بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهِ فَإِنْ كَانَ لَا بُدَّ مُتَمَنِّيًا فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتْ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتْ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي

“Janganlah seseorang di antara kalian mengharapkan kematian karena tertimpa kesengsaraan. Kalaupun terpaksa ia mengharapkannya, maka hendaknya dia berdoa:“Ya Allah, berilah aku kehidupan apabila kehidupan tersebut memang lebih baik bagiku dan matikanlah aku apabila kematian tersebut memang lebih baik untukku”. (HR. Al-Bukhari no. 5671 dan Muslim no. 2680).

Dalam haidst yang lain, dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:

لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ وَلَا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ إِنَّهُ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمْ انْقَطَعَ عَمَلُهُ وَإِنَّهُ لَا يَزِيدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلَّا خَيْرًا

“Janganlah seseorang mengharapkan kematian dan janganlah dia berdoa untuk mati sebelum datang waktunya. Karena orang yang mati itu amalnya akan terputus, sedangkan umur seorang mukmin tidak akan bertambah melainkan menambah kebaikan”. (HR. Muslim no. 2682).

Jangan pernah putus asa ketika sakit atau merasakan perihnya sakit dengan berkata:”Kenapa Allah tidak mematikan aku saja”, akan tetapi mintalah kesembuhan sebagaimana suatu ketika Rasulullah menjenguk pamannya yang bernama Abbas yang ketika itu sedang sakit keras, sehingga Rasulullah mendengar ucapannya meminta mati, Rasulullah kemudian berkata:”Wahai pamanku, mintalah kesembuhan dan keselamatan dari Allah Subhanahu wata’ala”.

Dalam kondisi apapun baik dalam keadaan sakit keras atau sakit ringan jika belum meninggal dan ruh masih didalam jasad maka jangan menyerah karena masih banyak amalan sholeh yang bisa kita kerjakan dalam kondisi dan keadaan tersebut, kita masih bisa sholat dalam keadaan berbaring, Sholat dengan isyarat atau dalam hati, dzikir dengan lisan, dll yang dengannya bisa menjadi pahala bagi kita.  Oleh karenanya berbaik sangkalah kepada Allah Subhanahu wata’ala boleh jadi itulah amalan yang paling ikhlas yang diterima oleh Allah Subhanahu wata’ala, boleh jadi itulah amalan yang mengangkat derajat kita disisinya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ

Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya”. (HR. Bukhari, no. 6607). Dalam keadaan seperti itu kita benar- benar dalam keadaan bergantung kepada Allah sehingga beristighfar mengingat semua dosa – dosa dimasa silam, air mata kita berlinang karena takut kepada Allah sehingga menjadi sebab kita dimasukkan ke dalam surga, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

عَيْنَانِ لاَ تَمَسُّهُمَا النَّارُ عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَعَيْنٌ بَاتَتْ تَحْرُسُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ

Dua mata yang tidak akan tersentuh oleh api neraka yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang bermalam (begadang) untuk berjaga-jaga (dari serangan musuh) ketika berperang di jalan Allah”. (HR. Tirmidzi. Hadits ini shohih ligoirihi –yaitu shohih dilihat dari jalan lainnya- , sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1229). 

Terkadang menangis mengingat dosa dimasa silam itu sulit ketika masih dalam keadaan sehat nanti ketika terbaring lemah dan sakit barulah berlinang air mata kita dan boleh jadi tangisan itu menjadi sebab kita diselamatkan dari api neraka Allah Subhanahu wata’ala, Rasululah bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Tujuh golongan yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) Imam yang adil, (2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allah, (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allah, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah.’ Dan (6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya”. (HR. Al-Bukhari (no. 660, 1423, 6479, 6806), Muslim (no. 1031 (91)).

Dalam hadist diatas disebutkan pada point 7 seseorang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya, meneteskan air mata tiada lain adalah karena takut kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Jadi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melarang ummatnya untuk meminta kematian bagaimanapun kondisi dan keadaannya, namun andaikan ia harus meminta mati, misalkan ia melihat sakitnya benar – benar sudah sangat parah kemudian ia melihat tanda – tanda dari Allah bahwasanya lebih baik baginya untuk kembali kepada Allah begitupula ia rindu bertemu dengan Allah maka Rasulullah bersabda hendaknya ia berdoa:

Ya Allah, berilah aku kehidupan apabila kehidupan tersebut memang lebih baik bagiku dan matikanlah aku apabila kematian tersebut memang lebih baik untukku”.

Doa ini disebut doa  Al Muallaq (doa yang bergantung yang di bolehkan). Doa ini hampir mirip dengan doa istikharah

Adapun bagi keluarga jangan merasa repot jika ada keluarga kita yang sakit karena bisa jadi ladang pahala bagi kita apalagi jika dia adalah orang tua kita. Perbedaan anak yang mengasuh kedua orang tuanya dan orang tua yang mengasuh anaknya, jika seorang ayah atau ibu yang mengasuh anaknya dia mengharapkan umurnya panjang dan jika anak yang mengasuh orang tuanya dia berharap umurnya tidak lama lagi.

Sebagian ulama kita mengatakan ada beberapa kondisi dan keadaan dimana seseorang bisa minta mati selain dengan lafadz diatas diantaranya adalah:

  1. Ketika ia bertemu dengan musuh dalam jihad fiisabilillah dalam kondisi  seperti ini boleh seseorang mendapatkan syahadah, sebagaimana ketika Rasulullah mengatur barisan para sahabat dalam pedang badr beliau berkata:”Bersegeralah kalian bangkit untuk mendapatkan ampunan dan surga disisi tuhanmu yang luasnya seperti langit dan bumi”, salah seorang sahabat yang bernama Umair Ibnu Humam kemudian mengeluarkan perbekalan kurma yang ia miliki seraya berkata:”Bakhin– bakhin”, Rasulullah berkata:”Ya Umair mengapa engkau berkata bakhin– bakhin”, beliau menjawab:”Ya Rasulullah itu adalah ungkapan kerinduan saya untuk mati dijalan Allah”, beliau kemudian memakan kurmanya satu sampai 3 butir kemudian ia melemparkan sisanya kemudian berkata:”Demi Allah ini adalah kehidupan yang sangat panjang kalau saya masih sempat memakan sisa dari kurma ini”, dia tidak sabar untuk berjumpa dengan Allah Subhanahu wata’ala.
  2. Ketika terjadi fitnah yang sangat besar atau ujian yang sangat besar sebagaimana salah satu doa yang diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur’an dari para Nabinya:

رَبِّ قَدْ آتَيْتَنِي مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِي مِنْ تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنْتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ

Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta’bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh“. (QS. Yusuf :101).

  1. Ketika seseorang telah merasa aman dari amalannya walaupun kita tidak pernah merasa aman dengan amalan kita namun terkadang Allah menunjukkan dengan isyarat kepada kita berupa kerinduan untuk berjumpa dengan Allah sebagaimana kata Umar Radhiyallahu ‘anhu ketika beliau sudah tua berkata:”Ya Allah kekuatanku sudah mulai melemah, tulangku sudah melemah kemudian rakyatku dan kekuasaanku sudah semakin tersebar”, beliau kemudian takut akan fitnah yang terjadi beliau meminta agar segera dimatikan dan berjumpa dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

3 hal diatas dibolehkan oleh para ulama ketika terjadi dalam keadaan dan kondisi tersebut akan tetapi secara asal tidak dibolehkan jika tidak terpenuhi 3 hal diatas apalagi disebabkan karena sakit yang ia derita atau disebabkan karena alasan-alasan yang tidak masuk akal seperti ketika lamarannya di tolak sehingga ia minta untuk dimatikan atau bunuh diri maka hal ini terlarang.

Oleh karena itu amalkan dan hafal doa yang dianjurkan oleh Rasulullah berikut:

اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتْ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتْ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي

“Ya Allah, berilah aku kehidupan apabila kehidupan tersebut memang lebih baik bagiku dan matikanlah aku apabila kematian tersebut memang lebih baik untukku”. (HR. Al-Bukhari no. 5671 dan Muslim no. 2680).

Bisa juga kita doakan untuk orang lain, misalkan ketika kita melihat orang tua kita sudah tersiksa dengan penyakit yang ia derita maka kita doakan:

Ya Allah jika kematian baginya lebih baik maka mudahkan kematiannya Ya Rabb dan berikan kepadanya husnul khatimah , namun jika kehidupan baginya lebih baik maka panjangkan umurnya dengan kesehatan dan ketaatan kepadamu”.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Rabu, 24 Rabiul Awal 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR