Mempelajari sirah nabawiyyah adalah salah satu cabang dari ilmu syar’I yang sangat dibutuhkan atas kita. Dimana pada hari ini, kita lihat banyak hal-hal yang memang membutuhkan pelajaran sirah itu sendiri. Bagaimana banyak sunnah dilalaikan,banyak hal yang diada-adakan,bagaimana adab sangat urgent dalam keseharian kita,ada yang tersalah dan kurang lengkap. ketika memang kita harus merujuk pada sirah atau sejarah dimana Rasulullah Shalallahu ‘alayhi wasallam dan para sahabatnya melakukan hal tersebut, dan kita bisa mengambil pelajaran dari situ.
Ketika kita membuka buku-buku sirah, disitu akan kita temukan bab-bab yang pertama menjelaskan tentang “bagaimana pentingnya mempelajari sirah dan kedudukannya dalam kehidupan kita.”

Keutamaannya yaitu:

  1. Sirah Nabi Shalallahu ‘alayhi wasallam merupakan tolak ukur atau timbangan. Dimana setiap amalan kita bisa diukur keshahihannya, ketepatannya, ataupun penyelewengannya dilihat dari sirah tersebut. Jika saja amalan itu sesuai ajaran rasulullah, maka amalan tersebut diterima. Sebagaimana 2 syarat diterimanya sebuah amalan, yaitu ikhlas dan ittiba’ (mengikuti Rasulullah).
    Dalam mempelajari sirah kita bisa mempunyai referensi atau maraji’, apakah amalan-amalan kita sesuai dengan apa yang dikerjakan Rasulullah Shalallahu ‘alayhi wasallam, jika sudah sesuai maka amalan kita ini sudah sesuai syari’at agama islam. Namun, jika amalan yang kita lakukan ini tidak pernah ada dalam sejarah Nabi, maka tertolak dalam syari’at islam.
  2. Memiliki teladan yang baik.
    Dalam surah Al Ahzab dijelaskan bahwa Rasulullah adalah Uswah hasanah. Karena telah ditetapkan dalam Al-Qur’an, maka kewajiban bagi kita adalah menjadikan Rasulullah teladan utama dalam kehidupan kita yang paling agung. Rasulullah adalah manusia biasa yang telah dipilih oleh Allah menjadi satu diantara nabi dan Rasul Allah, dan memiliki keutamaan. Karena itu, Allah memerintahkan seluruh manusia dan kalangan jin untuk menjadikannya Qudwah (teladan).
  3. Kita akan terbantu memahami Al-Qur’an, lebih lengkap referensi ketika ingin mempelajari kitab Allah. Terlebih ketika kita ingin mengamalkan apa-apa yang ada di dalam Al-Qur’an, karena akhlak Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam adalah Al-qur’an. Semua sisi kehidupan Rasulullah mengikuti Al-qur’an dan mengamalkannya.Kita ridho beliau adalah nabi kita, maka kita menjadikan beliau adalah tauladan, dan mempelajari sirahnya akan melengkapi pemahaman kita tentang ayat-ayat Al-qur’an. Ada ayat-ayat secara umum dalam Al-qur’an, tidaklah kita mengetahui secara khusus atau mendalami kecuali kita membahas sunnah-sunnah / mempelajari sirah.
  4. Akan menambah kecintaan kita terhadap nabi. Karena di setiap lembaran sirah beliau tergambar bagaimana agungnya setiap sisi kehidupan beliau dalam kehidupannya. Bagaimana kita mencintai beliau melebihi cinta kita terhadap orang tua, anak-anak dan manusia seluruhnya. Tidaklah kita dikatakan beriman sampai kita mencintai Rasulullah melebihi dari selainnya. Salah satu cara kita mencintai Rasulullah adalah dengan mempelajari sirah beliau keseluruhan.
  5. Secara keseluruhan, sirah adalah manhaj atau prinsip, aqidah, ibadah, atau aturan-aturan yang sangat agung bagi setiap muslim. Dimana tidak terdapat didalamnya kecuali kebaikan, kemuliaan di dalam kehidupan dunia dan akhirat.
  6. Kita bisa mempelajari generasi yang terbaik yaitu generasi para sahabat. Bagaimana muamalah mereka, ketaatan mereka kepada nabi, pelayanan mereka terhadap islam, ittiba’ mereka kepada nabi, cinta mereka melebihi cinta mereka dari keluarga dan harta-harta mereka, semangat mereka berjihad, semangat mereka menuntut ilmu langsung kepada nabi, adab-adab mereka mencontoh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dari segi perkataan, perbuatan, apa yang nabi perintahkan dan larang.Ini merupakan jalan untuk kita lebih mendekat kepada nabi. Begitu banyak sirah tentang sahabat-sahabat nabi. Salah satu hikmah kenapa Allah memilih nabi dari kalangan manusia bukan malaikat supaya ada persamaan kebiasaan, segi kehidupan yang kita jalani sebagaimana Rasulullah jalani.
  7. Kita bisa memahami agama secara keseluruhan. Bagaimana permasalahan aqidah, ibadah dan fiqh. Karena sirah nabawiyyah tidak hanya bercerita tentang kisah begitu saja, tetapi di dalamnya terkandung pelajaran tentang aqidah, ibadah dan fiqh.Contoh, rasulullah mengatakan “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku Shalat.” Ini adalah pelajaran fiqh. Karena kehidupan nabi seluruhnya adalah pembelajaran tentang agama islam, karena beliau diutus untuk menyampaikan risalah ini.Mempelajari sirah tidak boleh asal-asalan, harus mencari buku-buku (referensi) yang dalilnya sumbernya shahih, dan tidak menyalahkan sejarah yang ada.

 


Sumber: Materi Kajian Online Muslimah MIM oleh Ustadzah Dhee~AR
Artikel Infokom Muslimah MIM

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.