بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Syarat taubat:

Yang pertama adalah ikhlas karena Allah, Kedua segera tinggalkan perbuatan dosa itu, ketiga menyesali apa yang pernah kita lakukan, ke empat bertekad untuk tidak mengulanginya lagi, kelima sebelum waktunya ditutup

Kapan waktu taubat ditutup oleh Allah:

Yang pertama ketika kematian datang menjemput kita, ketika nyawa telah sampai di kerongkongan maka pada saat itulah pintu taubat ditutup oleh Allah, oleh karenanya ketika Jibril menceritakan kepada Rasulullah tentang kisah kematiannya fir’aun yang ditenggelamkan dilautan, Jibril berkata:”Wahai Muhammad ketika fir’aun ditenggelamkan dilautan saya bercepat – cepat ke dasar lautan menyumpal mulutnya dengan pasir karena saya khawatir jangan sampai dia mendapatkan rahmat dari Allah dan diampuni oleh Allah”, karena Jibril tahu ampunan Allah sangat luas, namun fir’aun mati dalam keadaan kufur, karena baru bertaubat ketika nyawa telah sampai pada kerongkongannya, sebagaimana yang Allah abadikan di dalam Al-Qur’an:

قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ , رَبِّ مُوسَىٰ وَهَارُونَ

“Mereka berkata: “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam,”(yaitu) Tuhan Musa dan Harun”. (QS. Al-A’raf: 121-122).

Allah menjawabnya dengan berfirman:

آلْآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ

“Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan”. (QS. Yunus: 91).

Pintu taubat telah ditutup untuknya, oleh karenanya berhati – hatilah jama’ah ied rahimakumullah dari 2 senjata syaithan, yang pertama: syaithan datang kepada orang pendosa dan berkata:”Sudah terlanjur, tidak mungkin dosamu diampuni lagi oleh Allah, kesalahanmu sangat banyak, teruskan saja”, hati –Hati, Allah telah menjawab di dalam Al-Qur’an:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Az-Zumar: 53).

Ulama kita mengatakan:”Barangsiapa yang mengira ada dosa yang melebihi besarnya ampunan dan rahmat Allah maka ini adalah berburuk sangka kepada Allah Subhanahu wata’ala”.

Yang kedua: Jangan menunda – nunda taubat, jangan berkata:”Nanti saya bertaubat setelah saya menunaikan ibadah haji, saya bertaubat setelah saya memasuki usia 60 tahun, jangan tertipu dengan masa muda kita, jangan tertipu dengan kesehatan kita, jangan tertipu dengan apa yang kita miliki dari harta benda dan kemewahan karena sesungguhnya kematian akan senantiasa mengintai kita, persiapkan diri kita sebelum menghadap kepada Allah Subhanahu wata’ala, dalam syair arab dikatakan:

تَزَوَّدْ مِنَ التَّقْوَى فَإِنَّكَ لاَ تَدْرِي***  إِذَا جَنَّ لَيْلٌ هَلْ تَعِيْشُ إِلَى الْفَجْرِ

Berbekallah ketakwaan karena sesungguhnya engkau tidak tahu, jika malam telah tiba apakah engkau masih bisa hidup hingga pagi hari

وَكَمْ مِنْ صَحِيْحٍ مَاتَ مِنْ غَيْرِ عِلَّةٍ *** وَكَمْ مِنْ عَلِيْلٍ عَاشَ حِيْناً مِنَ الدَّهْرِ

Betapa banyak orang yang sehat kemudian meninggal tanpa didahului sakit, dan betapa banyak orang yang sakit yang masih bisa hidup beberapa lama

فَكَمْ مِنْ فَتًى أَمْسَى وَأَصْبَحَ ضَاحِكًا *** وَقَدْ نُسِجَتْ أَكْفَانُهُ وَهُوَ لاَ يَدْرِِي

Betapa banyak pemuda yang tertawa di pagi dan petang hari, padahal kafan mereka sedang ditenun dalam keadaan mereka tidak sadar

وَكَمْ مِنْ صِغَارٍ يُرْتَجَى طُوْلُ عُمْرِهِمْ *** وَقَدْ أُدْخِلَتْ أَجْسَامُهُمْ ظُلْمَةَ الْقَبْرِ

Betapa banyak anak-anak yang diharapkan panjang umur, adahal tubuh mereka telah dimasukkan dalam kegelapan kuburan

وَكَمْ مِنْ عَرُوْسٍ زَيَّنُوْهَا لِزَوْجِهَا *** وَقَدْ قُبِضَتْ أَرْوَاحُهُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ

Betapa banyak mempelai wanita yang dirias untuk dipersembahkan kepada mempelai lelaki, padahal ruh mereka telah dicabut tatkala di malam lailatul qodar.

Kematian rahasia ilahi tetapi itu adalah sesuatu yang pasti, persiapkan diri kita karena kematian bukan akhir dari segalanya bahkan dia adalah awal dari kehidupan akhirat dimana kita akan kembali ketempat yang sebenarnya dikampung akhirat, kata Allah:

فَرِيقٌ فِي الْجَنَّةِ وَفَرِيقٌ فِي السَّعِيرِ

Segolongan masuk surga, dan segolongan masuk jahannam”(QS. Asy-Syura: 7)

Semoga ibadah – ibadah yang kita kerjakan dibulan suci ramadhan Allah kembali membersihkan dan mensucikan diri – diri kita, olehnya setelah ini jangan lagi kita menodainya, mari kita membuka lembaran baru dengan Allah Subhanahu wata’ala berlalunya tahun demi tahun bertanda bahwasanya jatah umur yang Allah Subhanahu wata’ala berikan semakin berkurang, Ibnu Qayyim Rahimahullah berkata:”Orang yang paling celaka adalah orang yang semakin dekat tujuannya atau alamat yang hendak ia tiba namun tersesat dan tidak tahu jalan“.

Di hari yang mulia ini pula setelah kita memperbaharui hubungan kita dengan Allah mari kita memperbaharui kembali hubungan kita kepada sesama manusia, di hari yang fitrah ini kita kembali suci, kita kembali seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya insyaAllah, jangan menahan amalan sholeh yang telah kita kerjakan di bulan yang mulia ini dengan terus menerus saling membelakangi atau saling bombe dengan saudara kita, dengan tetangga kita atau dengan kerabat kita karena Allah berkata kepada para malaikatnya:

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا.”

Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan:”Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengam-punan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai”. (Shahih Muslim (IV/1987) Kitabul Birr was Sihilah wal Aadaab).

Dunia ini sangat hina untuk merusak hubungan diantara kita jamah ied rahimakumullah

………………………………………………

Wallahu a’lam bisshowab

Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Rabu, 07 Rabiul Akhir 1441 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.