Kemenangan itu telah dekat jika umat islam telah mencapai rasa keputus asaan. Kemenangan itu telah dekat jika tragedi yang dihadapi ummat islam itu mencapai puncaknya…

Dikatakan kemenangan itu dekat ketika bintang kebathilan semakin memuncak dan semakin kuat, serta memiliki daya cengkramnya…

Dikatakan dekat ketika kelompok-kelompok telah bersatu dan ketika koalisi antara setan-setan manusia untuk menghancurkan orang-orang beriman.

Ketika semua peristiwa itu telah terjadi maka kemenangan itu telah benar-benar dekat. Realita inilah yang benar-benar terjadi dalam perang Ahzab.

Karena ketika berbagai seruan dan himbauan tiada bermakna, dunia telah gelap, dan kekuatan manusia tidak lagi mampu menjangkaunya, dan umat islam mengalami berbagai fitnah dan penderitaan, maka semua cobaan ini tidak akan melemahkan semangat perjuangan umat islam. Atau mendorong mereka merasa tidak berguna lagi. Melainkan peristiwa peristiwa ini harus memberikan optimisme bahwa kemenangan itu telah dekat dan semakin nyata.

Allah telah berjanji akan merealisasikan kemenangan bagi orang yang beriman persatuan dan kesatuan ummat. seorang Mukmin sejati yang melihat adanya persatuan dan kesatuan umat, maka dapat membaca bahwa semua itu merupakan tanda-tanda kemenangan yang dekat.

Hal ini sebagaimana difirmankan Allah Subhanahu Wata’ala.

وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَٰذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ ۚ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا

Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita”. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.(QS. Ahzab: 22).

Kita perlu banyak belajar dalam kondisi di medan Ahzab.
Dalam kondisi perang Ahzab yang mengancam Rasululullah Shallallahu ‘alaihi wasallam membentuk Majelis Syuro. Dari Sistem syuro inilah datang ide dan solusi penggalian parit yang diusulkan oleh seorang yang bukan berasal dari Arab sama sekali, dialah Salman Al-Farisi Radiyallahu anhu yang bergabung pertama kalinya untuk berperang di barisan Islam.

Salman berkata,” Wahai Rasulullah, sesunguhnya kami di wilayah Persia, apabila di kepung maka kami menggali parit”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pun menerima ide tersebut dan para sahabatnya yang lain. Tanpa ragu beliau kemudian memutuskan kesepakatan dan mulai menggali parit.

Proyek penggalian parit merupakan proyek yang sangat besar, hampir dikatakan mustahil dalam jangka waktu yang singkat dan tidak terbayangkan oleh akal biasa sama sekali. Proyek ini merupakan proyek ambisius, sebab parit yang digali mencapai kedalaman 5 meter dan lebar kurang lebih 5 meter dan panjangnya mencapi 12 Kilometer. Jumlah perkiraaan tanah yang ingin di gali mencapai 300.000 meter kubik.

Sedangkan pasukan yang ada di madinah secara keseluruhan hanya mencapai 3000 orang. Tidak mungkin semua orang harus menggali parit, bahkan walaupun kitaasumsikan 3000 orang tersebut menggali parit maka mustahil penggalian parit tersebut dapat diselesaikan dalam waktu 2 Pekan.

Proyek besar ini langsung dipimpin oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Apa yang dirasakan oleh bawahan itulah yang dirasakan oleh pemimpin. Mengenai hal ini, Abu Thalhah Al – Anshari Radhiyallahu anhu berkata,” Pada suatu ketika, kami mengadu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tentang kelaparan yang kami derita hingga kami harus mengganjal perut kami dengan sebuah batu sedangkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri mengganjal perutnya dengan 2 batu. Inilah kepemimpina yang sesungguhnya, apabila rakyat menderita kelaparan, maka pemimpin harus merasakan kelaparan lebih dari mereka.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa memotivasi mereka ketika sedang menggali parit di bawah cuaca panas dan dingin serta kekurangan makanan. Hingga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bermunajat kepada Allah seraya mengucapkan,
Ya Allah, tiada kehidupan kecuali kehidupan Akhirat,
Karena itu, ampunilah kaum Anshar dan Muhajirin.

Kemudian para sahabat menjawab, kami adalah orang yang berbaiat kepada Muhammad.
Untuk berjihad selama kami masih hidup untuk selamanya. Sebagai seorang pemimpin beliau senantiasa memberi motivasi dan harapan kepada para sahabatnya.

Saat itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam kondisi menggali parit sedang membelah batu besar dan sulit di pecahkan, dimana batu tersebut menghalangi kerja para sahabat dalam menggali parit, lalu memegang sekop, maka beliau berkata, “Allahu Akbar,” lalu beliau melepaskan pukulan keras higga membelah 1/3 batu tersebut seraya berkata,” Aku mendapatkan kunci-kunci As-Syam. Demi Allah, sungguh aku benar benar melihat istana-istana Al-hamr (merah) dari tempatku ini.

Lalu beliau mengucapkan, “Bismillah, seraya melepaskan pukulan keras dan membelah 1/3 batu tersebut dan berkata, Allahu Akbar,” Aku mendapatkan kunci-kunci persia. Demi Allah sungguh Aku melihat kota-kota dan istana abyad (putih) dari tempatku ini Setelah itu beliau mengucapkan, “Bismillah,” lalu melepaskan pukulan keras dan membelah batu yang tersisa. Kemudian beliau berkata,” Allahu Akbar” aku mendapatkan kunci-kunci al yaman, sungguh Aku melihat Shan’a dari tempatku ini.

Kabar-kabar gembira ini bukan merupakan ilusi, melainkan ucapan sosok yang tidak pernah berbicara hawa nafsunya, dari janji Allah Azza wa jalla yang tidak pernah mengingkari janji-Nya, dan semua berita itu pun menjadi kenyataan setelah beliau meninggal…
Saudaraku di Syam…kemengan itu TELAH DEKAT.. ALLAHU AKBAR.

=======================

Oleh: Dzulqarnain Iskandar Kandi Hafidzahullah (Kepala Kuttab Imam Malik).

@Ahad, (18 Desember 2016 Masjid Raya Makassar).



Sumber: Khalid bin walid, saifullah Al maslul : Manshur Abdul hakim. Pustaka Kautsar
” Aleppo”
“Kemenangan Telah Dekat”

Kunjungi :
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCIGoaFDkENVOY187i92iRqA

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE : mim.or.id

PIN BBM : D23784F8

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR