Kisah bukan cerita yang dibuat-buat ataupun dongeng. Kisah merupakan metode pendidikan yang efektif, menyenangkan dan menyentuh hati untuk menumbuhkan keimanan. Manfaat kisah luar biasa, ia masuk di dalam hati dengan sangat halus. Nasehat yang begitu mudah untuk selalu diingat. Teguran yang tidak menyakiti. Bukan hanya anak-anak yang betah mendengarkan kisah, bahkan orang tua pun menikmatinya.

Allah azza wa jalla menjadikan sepertiga dari isi kitabnya adalah kisah, hal ini seperti yang dijelaskan oleh Imam As Suyuthi rahimahullah. Kisah di dalam Al Qur’an berisi kebenaran, Allah azza wa jalla berfirman di dalam surah Yusuf ayat 111:

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”.

Al Qur`an membawakan banyak sekali kisah, baik berkenaan dengan perjalanan para Nabi dan Rasul juga berbagai peristiwa yang terjadi antara mereka dengan orang-orang yang beriman maupun orang-orang yang kafir. Juga berkenaan  dengan kisah sejumlah orang atau kelompok, seperti kisah Maryam, Luqman, Dzulqarnain, Qarun, pemuda Al Kahfi, tentara gajah, orang-orang yang dilemparkan ke dalam parit api dan kisah-kisah lainnya.

Mari merenungkan bersama mengapa Allah menjadikan porsi kisah dalam Al Qur’an sangat banyak. Tentu bukan suatu yang sia-sia karena tidak ada yang sia-sia di dalam Al Qur’an. Tentu ini adalah sebuah pelajaran yang sangat besar dan sekaligus membawa pesan bahwa hendaknya kita memberikan waktu yang banyak untuk pengajaran kisah.

Sangat menarik apa yang dijelaskan oleh Ustad Budi Ashari hafidzahullah di dalam tulisannya, beliau mengatakan “Menariknya lagi adalah kisah umat terdahulu dalam Al Qur’an dikisahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam di fase Mekah. Manna’ Al Qaththan dalam Mabahits fi ‘ulum Al Qur’an menyebutkan salah satu ciri surah Makkiyah adalah setiap surat yang di dalamnya terdapat kisah para Nabi dan umat terdahulu, maka itu adalah Makkiyah kecuali surah Al Baqarah”.

Beliau melanjutkan “Ilmu ini sangat bermanfaat bagi kita. Itu artinya, jika kurang lebih Al-Qur’an turun selama 23 tahun dengan pembagian Mekah dan Madinah. Sementara Al Qur’an turun di Mekah lebih lama dari pada di Madinah; yaitu selama 13 tahun. Dan seluruh kisah umat terdahulu semuanya turun di Mekah. Sedangkan kisah adalah sepertiga Al Qur’an. Maka, ini menguatkan bahwa Mekah adalah fase yang sangat banyak terdapat kisah padanya. Kita semua tahu bahwa Mekah adalah fase pembentukan pondasi umat. Saat mereka memulai mengenal Islam, maka penguatan pondasi Aqidah dan Akhlak sangat efektif dengan menggunakan kisah. Sebagian besar keperluan dan permasalahan yang terjadi di Mekah, panduannya dengan kisah menarik.”

Salah satu kemunduran umat islam hari ini adalah karena meninggalkan pengajaran kisah atau pengajaran sejarah. Bukankah orang-orang yahudi selalu bangga dengan sejarah atau kisah para Nabi dan sejarah kebesaran mereka? Bukankah orang-orang yunani sangat bangga dengan sejarah peradaban mereka? Bukankah orang-orang india bangga dengan sejarah ketuhanan mereka?

Sebagai akhir dari tulisan ini kami sampaikan “Mari Berkisah”. Wallahu Alam

Ya Rabb Bimbinglah Kami

Zulqadri Ramadhan, S.Pd

(Manajer Kuttab Imam Malik)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR