nilai KM yaitu 70. Untuk ujian lisan, para santri membaca satu halaman al-Qur’an dengan memperhatikan hukum-hukum tajwid.

Ujian BTQ dilakukan dengan menulis satu halaman Al-Qur’an yang ditelah ditentukan oleh tim penguji di atas kertas bergaris menggunkan pensil 2B. Kriteria ujian ini adalah penulisan dan keindahan tulisan Qur’an.

Terakhir adalah ujian mata pelajaran extrakurikuler Perisai Badar yang akan dilaksanakan di Lapangan UNM Fakultas Keolahragaan, Ahad (17/11) dan diujikan langsung oleh pelatih rutin program perisai badar, Ustadz Harun.

BACA JUGA: Santri Kuttab Imam Malik isi Jum’at Pagi dengan Mendengarkan Kisah Nabi dan Sahabat

Koordinator Musyirif Madrasah Imam Malik, Asdar Junaedi mengatakan bahwa ujian akhir semester atau ikhtibar ini dilaksanakan dalam rangka mengevalusi proses belajar mengajar santri selama semester ganjil.

“Santri yang tidak mencapai nilai KM, maka akan diadakan ujian remedial. Ujian remedial ini memiliki ketetapan bahwa nilai capaian yang bisa diraih hanya sampai pada nilai KM masing-masing mata pelajaran”, tambahnya.

Diharapkan dengan dilaksanakannya ikhtibar ini dapat mengukur seberapa banyak dan seberapa dalam materi pelajaran yang diserap oleh para santri, serta dapat mengukur kemampuan hafalan Al-Qur’an para santri selama satu semester ini. (rdp)

BACA JUGA: Ketua Divisi Muslimah MIM Hadiri Konferensi Internasional “Kulluna Maryam” Di Turki

DOKUMENTASI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.