بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Allah berfirman di dalam Al-Qur’an :

أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً ۗ وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلَا هُدًى وَلَا كِتَابٍ مُنِيرٍ

“Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan”. (QS. Luqman: 20).

Allah berfirman:

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. An-Nahl : 18).

Oleh karenanya marilah kita senantisa memanjatkan rasa syukur kehadirat Allah Subhanahu wata’ala yang senantiasa melimpahkan dan mencurahkan kepada kita begitu banyak nikmatnya, dan nikmat yang paling utama bagi seorang muslim adalah hidayah dan petunjuk dari Allah untuk kita  menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya.

Kehadiran kita ditempat ini adalah pembuktian kepada Allah sebagai wujud kesyukuran kita atas nikmatnya, kita tidak terhalangi oleh guyuran hujan untuk mendatangi rumah Allah Subhanahu wata’ala, kita datang ditempat ini untuk mengagungkan namanya, menumpahkan rasa syukur kita kepadanya setelah sebulan penuh kita menjalani ibadah dibulan suci ramadhan, semoga Allah Subhananhu wata’ala mengabulkan segala amal ibadah kita.

Allah berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur”. (QS. Al-Baqarah: 185).

Sholawat dan salam kepada junjungan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, nabi yang diutus untuk membawa risalah, rahmatan lil ’alamain.

Allah mengeluarkan manusia dari segala bentuk penyembahan selain kepadanya untuk menjadi hamba yang mehyembah hanya kepada Allah, untuk dikeluarkan dari sempitnya dunia dan mendapatkan keluasan akhirat dan untuk mendapatkan keadilan dalam agama yang mulia ini, insyaAllah.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillah ilhamd

Selama sebulan penuh kita telah menjalani bulan suci ramadhan dengan berpuasa, qiyam, sedekah, tilawatul qur’an dan berbagai macam amalan dan ketaatan yang lain dan pada hari ini kita menuntaskannya dengan berhari raya yang merupakan simbol kemenangan kita sebagai seorang muslim dan kemenangan kaum muslimin secara umum, di dunia kita mendapatkan balasannya adapun di akhirat ada balasan yang lebih besar telah menanti kita sebagaimana kata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

Bagi orang yang berpuasa akan merasakan dua kebahagiaan: (1) kebahagiaan ketika berbuka, dan (2) kebahagiaan ketika berjumpa dengan Allah“. (HR. Muslim no. 1151).

Kegembiraan ketika dia berbuka dan hari ini disebut dengan idul fitri yaitu kembali berbuka dimana selama sebulan kita tidak makan dan minum, kemudian kegembiraan ketika kita nanti berjumpa dengan Allah Subhanahu wata’ala dihari kemudian dan menadapatkan apa yang dijanjikan oleh Allah berupa ampunan sebagaimana janji Rasulullah:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Allah Subhanahu wata’ala menginginkan kepada kita sekalian menjadi hamba – hamba yang istiqamah berpegang teguh diatas agamanya mengerjakan segala perintahkan dan menjauhi segala larangannya bukan cuma bulan suci ramadhan sebagaimana perintah Allah diakhir surah Al Hijr:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)”. (QS. Al Hijr: 99).

Hal ini diajarkan oleh sahabat yang mulia Abu Bakar Ash Shiddiq ketika telah tiba kematian kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, mendengar kematian Rasulullah ﷺ beliau kemudian bergegas meninggalkan rumahnya untuk membuktikan kebenaran berita tersebut yang menggemparkan penduduk kota Madinah bahkan sampai Umar menghunus pedangnya dan berkata:”Barangsiapa yang mengatakan bahwasanya Muhammad telah meninggal saya akan penggal lehernya sungguh beliau hanyalah seperti Nabi Musa yang pergi berjumpa dengan tuhannya dan akan kembali kepada kita, Umar bin Khattab sangat sedih dengan kematian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam seakan tidak percaya dengan kejadian dan kenyataan tersebut namun tampillah Abu Bakar ash Shiddiq ketika beliau telah tabayyun akan kenyataan meninggalnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam beliau mengecup keningnya Rasulullah seraya berkata:”Sungguh suci hidup dan matimu ya Rasulullah”, kemudian beliau keluar hendak menenangkan kaum muslimin pertama kali yang beliau datangi adalah Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu dan menyuruhnya untuk duduk dan diam namun Umar Radhiyallahu ‘anhu tidak mampu mengendalikan dirinya disebabkan karena kesedihannya yang mendalam.

Abu Bakar Ash Shiddiq kemudian tampil berkhutbah dihadapan kaum muslimin beliau menenangkan mereka dengan firman – firman Allah, Abu Bakar berkata:”Barangsiapa yang menyembah Muhammad maka sungguh Rasulullah Muhammad meninggal dunia dan barangsiapa yang menyembah tuhannya Muhammad maka Allah maha hidup dan tidak akan pernah mati kemudian beliau membaca firman Allah:

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ ۚ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا ۗ وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur”. (QS. Ali-Imran: 144).

Dan ayat inilah yang menenangkan Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu dan pada hari yang mulia ini dan dari mimbar yang mulia ini saya menyampaikan apa yang dikatakan oleh Abu Bakar ash Shiddiq dengan mengatakan:”Barangsiapa yang menyembah bulan suci ramadhan sungguh ramadhan telah pergi meninggalkan kita namun barangsiapa yang menyembah tuhannya ramadhan Allah maha hidup dan tidak akan pernah mati”, tuhan yang kita sembah dibulan ramadhan itupula yang kita sembah dibulan syawal dan bulan –bulan yang lain, Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)”. (QS. Al Hijr: 99).

Bersambung: Khutbah Idul Fitri Sesi 2

Wallahu a’lam bisshowab

Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Senin, 05 Rabiul Akhir 1441 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.