Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam gemetar saat menemui istrinya, Khadijah `alaihassalaam di rumahnya sepulang dari Goa Hira. Pertemuannya dengan Jibril `alaihissalaam pada wahyu pertama membuatnya ketakutan dan bersedih hati.

Dengan penuh cinta Khadijah menyelimuti tubuh beliau, lalu menguatkan hatinya.

“Janganlah engkau takut, Allah senantiasa memuliakanmu. Dia tak akan menghinakanmu, karena engkau penyambung silaturahim, pemikul beban orang yang kesulitan, penyantun orang yang papa, penjamu para tamu serta penolong orang-orang yang berada di jalan kebenaran,” tutur Khadijah.

Kekuatan cinta dan motivasi yang menguatkan merupakan sajian yang tepat untuk suami tatkala dia berada dalam kondisi yang buruk. Bukan melemahkan atau menambah bebannya.

Begitu pula sebaliknya, suami senantiasa menguatkan istri bila tertimpa kesulitan atau semisalnya. Demikianlah potret rumahtangga yang saling menguatkan hubungan.

Penulis: Rosdiana AR,SPd.I.,Lc.,M.Pd.I (Ketua Divisi Muslimah Markaz Imam Malik)

Sumber : harianamanah.com

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR