بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Makar Kaum Nabi Sholeh 

Suatu hari kaum Nabi Sholeh ‘Alaihissalam melihat dakwah Nabi Sholeh sangat sulit untuk dibendung, mereka melancarkan siasat yang keji untuk mempermalukan Nabi Sholeh dengan cara memanggil Nabi Sholeh dan berkata:”Engkau menginginkan kami agar beriman kepada apa yang engkau bawa.?”, Nabi Sholeh mengatakan:”Iya”,

Mereka berkata:”Bisa wahai Sholeh, tapi dengan satu syarat.?”, Sholeh bertanya :”Apa Syaratnya.?”, mereka berkata:”Keluarkan kepada kami suatu tanda mujizat yang engkau bawa”,

Sholeh bertanya:”Apa yang engkau inginkan.?”, mereka berkata:”Coba keluarkan dari batu yang besar ini seekor unta yang bunting wahai Sholeh”.

Mereka mempermalukan Nabi Sholeh dihadapan kaumnya begitu halnya dengan orang – orang Quraisy yang berusaha mencari pertanyaan untuk mempermalukan Nabi  Shallallahu ‘alaihi wasallam, sampai mereka berangkat ke madinah bertanya kepada orang – orang  yahudi yang telah membaca kitab taurat, orang yahudi berkata:”Tanyakan kepada Muhammad 3 hal:

  1. Tanyakan kepadanya tentang seorang raja yang berkeliling dunia timur dan barat
  2. Tanyakan kepadanya pemuda – pemuda yang tertidur didalam gua selama ratusan tahun
  3. Tanyakan kepadanya tentang Ruh

Jika ia bisa menjawab 3 hal ini maka dia seorang Nabi akan tetapi jika ia tidak mampu menjawab maka ia adalah seorng pendusta”,

Mereka kemudian kembali ke kota makkah untuk menanyakan kepada Nabi  Shallallahu ‘alaihi wasallam dan Nabi pada waktu itu belum ada wahyu yang turun untuk menjelaskan pertanyaan mereka, karena Nabi tidak bisa menjawab beliau berkata:”Saya jawab besok”, besoknya dia kembali untuk meminta jawaban kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, karena wahyu tidak kunjung turun Rasulullah berkata:”Besok saya jawab”, akhirnya berlalu beberapa hari dan mereka bergembira dan menyebarkan berita dusta dengan berkata :”Muhammad tidak menjawab pertanyaan kami, dia pendusta dan pembohong”,

Dan ketika mereka datang lagi, Rasulullah berkata:”Saya akan jawab besok insyaAllah”, ketika keesokan hari ia kembali kepada muhammad, maka turunlah firman Allah Subhanahu wata’ala:

وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَٰلِكَ غَدًا إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ ۚ وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَىٰ أَنْ يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَٰذَا رَشَدًا

Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi, kecuali (dengan menyebut): “Insya Allah”. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini“. (QS. Al Kahfi : 23-24).

Pertanyaan mereka tentang Ashhaabul kahfi yang tidur selama ratusan tahun dalam gua dengan Dzulkarnain seorang raja yang berkeliling dunia dari timur ke barat dijawab oleh Allah Subhanahu wata’ala dalam surah Al Kahfi, adapun pertanyaan mereka tentang Ruh dijawab oleh Allah dalam surah Al Isra ayat 85.

Mu’jizat Nabi Sholeh

Nabi Sholeh mengatakan:”Jika saya mampu memenuhi permintaan kalian apakah kalian akan beriman dan mentauhidkan Allah”, mereka berkata:”Benar, wahai Sholeh”, Nabi Sholeh lalu mengerjakan sholat akhirnya tiba-tiba ia melihat batu terbelah maka keluarlah darinya seekor unta yang sementara bunting, Sholeh berkata sebagaimana dalam firman Allah Subhanahu wata’ala:

وَيَا قَوْمِ هَٰذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ آيَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ قَرِيبٌ

Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat“. (QS. Hud : 64).

Nabi Sholeh memulai mujizatnya dengan mengerjakan sholat terlebih dahulu, oleh karenanya orang – orang sholeh senjata mereka adalah sholat, Malaikat memberi kabar gembira kepada zakaria ketika beliau sholat didalam mihrabnya Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَىٰ لَمْ نَجْعَلْ لَهُ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا

Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia“. (QS. Maryam:7).

Begitupula dengan karomah yang diberikan kepada Maryam, setiap kali zakaria masuk ke dalam mihrab tempat sholat Maryam beliau mendapati rezeki berupa buah-buahan.

Kata ulama tafsir:”Buah-buahan yang semestinya ada dimusim panas namun beliau konsumsi dimusim dingin dan semestinya dikonsumsi dimusim dingin namun beliau konsumsi dimusim panas, zakaria kemudian heran dan berkata kepada maryam:”Dari mana ini”, beliau berkata:”Ini dari Allah Subhanahu wata’ala”.

Yunus ketika masuk dalam perut ikan dan menyadari dirinya masih hidup beliau kemudian langsung sholat, begitu juga dengan Nabi Ibrahim ketika istrinya sarah dibawa kepada raja yang dzalim dimesir pada waktu itu, setiap kali raja ini menjulurkan tangannya untuk menyentuh istri Nabi Ibrahim, tangannya langsung menjadi kaku hal ini berlangsung selama 3 kali, akhirnya raja mengatakan:”Kembalikan ia kepada temannya, setelah dikembalikan kepada Ibrahim dan menceritakan kepadanya tentang yang ia alami ketika dibawa kepada raja yang dzalim, Ibrahim berkata:”Setelah engkau pergi sampai kembali saya terus mengerjakan sholat”,

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pada perang badar beliau masuk ke dalam tendannya mengerjakan sholat dan berdoa kepada Allah dengan berkata:”Yaa Rabb jika mereka kalah maka engkau tidak akan disembah selamanya”, hingga membuat selendang beliau terjatuh dan Abu Bakar mengambil selendang beliau dan berkata:”Cukup yaa Rasulullah”,

Oleh sebab itu selama sholat masih bersama dengan kita, jangan bersedih sebesar apapun masalah yang kita hadapi, Allah akan memberi solusi dan jalan keluar, maka mengadulah kepada Allah Subhanahu wata’ala dalam sholat.

Kaum Nabi Sholeh menyaksikan mukjizat unta yang keluar dari batu namun mereka tidak beriman kepada Nabi Sholeh bahkan mereka semakin sakit hati kepada Nabi Sholeh, mereka kemudian melancarkan siasat yang lain.

Berlanjut (Kisah Nabi Sholeh Sesi 3).

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Kamis, 16 Dzulhijjah  1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR