بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَعَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ رضي الله عنه قالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّه صلى الله عليه و سلم : “لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ” يَعْنِي: قَاطِعَ رَحِمٍ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Jubair bin Muth’im Radiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:“Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahim”. (Muttafaqun ‘alaih).

Dosa terbagi menjadi dua, ada dosa besar dan ada dosa kecil, bagaimana cara membedakan antara dosa besar dan dosa kecil adapun dosa besar didalamnya disebutkan laknat, diancam neraka, ada hukuman didunia seperti qisas, cambuk dan rajam, jadi memutus tali silaturrahim termasuk ancaman yang sangat berat, mungkin ada yang bertanya jika begitu dia kafir.? kita menjawab:”Tidak kafir, bukan begitu dimaksudnya tetapi yang dimaksud Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahim adalah dia tidak akan masuk ke dalam surga bersama dengan gelombang pertama orang – orang yang dimasukkan ke dalam surga.

Pada hari kiamat pelaku dosa besar berada dalam kehendak Allah Subhanahu wata’ala diantaranya:

  1. Jika Allah berkehendak dengan keluasan rahmatnya dia diampuni dan dimasukkan ke dalam surga selama ada aqidah atau tauhid pada dirinya,
  2. Ada kebaikan yang sangat besar yang pernah ia kerjakan dengan penuh keikhlasan yang menggugurkan semua dosa dan kesalahannya, sebagaimana sahabat yang mulia Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu ketika beliau menginfakkan hartanya untuk mempersenjatai para sahabat yang berangkat ke tabuk dengan menempuh perjalanan yang sangat panjang dan dipuncak musim panas, dalam keadaan demikian Utsman datang dengan perbekalan yang luar biasa sampai Rasulullah membolak balikkan emas pemberian Utsman dan berkata:”Tidak ada lagi amalan yang dapat membahayakan Utsman setelah hari ini”, maksudnya ia telah dimasukkan ke dalam surga karena ia telah mengerjakan amalan yang luar biasa. Jangan kita zuhud dengan kebaikan sekecil apapun karena kita tidak tahu mana amalan yang menyelamatkan kita dari azab neraka Allah Subhanahu wata’ala, sebagaimana istri dari Harun ar Rashid yang bernama Zubaidah, dizamannya ia membuat mata air dengan jarak yang sangat jauh untuk dialirkan ke jama’ah haji yang ada di kota makkah atau mina dan sekitarnya, ketika beliau meninggal dunia dan terlihat beliau dimasukkan ke dalam surga, Zubaidah ditanya:”Ya Zubaidah, apakah engkau dimasukkan oleh Allah ke dalam surga disebabkan karena mata air yang engkau buat.?”, ia berkata:”Bukan, ternyata yang menjadikan saya ditempatkan ditempat ini adalah 2 rakaat yang saya jaga setiap malam yang tidak pernah saya tinggalkan selama saya hidup”, jadi miliki amalan kebaikan dan juga amalan – amalan rahasia tidak ada yang mengetahuinya kecuali hanya kita dengan Allah Subhanahu wata’ala.
  3. Ia pernah mendapatkan musibah didunia dengan musibah yang luar biasa yang dengannya dosa – dosanya berguguran dan semoga ini yang menimpa saudara – saudara kita yang terkena dampak gempa dan tsunami di palu dan semoga musibah yang menimpa mereka menggugurkan dosa – dosa mereka.
  4. Jika memang sulit karena dosanya sangat banyak maka ia dibersihkan dengan cara dimasukkan dahulu didalam neraka karena surga adalah tempat yang sangat baik tidak dimasuki kecuali orang yang sudah bersih, olehnya jika manusia kotor dengan dosa yang ia kerjakan ia dibersihkan terlebih dahulu nanti setelah bersih ia dimasukkan ke dalam surga Allah Subhanahu wata’ala.

Siapa pun diantara kita yang ada masalah sehingga menyebabkan terputusnya tali silaturrahim dalam keluarga kita terutama kepada kedua orang tua maka segera kembali menyambungnya, tidak halal memboikot saudara kita lebih dari 3 hari, Rasulullah bersabda:”Siapa yang memboikotnya telah sampai satu tahun maka seakan – akan ia telah menumpahkan darahnya”,

Yang harus kita sambung tali silaturrahim adalah yang masih ada hubungan kekerabatan dengan kita dan sekarang ini mudah menyambung tali dilaturrahim dan tentu yang paling afdhal adalah jika kita berziarah atau mendatanginya agar kita mendapatkan keutamaan – keutamaan yang lain, dizaman sekarang kita dapat menyambung tali silaturrahim tanpa biaya, bisa dengan Sms atau telepon menanyakan kabarnya maka ini bagian dari menyambung tali silaturrahim yang dengannya kita akan mendapatkan keutamaan hadist menyambung tali silaturrahim, boleh juga dengan membuat group WA khusus keluarga besar kita.

Jangan menjadi manusia yang ketika diberikan kelebihan oleh Allah Subhanahu wata’ala berupa pangkat dan jabatan kemudian menjadi angkuh untuk melihat suadara atau kerabat dekat kita yang miskin, jangan kita memiliki sifat yang seperti itu karena Allah justru senang kepada orang yang tawadhu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Barang siapa yang bersikap tawadhu’ karena mencari ridho Allah maka Allah akan meninggikan derajatnya. Ia menganggap dirinya tiada berharga, namun dalam pandangan orang lain ia sangat terhormat. Barangsiapa yang menyombongkan diri maka Allah akan menghinakannya. Ia menganggap dirinya terhormat, padahal dalam pandangan orang lain ia sangat hina, bahkan lebih hina daripada anjing dan babi”. (HR. Al-Baihaqi).

Wallahu a’lam Bish Showaab 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.