بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Seluruh Al-Qur’an memiliki keutamaan dari Allah Subhanahu wata’ala, akan tetapi keutamaannya tidak sama dengan antara ayat yang satu dengan yang lain. Ayat – ayat yang menyebutkan tentang rahmat tentu lebih utama dari pada ayat – ayat yang menyebutkan tentang azab, begitu pula ayat – ayat yang menyebutkan kisah orang-orang yang beriman tentu lebih tinggi kedudukannya dari pada yang menyebutkan tentang keadaan orang – orang kafir.

Membaca Al-Qur’an merupakan bentuk ibadah kepada Allah Subhanahu wata’ala karena Al-Qur’an Kalamullah (firman Allah Subhanahu wata’ala), Al-Qur’an memiliki banyak keutamaan sehingga barangsiapa yang mempelajari, mengamalkan dan mengajarkan Al-Qur’an maka ia akan menjadi mulia disisi Allah Subhanahu wata’ala. Perbedaan antara firman Allah dan perkataan manusia seperti perbedaan antara Allah Subhanahu wata’ala dengan hamba – hambanya.

Ayat kursi adalah merupakan ayat yang sangat agung, merupakan wirid yang diperintahkan untuk kita membacanya ketika tidur yang dengannya kita akan dijaga oleh Allah Subhanahu wata’ala dari gangguan syaithan. Abu Hurairah mengadu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang seseorang yang mengajarkan padanya ayat kursi.

دَعْنِى أُعَلِّمْكَ كَلِمَاتٍ يَنْفَعُكَ اللَّهُ بِهَا . قُلْتُ مَا هُوَ قَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ ( اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ) حَتَّى تَخْتِمَ الآيَةَ ، فَإِنَّكَ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبَنَّكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ فَأَصْبَحْتُ ، فَقَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « مَا فَعَلَ أَسِيرُكَ الْبَارِحَةَ » . قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ زَعَمَ أَنَّهُ يُعَلِّمُنِى كَلِمَاتٍ ، يَنْفَعُنِى اللَّهُ بِهَا ، فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ . قَالَ « مَا هِىَ » . قُلْتُ قَالَ لِى إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ مِنْ أَوَّلِهَا حَتَّى تَخْتِمَ ( اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ) وَقَالَ لِى لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبَكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ ، وَكَانُوا أَحْرَصَ شَىْءٍ عَلَى الْخَيْرِ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « أَمَا إِنَّهُ قَدْ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ، تَعْلَمُ مَنْ تُخَاطِبُ مُنْذُ ثَلاَثِ لَيَالٍ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ » . قَالَ لاَ . قَالَ « ذَاكَ شَيْطَانٌ »

Abu Hurairah berkata:“Wahai Rasulullah, ia mengaku bahwa ia mengajarkan suatu kalimat yang Allah beri manfaat padaku jika membacanya. Sehingga aku pun melepaskan dirinya”, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya:“Apa kalimat tersebut?”, Abu Hurairah menjawab:”Ia mengatakan padaku, jika aku hendak pergi tidur di ranjang, hendaklah membaca ayat kursi hingga selesai yaitu bacaan ‘Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum’. Lalu ia mengatakan padaku bahwa Allah akan senantiasa menjagaku dan setan pun tidak akan mendekatimu hingga pagi hari. Dan para sahabat lebih semangat dalam melakukan kebaikan”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda:“Adapun dia kala itu berkata benar, namun asalnya dia pendusta. Engkau tahu siapa yang bercakap denganmu sampai tiga malam itu, wahai Abu Hurairah?”, “Tidak”, jawab Abu Hurairah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:”Dia adalah syaithan”. (HR. Bukhari no. 2311).

Begitupula kita diperintahkan membaca ayat kursi diwaktu pagi dan petang (sore) yang dengannya kita akan dijaga dari gangguan syaithan, dalil yang menunjukkan hal tersebut, dari sahabat yang mulia Ubay bin Kaab Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya beliau memiliki tempat untuk menyimpan kurma yang telah dikeringkan dan beliau keheranan karena kurma itu sering berkurang padahal tidak ada yang memakannya atau mengambilnya.

Beliau kemudian mengintip atau berjaga dimalam hari sehingga beliau mendapati ada yang mengambil kurma tersebut seperti anak kecil yang baru memasuki usia baligh, beliau kemudian memberi salam kepadanya dan anak kecil ini menjawab salamnya, Ubay berkata:”Siapa anda, apakah anda jin atau manusia.?”, ia menjawab:”Saya adalah seorang jin”, Ubay berkata lagi:”Coba ulurkan tanganmu”, jin itu kemudian menjulurkan tangannya dan Ubay berkata:”Saya melihat tangannya seperti tangan atau kaki seekor anjing dan rambutnya seperti rambut yang ada pada seekor anjing”, Ubay berkata kepadanya:”Beginikah penciptaannya jin”, jin menjawab:”Para jin mengetahui bahwasanya ada yang lebih dahsyat lagi penciptaannya dariku  (lebih buruk)”.

Ubay berkata lagi:”Mengapa engkau datang ditempat ini dan mengambil makanan, jin berkata:”Telah sampai kabar kepada kami bahwasanya engkau senang untuk bersedekah dan berbagi kepada orang lain oleh karenanya kami datang kesini untuk mengambil sendiri karena kami tahu bahwa engkau senang untuk bersedekah”,

Ubay lalu bertanya:”Apa yang bisa menghalangi kalian untuk mengganggu kami,?”, jin menjawab:”Yaitu ayat yang terdapat dalam surah Al-Baqarah (ayat kursi),“Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang”. 

