بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Mari kita saling memaafkan antara yang satu dengan yang lain dan Allah senang memaafkan hamba – hambanya yang memiliki sifat pemaaf, olehnya balasan sesuai dengan amal perbuatan, di dalam Al-Qur’an Allah berfirman:

وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

”Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. An-Nur : 22).

Siapa yang memaafkan saudaranya maka dosanya juga akan diampuni oleh Allah Subhanahu wata’ala terutama yang masih ada hubungan kekerabatan apalagi kepada orang yang paling berjasa dalam kehidupan kita yaitu kedua orang tua kita, jangan sampai ada yang sudah setahun lamanya tidak pernah menziarahi orang tuanya atau memutuskan tali silaturrahim kepada mereka.

Tidak ada keberkahan kepada seorang anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya bahkan dosa yang dipercepat di dunia sebelum hukuman diakhirat adalah durhaka kepada kedua orang tua dan barangsiapa yang durhaka kepada kedua orang tuanya maka tungguhlah kelak anaknya juga akan durhaka kepadanya, oleh karenanya Allah Subhanahu wata’ala memerintahkan kita untuk berbakti kepada mereka terutama ketika orang tua sudah memasuki usia senja:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil“. (QS. Al-Israa’ : 23-24).

Terkadang ada anak muda lagi asik main game kemudian dia disuruh sama ibunya untuk beli sesuatu di warung ia kemudian berkata:”Ah kita lagi yang disuruh, kita terus yang disuruh“,  hati-hati ini bagian dari durhaka kepada kedua orang tua, dengan berkata “Ah” saja diharamkan apalagi jika menghardiknya, kita mendengar berita ada yang menggugat kedua orang tuanya, ada yang mengusir kedua orang tuanya dari rumahnya dan yang lebih celaka lagi adalah seorang lelaki yang durhaka kepada kedua orang tuanya disebabkan karena istrinya dan sebaliknya jama’ah ied rahimkumullah istri yang terbaik adalah yang membantu suaminya untuk berbakti kepada kedua orang tuanya dan suami yang terbaik yang membantu istrinya untuk berbakti kepada kedua orang tuanya.

Nabi pernah berkata kepada salah seorang sahabat:”Kamu dan hartamu milik kedua orang tuamu”, jangan pernah merasa berjasa pada kedua orang tua kita karena sama sekali kita tidak mampu membalas jasa – jasa mereka, adapun bagi kita yang telah meninggal kedua orang tuanya doakan mereka agar kuburnya dilapangkan oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Dengan demikian kita telah menyempurnakan hari raya yang mulia ini setelah kita berpuasa sebulan penuh dengan kembali memperbaharui hubungan kepada Allah dan kepada manusia, saya ingatkan setelah berpuasa selama sebulan penuh dibulan suci ramadhan disunnahkan bagi kita untuk berpuasa 6 hari dibulan syawal, boleh berturut – turut dan boleh berpisah – pisah selama kita menghitung 6 hari dibulan syawal apa keutamaannya, Nabi bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh“. (HR. Muslim).

Diujung khutbah ini marilah kita bersunyi diri dan senyap hati menengadahkan penuh ratap dan penuh harap kepada Allah Azza wajalla, memohon dalam doa yang dipenuhi harapan kebaikan dunia dan akhirat.

Doa

Kamilah sekumpulan hambamu yang penuh dengan kehinaan dalam diri kami, tiadapun yang dapat kami sombongkan, durhaka kami yang tak henti – henti, maksiat kami yang terus terjadi siang dan malam, kelalaian kami kepadamu terus berulang semuanya tidak luput dari pengawasan dan pengetahuanmu, ya Allah nafsu kami terus membakar tapi kami sungguh – sungguh takut pada azab dan siksa nerakamu, ya Allah maka kepada siapa lagi kami mengadu dosa dan mengadu diri, diri ini sangat rindu kepadamu ya Allah, engkaulah Rabb kami, hanya engkaulah yang kami ibadahi, engkau sang maha pengampun maka ampunilah segala dosa dan maksiat kami ya Allah,

Ya Rabbana dalam kehinaan yang tiada tara ini kami bersimpuh padamu, ya Allah kami memohon liputilah ayah bunda kami dengan keberkahan tiada henti selama hidup dunia dan akhirat mereka, limpahkan kebahagiaan dalam hidup mereka, berkahi sisa usia mereka dalam ibadah dan ketaatan kepadamu ya Allah, ampunilah segala kedurhakaan dan ketidakpedulian kami kepada mereka, berikan kami kesempatan untuk mengukir bakti – bakti terbaik kami kepada mereka disepanjang hayat kami ya Allah.

Ya Rabbana indonesia yang engkau titipkan kepada kami sedang mengalami dan melewati hari – hari yang sungguh mengkhawatirkan kami, negeri yang engkau merdekakan dengan rahmat mu ini dengan sangat terang benderang telah menjadi sarang tangan – tangan khianat yang keji yang tidak ragu untuk merampas kemerdakaan kami demi memuaskan nafsu rakus dan tamak mereka, maka pada hari ini kami memohon kepadamu ya Allah dengan segala maha keperkasaan mu, dengan segala maha kebesaranmu atas nama semua hambamu yang terdzalimi hancurkan tangan – tangan khianat itu bersama tangan – tangan mereka tenggelamkan tangan – tangan khianat itu bersama dengan seluruh pendukungnya.

Ya Rabbana karuniakanlah negeri kami dan negeri – negeri kaum muslimin para pemimpin yang selalu takut hanya kepadamu dan sayang kepada kami, yang memimpin kami dengan keadilan, yang dengan izinmu ya Allah membawa negeri ini kepada kemakmuran yang engkau ridhai.

Ya Rabbana dengan kasihmu yang maha luas, dengan kuasamu yang maha perkasa kami memohon dengan sepenuh jiwa hadirkanlah pertolongan dan kemenanganmu kepada saudara – saudara kami yang sedang berjihad dan menegakkan kedaulatan mereka dipalestina dan surya serta wilayah manapun dibumi mu ini ya Allah.

Ya Rabbana karuniakan rahmat dan keberkahanmu yang tak bertepi kepada para ulama, para ustadz, para guru dan kepada siapa saja yang telah mengantarkan kebaikan dan kesholehan kepada kami, kepada para ulama dan ustadz yang tak pernah jenuh menasehati kami, kepada guru – guru mengaji kami yang menuntun lisan – lisan ini untuk mengeja ayat – ayat mu, kasihani mereka dan keluarga mereka pertemukan kami kembali di dalam karunia dan rahmatmu yaitu di dalam surga firdaus.

Ya Rabbana engkaulah yang mengabulkan doa ini tidak ada yang lain selain engkau maka kabulkanlah ya Allah, kabulkanlah ya Allah.

………………………………………………

Wallahu a’lam bisshowab

Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Kamis, 08 Rabiul Akhir 1441 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.