Memenuhi undangan dari UKEAD(Yayasan Peduli Al Quds yang bermarkaz di Turki), Ustadzah Rosdiana AR (Ketua Divisi Muslimah Markaz Imam Malik) meninggalkan Indonesia sejak tanggal 17 April 2019 menuju Negeri Sejarah Islam, Istanbul.

Konferensi berlangsung selama 2(dua) hari, 19-20 April 2019, di Hotel Radisson Blu, Istanbul. Dihadiri oleh peserta dari berbagai negara, termasuk para pejuang perempuan Al-Quds.Termasuk dalam rangkaian acaranya; Seminar, Workshop, Diskusi, Penggalangan Dana, dan Haflah yang keseluruhannya bertema “Kulluna Maryam atau We Are All Mary”

Maryam adalah simbolis untuk seluruh wanita di Al-Quds yang tengah berjuang melewati kondisi demi kondisi yang memprihatinkan dari penindasan kaum Yahudi. Mereka adalah ibu, kakak perempuan, adik perempuan, anak perempuan, bahkan nenek perempuan dari generasi pejuang Al-Quds. Sebagian mereka terpaksa keluar dari rumah-rumahnya ikut berjihad, dan sebagian lainnya tertawan di penjara-penjara bawah tanah yang pengap dan menunggu kematian.

Maryam adalah kita, seluruh muslimah di belahan bumi mana pun yang siap berjuang demi Al-Aqsha; Kiblat pertama umat Islam.

Maryam adalah kita yang siap mengulurkan tangan buat maryam-maryam yang ada di Al-Quds. Memberi setitik harapan dan menguatkan cita-cita mereka. Bantuan moril mau pun materi.

Perjuangan mereka adalah perjuangan kita. Sampai Al-Quds kembali bersih dari tangan-tangan Yahudi, laknatullah alaih. Dan semoga muslimah Indonesia, satu dari Maryam-Maryam itu. Karena kita semua adalah Maryam.

Istanbul, 15 Sya’ban 1440 H

Dokumentasi

Bersama Pejuang dan penjaga Al-Aqsha, Ustadzah Hanadi Halawani

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.