بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِيْنَ أُمِّ عَبْدِ اللهِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ : قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم : مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَرَدٌّ.   [رواه البخاري ومسلم وفي رواية لمسلم : مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَرَدٌّ ]

“Dari Ummul Mu’minin; Ummu Abdillah; ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha dia berkata: Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam bersabda: “Siapa yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini yang bukan bagian darinya, maka dia tertolak.” (Riwayat Bukhari dan Muslim), dalam riwayat Muslim disebutkan: “Siapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada contohnya dari kami, maka dia tertolak.”


Penjelasan hadist ini akan dijelaskan dalam beberapa poin:

Yang pertama Hadits ini diriwayatkan oleh Ummul Mu’minin ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha. Semua istri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah ibunda kita. Nama lengkap dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha adalah Aisyah binti Abu Bakar As-Shiddiq Radhiyallahu ‘Anhu. Oleh karena itu, sebagian Ulama menyebut Aisyah sebagai As-Shiddiqah binti As-Shiddiq (Seorang wanita yang Shiddiq, yang membenarkan dakwah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam putri dari As-Shiddiq).

Ummu Abdillah adalah putri dari Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘Anhu. Jadi putrinya Sahabat, ayahandanya juga Sahabat. Dari segi kelimuan, tidak ada wanita termasuk istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengalahkan keilmuan yang dimiliki Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, sampai seorang sahabat Nabi bernama Abu Musa al-Asyari mengatakan bahwa “Tidaklah kami menemukan persoalan atau membutuhkan jawaban terhadap suatu persoalan lalu kami datang menemui Aisyah untuk menanyakan tentang itu melainkan beliau memiliki jawaban terhadap pertanyaan itu.

Ibunda ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha juga dikenal sebagai orang yang sangat dermawan. Beliau juga salah satu sahabat Nabi yang paling banyak meriwayatkan Hadist dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setidaknya disebutkan bahwa beliau meriwayatkan sekitar 2210 hadist dari Rasulullah. Beliau meninggal dunia pada usia 66 tahun dan dimakamkan di Perkuburan Baqi.

Yang Kedua Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan didalam hadist ini:

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَرَدٌّ

Siapa yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini yang bukan bagian darinya, maka dia tertolak.”

Hadist ini adalah salah satu hadist yang menunjukkan bahwa syariat Islam adalah syariat yang telah sempurna. Semua yang telah diwahyukan oleh Allah kepada Rasulullah tentang Agama ini sudah disampaikan dengan penuh amanah oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Karena itu, seorang yang menambahkan ajaran-ajaran baru (ibadah-ibadah baru) kemudian dinisbatkan dan disandarkan kepada Islam, maka orang ini secara tidak langsung sudah menyatakan bahwa Islam ini belum sempurna karena masih perlu ditambah-tambahi dan masih perlu ditambal kekurangannya.
Selain itu, orang yang menambahkan ibadah-ibadah baru secara tidak langsung dia mengatakan bahwa Rasulullah telah berkhianat karena Beliau tidak menyampaikan Agama ini dengan sempurna. Sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mengingatkan bahwa siapa yang mengada-adakan perkara dalam urusan (agama) kami ini maka dia tertolak.

Oleh karena itu, para Ulama mengatakan bahwa Hadist ini menjadi salah satu kaidah penting didalam Agama Islam yang menegaskan bahayanya apa yang disebut dengan Bid’ah.

Wallahu a’lam bisshowab

InsyaAllah, Pembahasan dilanjutkan pada BAGIAN KEDUA

Oleh : Ustadz Dr. Ihsan Zainuddin, Lc., M.Si Hafidzahullahu Ta’ala
Ta’lim Kajian Kitab Arbain Nawawiyah – Masjid Nurul Hikmah MIM (Kamis, 2 Januari 2019)

Kunjungi Media MIM:
Website : http://mim.or.id
Fanspage Facenook: http://www.facebook.com/markazimammalikmakasar/
Youtube : http://www.youtube.com/c/MimTvMakassar
Telegram : http://telegram.me/infokommim
Instagram : http://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.