بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Marilah senantiasa mencatatkan amalan kita terhadap hal yang baik – baik karena semuanya akan kita baca pada hari kemudian, Allah Subhanahu wata’ala berfirman dalam surah Al -Isra ketika catatan amalan dibentangkan kemudian dikatakan kepada manusia:

اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا

“Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu”. (QS. Al-Isra: 14). Jadi semua yang kita lakukan dan kerjakan tertulis disisi Allah, kata Allah pada hari kiamat nanti setiap jiwa akan datang menghadap kepada allah,

وَكُلُّهُمْ آتِيهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَرْدًا

“Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri”. (QS. Maryam: 95). Semua yang dilangit dan dibumi akan datang kepada Allah sebagai hamba:

وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ أَسَاءُوا بِمَا عَمِلُوا وَيَجْزِيَ الَّذِينَ أَحْسَنُوا بِالْحُسْنَى

“Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga)”. (QS. An-Najm: 31).

Pada hari itu tidak ada lagi yang bisa datang dengan kekuasaannya, dengan harta bendanya bahkan Nabi menyebutkan ada orang yang paling makmur hidupnya dulu di dunia nanti dihari kiamat ketika dibangkitkan dia hanya seperti benih yang kecil di injak – injak oleh orang, dalam surah Qaf semua jiwa akan datang kepada Allah dan bersamanya malaikat yang menggiringnya,

وَجَاءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَعَهَا سَائِقٌ وَشَهِيدٌ

“Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang malaikat penggiring dan seorang malaikat penyaksi”. (QS. Qaf: 21).

Ada yang mengawalnya ditambah lagi tidak ada tempat sembunyi, allah berfirman didalam Al-Qur’an:

يَوْمَ تُبَدَّلُ الأرْضُ غَيْرَ الأرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ

“(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit”(QS. Ibrahim : 48) dijelaskan dalam hadist Nabi:

يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى أَرْضٍ بَيْضَاءَ عَفْرَاءَ كَقُرْصَةِ النَّقِيِّ لَيْسَ فِيهَا عَلَمٌ لِأَحَدٍ

“Pada hari kiamat kelak, manusia akan dikumpulkan di bumi yang sangat putih berbentuk bulat pipih dan datar tidak ada tanda (bangunan) milik siapapun di atasnya“. (HR. Bukhari, no. 6521 dan Muslim, no. 2790).

Hikmahnya adalah agar tidak ada lagi yang bisa sembunyi dari Allah karena memang tidak ada tempat persembunyian pada hari tersebut,

وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا

“Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka”. (QS. Al-Kahfi : 47).

Dalam ayat yang lain Allah berfirman yang artinya:“Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah: “Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya. Maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar sama sekali, tidak ada sedikitpun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi.(QS. Thaha: 105-107).

Jadi, Pada hari tersebut ada malaikat yang menggiring dan mengawal manusia ditambah lagi ada yang menjadi saksi terhadap apa yang mereka lakukan dulu di dunia termasuk semua yang kita miliki akan menjadi saksi seperti anggota tubuh yang terkadang taat dan terkadang bermaksiat akan menjadi saksi, dalilnya Allah berfirman di dalam Al-Qur’an:

حَتَّى إِذَا مَا جَاءُوهَا شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَأَبْصَارُهُمْ وَجُلُودُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (20) وَقَالُوا لِجُلُودِهِمْ لِمَ شَهِدْتُمْ عَلَيْنَا قَالُوا أَنْطَقَنَا اللَّهُ الَّذِي أَنْطَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ خَلَقَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (21) وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَتِرُونَ أَنْ يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلَا أَبْصَارُكُمْ وَلَا جُلُودُكُمْ وَلَكِنْ ظَنَنْتُمْ أَنَّ اللَّهَ لَا يَعْلَمُ كَثِيرًا مِمَّا تَعْمَلُونَ (22)

Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. Dan mereka berkata kepada kulit mereka:“Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?” Kulit mereka menjawab: “Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan.” Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan“. (QS. Fushilaat: 20-22). Dalam ayat yang lain Allah berfirman:

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan“. (QS. Yasin: 65).

Jadi, kulit akan bersaksi bahkan yang dikunci adalah mulut kemudian tangan yang berbicara dan kaki yang menjadi saksi, Allah membuatnya berbicara, jika Allah berkehendak maka tidak ada yang mampu menghalanginya sebagaimana Allah menjadikan bayi mampu berbicara yang diluar nalar manusia namun jika Allah yang berkehendak maka tidak ada lagi istilah nalar, tidak ada yang mustahil, batu bisa berbicara pada hari kiamat bahkan Nabi pernah mendengar suara tasbih dari makanan yang beliau makan, beliau pernah mendengar suara salam dari pohon yang beliau lewati.

Jadi kulit berkata:”Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, pada hari itu tidak ada lagi yang mampu berbohong dan berdusta dihadapan Allah.

اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا

“Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu”. (QS. Al-Isra: 14).

وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا

Dan diletakkanlah Kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata:”Aduhai celakalah kami, Kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya. Dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhan-mu tidak menganiaya seorang pun“. (QS Al-Kahfi: 49)

Jika ada diantara kita diminta untuk menulis apa saja yang kita lakukan hari ini dengan detil, mungkin ada yang kita ingat dan ada yang terluput lalu bagaimana dengan hari kemarin atau 2 pekan yang berlalu, mungkin ada moment yang kita ingat namun kebanyakan yang kita tidak ingat lagi tapi tahukah kita bahwa itu tidak terlupakan disisi Allah, bahkan semua tertulis dan dihitung satu persatu pada hari kiamat padahal mereka sudah lupa dan tidak ada yang tersembunyi dihadapan Allah Subhanahu wata’ala:

رَبَّنَا إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نُخْفِي وَمَا نُعْلِنُ ۗ وَمَا يَخْفَىٰ عَلَى اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit”. (QS. Ibrahim: 38).

Tidak ada sedikitpun yang tersembunyi oleh Allah dari langit dan bumi bahkan pada isi hati manusia, Allah maha tahu. Bisikan hati dimaafkan oleh Allah Subhanahu wata’ala dihari kiamat andaikan sampai jiwa juga dihisab dihari kemudian maka tidak ada diantara kita yang selamat karena terkadang terbesit fikiran – fikiran kotor atau niat – niat jahat dalam jiwa kita hanya saja kita tidak jadi mengerjakannya karena takut kepada Allah,

إنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ لأُمَّتِي ما حَدَّثَتْ بِهِ أنْفُسَها ما لَمْ تَتَكَلَّم بِهِ أوْ تَعْمَلْ

Sesungguhnya Allah mengampuni untuk umatku terhadap apa yang terlintas dalam hatinya, selama tidak diucapkan atau dikerjakan. (HR. Muslim 127).

ulama kita membuat perincian:”Jika sekedar lewat dimaafkan selama tidak dikerjakan karena takut kepada Allah“, misalnya dia mau mencuri kemudian dia berkata ini tidak boleh haram dan seterusnya itu belum dituliskan sebagai dosa, tapi ulama kita mengatakan:”Jika dia bertekad dengan kuat untuk mengerjakannya cuma belum ada kesempatan maka itu sudah ditulis dosa“, dalilnya hadist yang disebutkan oleh nabi tentang 4 golongan, golongan pertama ia diberikan harta sekaligus ilmu, dengan ilmunya dia menginfakkan sebagian hartanya dijalan Allah, yang kedua orang yang diberi ilmu tapi tidak punya harta tapi dia berkata:”Andaikan saya memiliki harta seperti fulan saya juga akan melakukan seperti yang ia lakukan“, dia mau bangun masjid tapi tidak punya uang, dia mau bersedekah dimana – mana tetapi tidak ada kemampuan, Nabi berkata:”Keduanya mendapatkan pahala yang sama”, padahal yang kedua baru niat dan sekedar baru tekad.

Golongan yang ketiga diberi oleh Allah harta tapi tidak diberi ilmu dan dengan kejahilannya ia memiliki harta yang banyak tapi tidak pernah berfikir untuk ia sedekahkan sebagian dijalan Allah, yang dia biayai atau sponsori adalah konser – konser music atau perayaan – perayaan atau festival atau yang mubah seperti pertandingan sepak bola atau perayaan 17 agustus misalnya, tapi untuk masjid tidak pernah terfikir sedikitpun, tidak pernah umrah dan haji, olehnya masalah haji dan umrah bukan semata – mata karena finansial, mungkin ada diantara kita berkata:”Enaknya orang yang tinggal dimekkah setiap saat bisa umrah“, belum tentu sebagaimana banyak orang yang tinggal didekat masjid tapi tidak pernah menginjak masjid karena ini adalah masalah hidayah dari Allah Subhanahu wata’ala dan yang celaka yang ke empat yaitu orang miskin yang ngiler dia berkata:”Enaknya seperti dia bisa masuk ke hotel manapun yang ia mau, kapan saya bisa seperti dia“, ini baru niat tapi ada tekad Nabi berkata:”Dosa keduanya sama”, karena berkumpul niat dan tekad yang kuat.

 مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاس *ِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ * مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاس

“Dari kejahatan (bisikan) Setan yang bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia.” (QS. An- Naas: 4-6)

Pada saat melaksanakan sholat syaithan datang membisikkan yang buruk – buruk, terkadang ada orang yang menghitung keutungannya pada saat dia sholat, ketika kita bertakbir syaithan berkata:”Ingat ini, ingat ini, ingat ini”, mungkin diantara kita banyak yang kehilangan barang nanti teringat ketika sholat, Imam Ahmad pernah didatangi oleh seorang lelaki dimana orang ini jahil dan mengira Imam Ahmad seperti dukun – dukun yang lain yang bisa mengetahui barang – barang yang hilang, ia berkata:”Barang saya hilang”, Imam Ahmad berkata:”Saya tidak tahu, saya bukan siapa – siapa dan saya tidak mengetahui yang ghaib”, lelaki ini memaksa dan berkata:”Tolong saya kehilangan”, akhirnya Imam Ahmad berkata:”Jika engkau mencari barangmu yang hilang pergilah sholat”, pas ia bertakbir maka dia sudah ingat barangnya tersebut ini tidak lain kecuali perkerjaan dari syaithan, dalam hadist, Nabi berkata:”Sesungguhnya dalam sholat itu banyak yang menyibukkan“, apalagi sholat dhuhur dan ashar, oleh karenanya ketika melaksanakan sholat yang tidak bersuara seperti dhuhur dan ashar dimana Imam membaca Al-Fatihah maka kita juga ikut membaca, setelah Al-Fatihah imam membaca surah maka kita juga ikut membaca surah ketika bacaan surah kita selesai dan imam belum rukuk maka yang kita lakukan adalah baca surah yang lain, bacaan kita selesai dan imam belum ruku maka kita baca lagi surah yang lain, dst, sebab kapan kita tidak membaca surah maka syaithan akan datang untuk membisikkan hal – hal yang buruk.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Selasa, 16 shafar 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.