mim.or.id, Makassar – Disaat pandemi Covid-19 belum berakhir sampai saat ini dan tengah memasuki tatanan new normal, Alhamdulillah Madrasah Tahfizh Al-Qur’an (MTQ) Imam Malik menyelenggarakan Program Takhassus Menghafal Al-Qur’an, Senin (28/09/2020).

Program Takhassus Menghafal Al-Qur’an adalah program rutin tiap tahunnya dan tahun ini memasuki angkatan keempat. Program ini mengharuskan semua santri kelas 3 Madrasah Imam Malik baik ikhwah maupun akhwat untuk fokus menyelesaikan hafalan Qur’an 30 Juz. Para santri dan santriwati tersebut akan dikarantina selama 3 bulan.

Kepala Madrasah Imam Malik, Ustadz Faisal Abdurrahman bersyukur karena program takhassus Madrasah Imam Malik dapat dilaksanakan, walaupun masih dalam suasana pandemi namun tidak menyurutkan semangat dari para santri kelas 3. Beliau memastikan protokol kesehatan akan diimplementasikan dalam pelaksanaannya nanti.

Semoga Al-Quran terus terpatri dalam jiwa sanubari kita semua. Tetap semangat untuk menyelesaikan hafalan Qur’annya. Tetap jaga jarak dan jangan lupa memakai masker saat halaqah”, pesan beliau pada saat pembukaan program ini.

Beliau juga mengapresiasi support dari orangtua santri juga begitu luar biasa untuk tetap melaksanakan program tersebut mengingat kondisi saat ini tidak begitu kondusif.

BACA JUGA: MIM Sinergi Launching Program Unggulan

Tak seperti tahun-tahun sebelumnya dimana Program ini dilaksanakan di luar Kota Makassar, tahun ini Program Takhassus Menghafal Al-Qur’an dilaksanakan di Markaz Imam Malik, tepatnya di Asrama Santri lantai 3 untuk Ikhwah dan Asrama WK50 untuk Akhwat. Ada 5 halaqah yang terbentuk dan total santri yang mengikuti program ini sebanyak 66 orang ikhwah dan 4 halaqah yang terbentuk dan total santriwati yang ikut program ini sebanyak 44 orang akhwat. Manajemen Madrasah Imam Malik juga mengadakan opsi bagi santri yang tidak sempat datang dalam program ini dikarenakan pandemi untuk bisa berpartispasi secara online via Zoom.

Tiap harinya, kegiatan halaqah dan penyetoran hafalan Qur’an dimulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 11.00 pada pagi hari. Setelah shalat dhuzur kemudian dilanjutkan pukul 12.30 sampai dengan 13.30 pada siang hari. Setelah shalat ashar, halaqah kembali dimulai pada pukul 15.00 sampai dengan 17.00 pada sore hari dan dilanjutkan pada pukul 20.00 sampai dengan 20.30. Diakhir halaqah, tak lupa musyrif (pembina) mengevaluasi hafalan para santri selama 1 hari tersebut.

Dalam proses penyetoran hafalan Qur’an, santri, musyrif dan muhaffizh diharuskan memakai masker atau face shield dan tetap menjaga jarak. Santri juga tidak diperkenankan untuk turun lantai 1 atau lantai 2, sehingga para santri menunaikan shalat fardhu di asrama dan kebutuhan santri sepenuhnya dilayani oleh masing-masing musyrif (pembina) halaqah. (rdp)

DOKUMENTASI

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.