Bismillah..
Muslimah yang dikasihi Allah..
Tak terasa waktu terus berlalu, tak terasa amalan semakin banyak tercatat; amalan baik atau buruk. Dan kita sekarang ini berada di satu bulan haram; yang mana di muliakannya amalan baik di dalamnya dan dihukuminya amalan buruk lebih besar dari bulan selainnya.

Beruntunglah kita jika masa yang telah kita lalui kemarin, terukir indah ibadah kepada Allah Ja’ala. Sarat kebaikan dan pengharapan kepada rahmat-Nya. Sehingga kita memasuki bulan ini dengan kesucian jiwa.

Merugilah kita, dan sungguh merugi, jika hari-hari yang telah berlalu penuh dengan amalan buruk, berisi maksiat atau pun perbuatan sia-sia belaka. Sehingga memasuki bulan ini, kita galau tak menentu, hampa jiwa kita, memulainya dari mana.

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).

Renungan:
Sudahkah kita mengisi hari-hari kemarin dengan amalan shalihah??


Muslimah yang berjuang dalam ketaqwaan,

”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)

Empat bulan haram yang dimaksudkan adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab

Dan sekarang kita berada di bulan Rajab, bulan haram. Bulan di mana amalan buruk akan lebih besar ganjarannya. Maka sebagai pejuang takwa, ingat! Kita semua ini sedang berjuang untuk takwa kepada Allah.

Dan salah satu ketakwaan kepadaNya adalah meninggalkan larangan-Nya. Terlebih di bulan haram. Apa itu?

Di bulan ini kita diperintahkan untuk:
Satu, dilarang membunuh.
Dua, dilarang bermaksiat.
Tiga, perbanyak kebaikan.

Kenapa?
Karena pada saat itu adalah waktu sangat baik untuk melakukan amalan ketaatan, sampai-sampai para salaf sangat suka untuk melakukan puasa pada bulan haram. Sufyan Ats Tsauri mengatakan, ”Pada bulan-bulan haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya.” (Latho-if Al Ma’arif, 214)

Ibnu ’Abbas mengatakan, ”Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.” (Latho-if Al Ma’arf, 207)

Tersedia pahala yang lebih besar dan sebaliknya, ganjaran dosa yang lebih besar pula.


Muslimah yang shalihah,
Termasuk yang darurat diketahui, menganiaya yang dimaksudkan dalam hadits itu adalah mendzalimi diri sendiri dan juga orang lain.

Penganiayaan terhadap diri sendiri adalah berbuat maksiat, sedang saya ingin mengkhususkan pada penganiayaan terhadap orang lain, yaitu GHIBAH!

Ghibah adalah kedzaliman yang hakiki. Terjadi antara sesama orang beriman. Pembunuhan terhadap saudara muslimah. Berlebihan?

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat: 12)

Berawal dari kepo lalu stalking lalu berprasangka,lalu saling bercerita. Dan tanpa sadar kita membunuh saudari kita, lalu memakan bangkainya secara beramai-ramai. Wal ‘iyyadzu billah.

Ibnu Jarir Ath Thobari berkata, “Allah mengharamkan mengghibahi seseorang ketika hidup sebagaimana Allah mengharamkan memakan daging saudaramu ketika ia telah mati.” (Jami’ul Bayan ‘an Ta’wili Ayil Qur’an, 26: 168).

Maka muslimah, jika di bulan lain hukum ghibah adalah HARAM dan termasuk dalam DOSA BESAR sebagaimana hukum membunuh saudara, maka di dalam bulan Rajab ini, dosanya LEBIH BESAR

Jaga lisan, jaga hati, jaga mata, jaga telinga, jaga dari semua hal yang bisa menjadi jalan setan dan nafsu berkolaborasi melakukan pembunuhan sadis ini.

Jika kemarin kita ngeri menyaksikan video pembunuhan saudara-saudara muslim di New Zealand, maka apa kabar hari ini kita di sini, sudahkah kita tidak membunuh saudari kita?!

Segeralah bertaubat, sebelum keluar bulan suci ini. Raih kemuliaannya dengan taubat!!

Ustadzah Dhee~AR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.