Keesokan hari diwaktu pagi Ubay bin Kaab mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan menyampaikan hal tersebut maka Rasulullah menjawab:”Apa yang dikatakan oleh jin tersebut adalah sebuah kebenaran”. (HR. Thabarani, Imam Hakim, Ibnu Hibban dan dishahihkan oleh Imam Al Bani Rahimahullah dalam shahih targhib).

Hadist diatas menunjukkan keutamaan ayat kursi yang barangsiapa yang mengamalkan untuk membacanya diwaktu sore dan pagi hari maka ia akan dilindungi oleh Allah Subhanahu wata’ala dari gangguan jin, dan hal ini juga menunjukkan luasnya rahmat Allah Subhanahu wata’ala kepada hambanya, semua kita adalah hamba yang lemah sehingga kita berlindung kepada Allah Subhanahu wata’ala yang maha kuat yang segala makhluk ada pada genggamannya, ubun – ubun para jin berada dalam kuasa dan pengawasan Allah Subhanahu wata’ala.

Tidak perlu mencari perlindungan kepada selain Allah yang justru akan merusak aqidah apalagi sampai melakukan kesyirikan dan menggantungkan diri kepada selain Allah Subhanahu wata’ala, seperti jimat atau kepada para tukang sihir dan paranormal. Barangsiapa yang bertawakkal dan menggantungkan dirinya hanya kepada Allah Subhanahu wata’ala maka Allah akan menjaganya dimanapun ia berada.

Salah seorang salaf pernah bertanya kepada muridnya, beliau berkata kepada mereka :”Bagaimana pendapat kalian jika melewati sebuah lorong atau sebuah tempat dan ada seekor anjing yang mengganggu kalian.?”, salah seorang muridnya menjawab:”Kami akan menghalaunya wahai guru kami”,

Syaikh kembali berkata:”Bagaimana jika keesokan hari ia kembali mengganggumu.?”, murid kembali menjawab:”Kami akan kembali menghalaunya”, Syaikh kembali mengulagi pertanyaannya:”Bagaimana jika keesokan hari ia kembali mengganggumu.?”,  muridnya menjawab:”Kami akan menghalaunya lagi”.

Akhirnya Syaikh menasehatinya dengan berkata:”Ini adalah sesuatu yang berbelit – belit, mengapa kalian tidak mendatangi pemiliknya, sampaikan kepadanya bahwa anjing bapak telah mengganggu saya, tolong ikat anjing tersebut”.

Begitulah kita sebagai hamba yang lemah dimana banyak gangguan yang kita takutkan maka kita harus tawakkal kepada Allah Subhanahu wata’ala, minta perlindungan darinya dan barangsiapa yang meminta perlindungan kepada Allah maka tidak akan yang mampu memberi mudharat atau marabahaya kepadanya karena segala yang terjadi merupakan takdir dan keinginan Allah, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ ۚ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Yunus: 107). Jadi kesemuanya adalah merupakan ketentuan dan takdir Allah Subhanahu wata’ala.

Disunnahkan membaca ayat kursi khususnya setelah selesai mengerjakan sholat 5 waktu dan hal ini memiliki keutamaan yang sangat besar, membaca ayat kursi tidak banyak mengambil waktu, hanya dalam hitungan menit kita mampu selesai membacanya, diantara dalil keutamaannya, Dari Abu Umamah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الجَنَّةِ اِلاَّ اَنْ يَمُوْتَ

Siapa membaca ayat Kursi setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (HR. An-Nasai dalam Al Kubro 9: 44. Hadits ini dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, sebagaimana disebut oleh Ibnu Hajar dalam Bulughul Maram). Maksudnya, tidak ada yang menghalanginya masuk surga ketika mati.

Intinya, ayat kursi punya keutamaan yang luar biasa sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut.

عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِى أَىُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ قَالَ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ « يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِى أَىُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ ». قَالَ قُلْتُ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ. قَالَ فَضَرَبَ فِى صَدْرِى وَقَالَ « وَاللَّهِ لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ

Dari Ubay bin Kaab, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai Abul Mundzir, ayat apa dari kitab Allah yang ada bersamamu yang paling agung?” Aku menjawab:”Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qayyum”, Lalu beliau memukul dadaku dan berkata:“Semoga engkau mudah memperoleh imu, wahai Abul Mundzir”. (HR. Muslim no. 810).

 

Ketika seseorang mengamalkan rutin amalan yang sederhana ini sedang Allah maha penolong dan maha pengampun dan maha syakur, maka ia dimasukkan ke dalam surga  insyaAllah.

Oleh karenanya jangan termasuk golongan orang – orang yang meninggalkan amalan ini dan kepada Allah kita meminta taufik karena sekecil apapun amalan yang kita kerjakan jika bukan petunjuk dari Allah Subhanahu wata’ala maka tidak ada yang mampu untuk melakukannya , kita diajarkan sebuah doa, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pada Mu’adz:“Demi Allah, aku sungguh mencintaimu. Aku wasiatkan padamu, janganlah engkau lupa untuk mengucapkan pada akhir shalat (sebelum salam):

اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir/mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu”. (HR. Abu Daud dan Ahmad, shahih).

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Rabu, 26 Safar 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR