Kisah ini dialami oleh seorang gadis dari Amman. Ia tinggal di Amman. Dan orang-orang yang mengisahkan kisah ini adalah orang yang paling dekat dengannya dan merupakan anggota keluarganya…

Kisah ini dimulai ketika seorang pemuda Yordania menikah dengan seorang wanita asing. Wanita itu tetap memeluk agama Kristennya, meskipun ia tetap mengikuti suaminya untuk tinggal di Amman. Pria itu adalah orang yang mempunyai kedudukan dan kekayaan. Mereka mendapatkan karunia beberapa orang anak, namun sayangnya mereka sangat membutuhkan bimbingan…

Ini adalah kisah yang menyedihkan, karena menuturkan tentang sebuah kenyataan…kenyataan tentang salah seorang putri dari pria ini…Nama putri itu adalah Malak. Tidak ada yang lebih baik dari itu, karena memang ia telah menjadi seorang “Malak” (penguasa)…Malak hidup dengan penuh kenyamanan. Ia dapat memiliki semua yang diimpikan oleh seseorang…

Mereka mempunyai sebuah rumah yang besar. Harta yang berlimpah. Banyak mobil dan berbagai model pakaian…dan semua yang terlintas dalam pikiran…Dalam banyak kesempatan, ia dapat melakukan apa saja yang ingin ia lakukan…Ayahnya terlalu banyak bepergian, sementara sang ibu sama sekali tidak layak disebut sebagai seorang ibu…Gadis itu akhirnya kehilangan kasih sayang…

Ia sangat menginginkan dapat menemukan seseorang yang mau mendengarnya dan menghabiskan waktu bersamanya…orang yang dapat memahaminya dan dapat ia percaya. Ia merasakan sebuah perasaan yang aneh yang belum pernah ia rasakan sebelumnya…Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasakan hidupnya tidak bermakna dan berarti…Ia hanya selalu mencari tempat yang menenangkannya…Ia membenci segala sesuatu yang dahulu pernah ia nikmati…Ia membenci musik…membenci rumah dan hartanya…pakaian-pakaiannya…keluarganya…semuanya…Ia membenci segalanya karena tidak memberinya apa-apa selain kesengsaraan dan kehampaan…

Ia pergi untuk beristirahat di kamarnya…namun ia menemukan semua gambar dan tempelan itu mengelilinginya…Ia mulai merobek-robek gambar-gambar itu…Ia mulai merasa lelah…tapi ia telah menumpahkan semua yang ada dalam hatinya. Dan sekarang tibalah waktu shalat. Ia pergi ke ruang tamu karena ketenangannya untuk menunaikan shalat…Ia ingin sekali mengerjakan shalat…tapi ia tidak mengetahui bagaimana!! Ia pergi ke kamar mandi dan mandi, karena ia sama sekali tidak mengetahui cara berwudhu!!

Kemudian ia berdiri di atas sejadah yang biasa digunakan oleh mendiang neneknya…Ia tidak tahu apa yang akan ia lakukan…Namun ia menemukan dirinya sujud di atas sejadah sambil menangis dan berdoa kepada Allah…Ia berada dalam kondisi itu hampir selama 1 jam. Ia menumpahkan semua isi hatinya kepada Sang Penciptanya…Ia merasa tenang…Tapi ada yang lebih dari itu…

Lalu ia teringat pada pamannya yang sejak lama tidak pernah ia lihat lagi…disebabkan lemahnya hubungan kekeluargaan…Dialah yang dapat membantunya…Ia memutuskan untuk mendatangi sang paman, namun ia tidak mendapatkan pakaian yang layak untuk melakukan kunjungan itu…Semua pakaiannya hanya menampakkan kecantikan tubuhnya…Pada saat itu, ia teringat bahwa bibinya pernah menghadiahkan sebuah jubah dan hijab serta sebuah al-Qur’an kepadanya…Ia mengenakan pakaian yang layak untuk kunjungan ini, lalu memanggil supir neneknya untuk mengantarnya ke rumah sang paman…

Ketika ia mengetuk pintu, istri pamannya keluar. Dengan segera ia menghempaskan tubuhnya ke pelukan wanita itu sambil menangis…Isti sang paman pun memahami apa persoalannya…Lalu pamannya muncul, dan ia melakukan hal yang sama…Pada mulanya sang paman tidak mengenalinya…namun ia mulai menenangkannya saat ia mengetahui bahwa itu adalah putri saudarinya. Ia pun mulai berbicara dengannya…Di kemudian hari, Malak mengatakan bahwa inilah pertama kalinya ia merasakan kasih sayang, cinta dan perhatian…

Kemudian ia meminta kepada salah seorang putri pamannya itu untuk mengajarkannya bagaimana mengerjakan shalat dan wudhu serta hal lain yang berkaitan dengan agama…Ia meminta mereka untuk tidak mengganggunya dulu. Tidak lama kemudian ia bertanya kepada pamannya: berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghafal al-Qur’an? Sang paman menjawab: “Lima tahun.” Jawaban itu membuatnya sedih… “Mungkin aku sudah mati sebelum berhasil menyelesaikan 5 tahun itu,” ujarnya.

Tapi ia tetap memulai perjalanannya itu…Ia mulai menghafalkan al-Qur’an…Malak sungguh bahagia dengan gaya hidupnya yang baru itu…Ia benar-benar merasa begitu tenang…Dan setelah berlalu 2 bulan…barulah ayahnya sadar bahwa putrinya selama ini tidak lagi ada di rumah!! Ayah macam apa ini?? Ia kemudian pergi ke rumah saudaranya untuk mengambil putrinya, namun sang putri menolak…Lalu akhirnya sang putri sepakat untuk tinggal di rumah kakeknya untuk menyelesaikan perselisihan itu…

Dan akhirnya, Malak berhasil mewujudkan impiannya menghafal al-Qur’an…tapi bukan dalam 5 tahun…bukan pula 3 tahun…atau satu tahun…tapi dalam 3 bulan!!!

Subhanallah, semangat dan tekad macam apa ini?!! Ya, ia berhasil menghafalkan al-Qur’an dalam 3 bulan…kemudian mereka memutuskan untuk merayakan keberhasilan ini dan mengundang semua keluarga untuk hadir…Semuanya sangat gembira dan bahagia…Dan saat mereka tiba…orang di rumah mengatakan bahwa ia sedang mengerjakan shalat di kamarnya…Mereka menunggu dan menunggu…sudah terlalu lama namun ia belum juga keluar! Mereka memutuskan untuk masuk menemuinya di kamar…

Dan mereka menemukannya terlentang di atas sejadah shalatnya sambil mendekap al-Qur’an al-Karim dengan kedua tangannya…Ia telah meninggalkan kehidupan ini…Ia meninggalkan kehidupan ini dengan mendekap al-Qur’an di dekat hatinya yang telah menghafalkan ayat-ayatnya…Semuanya sangat terkejut…Mereka akhirnya memutuskan untuk memandikan, mengafani dan menyalatkannya…Mereka segera menghubungi ayahnya…

Malak sendiri telah berpesan kepada kakeknya untuk menolak kehadiran ibunya jika ia belum mengubah agamanya menjadi Islam…Tidak lama kemudian, saudara-saudarinya pun hadir…Mereka mulai memandikannya…Itu untuk pertama kalinya mereka memandikan jenazah…dan mereka merasa seperti ada yang membantu mereka memandikannya, tapi tidak tampak! Mereka segera menyiapkan kain kafan…dan ketika mereka akan mengafaninya, kain kafan itu entah ke mana…Mereka berusaha mencarinya, namun tidak menemukannya!

Mereka masih berusaha mencarinya, namun tidak berhasil menemukannya. Mereka hanya menemukan sebuah kain berwarna hijau di sudut rumah yang menghembuskan aroma wangi yang sangat harum…Mereka tidak menemukan selain kain itu untuk mengafaninya…Dan ketika mereka menyalatinya, ada 6 orang pria berpakaian hijau pula yang ikut menyalatinya…Mereka sama sekali bukan anggota keluarga, dan mereka menghilang setelah Malak dikebumikan! Tidak ada satu pun yang tahu siapa mereka, dari mana mereka dan ke mana mereka pergi…Namun tidak diragukan lagi bahwa mereka adalah para malaikat dari sisi Allah, diutus untuk memperlakukan jenazahnya sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah…

 

***

Alih bahasa:
Muhammad Ihsan Zainuddin
Pembina http://KuliahIslamOnline.com
Sumber:  al-Mausu’ah al-Kubra li al-Qashash al-Mu’atstsirah li al-Fatayat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.