Seni murahan di zaman kita ini telah menjadi jalan untuk meraih keuntungan materi dengan mengorbankan orang-orang yang terlalai…Belum lagi bahwa ia merupakan penyebab terbesar hancurnya nilai dan akhlak…

Pada beberapa tahun belakangan ini, muncul sebuah fenomena yang menggelisahkan para pedagang seni dan nafsu. Mereka kehilangan akal sehatnya dan mulai mengeluarkan berbagai isu serta tuduhan batil untuk melindungi eksistensi mereka…

Fenomena itu adalah kesadaran para artis dan aktor –atau yang disebut sebagai kalangan selebritis- untuk bertaubat dan kembali kepada Allah Azza wa Jalla. Mereka mengumumkan pertaubatan mereka dan bahwa mereka telah meninggalkan kubangan dunia entertainment itu menuju kelapangan iman.

Salah satu di antara mereka yang bertaubat itu adalah seorang aktor bernama Muhsin  Muhyiddin dan istrinya –yang juga seorang bintang film terkenal-, Nisrin. Ia mengisahkan perjalanan hidayahnya sebagai berikut:

Aku adalah seorang pemuda seperti pemuda lainnya. Ketidakjelasan hidupku di masa lalu adalah akibat kekagumanku yang begitu besar terhadap berbagai fenomena kehidupan yang menipu, yang telah membuat mataku buta dan telinga menjadi tuli untuk mengetahui banyak hal yang tidak pernah aku ketahui. Aku tidak pernah membaca sebelumnya, meskipun ayat yang pertama kali Allah turunkan adalah perintah untuk membaca: Iqra’…

Setelah aku mulai membaca buku-buku agama, aku mulai merasa bahwa aku adalah makhluk Allah yang paling bodoh. Padahal dulu, aku dulu menganggap diriku sebagai seorang yang berwawasan luas…Aku pun mulai membaca dengan semangat yang membara, membaca buku-buku sirah (sejarah nabi), kitab-kitab klasik dan tafsir…

Setelah pembacaan yang tekun ini, aku menemukan bahwa sumber-sumber pengaruh yang meliputiku telah membuatkan jatuh dalam kesesatan yang nyata. Maka aku pun memutuskan untuk meninggalkan dunia peran…Dan yang semakin mendorongku untuk mengambil keputusan itu adalah ketika istriku mulai mengenakan hijabnya, yang membuatku menjadi manusia paling bahagia karenanya.

Keputusan ini insya Allah tidak akan pernah berubah lagi, karena aku mengambil dengan kesadaran dan kemauanku sendiri. Aku sangat menyesal, karena aku terlambat mengambil keputusan itu. Hingar-bingar dunia selebrita sama sekali tidak bernilai sehingga aku harus rindu untuk kembali ke sana sekali lagi…

Popularitas, kekayaan dan lampu kamera sama sekali tidak senilai dengan 2 rakaat untuk Allah.

Kami meninggalkan dunia itu justru ketika kami sedang berada di puncaknya…Keputusan itu kami ambil seusai Pameran Film Kairo yang dilaksanakan tahun lalu. Dan setelah kesuksesan besar yang kami raih –dan bukan karena kami tidak mendapatkan peran yang bisa kami mainkan lagi, seperti ucapan sebagian orang-, kami pun menyadari sebuah kenyataan yang harus disadari oleh semuanya, yaitu bahwa seorang insan sepanjang apapun usianya, maka perjalanan akhirnya akan kembali ke alam kubur. Tidak akan ada yang berguna untuknya kecuali amal shalehnya.

Kemudian ia menasehati para pemuda dengan mengatakan:

Maafkan saya atas semua kerja-kerja seni yang telah saya berikan kepada Anda semua di masa lalu, kerja-kerja seni yang tidak diridhai oleh allah Azza wa Jalla. Janganlah kalian mengikuti semua yang pernah aku lakukan dalam serial TV dan film-filmku. Karena dahulu aku bodoh dan tersesat. Dan orang yang bodoh seharusnya tidak patut diteladani.

Adapun istrinya, Nisrin, ia telah memutuskan untuk meninggalkan dunia peran itu dan mengenakan hijab setelah ibunya bermimpi di suatu malam. Sang ibu melihat ayah Nisrin yang sangat marah kepada putrinya. Maka sang ibu pun bertanya tentang penyebab kemarahannya. Ternyata ia marah karena Nisrin telah melalaikan shalatnya. Hal itulah yang membuat Nisrin melakukan introspeksi kepada dirinya dan bertaubat kepada Allah.

Nisrin mengatakan:

Alhamdulillah…dahulu hari-hariku berlalu tanpa dipenuhi dengan kebahagiaan dan tanpa pernah aku merasakan kedamaian…Dan sekarang aku tidak punya waktu yang cukup, karena ada banyak hal bermanfaat yang harus dikerjakan. Aku telah menemukan kedamaian dalam diriku.”

Dalam kesempatan lain, ia mengatakan:

Para selebriti itu dipenuhi dengan keinginan untuk dilihat,  dipenuhi dengan kefasikan dan selalu menampakkan kedurhakaan…Bagaimana kita harus berinteraksi dengan mereka?

Ia juga mengatakan:

Allah telah memuliakan wanita yang mengenakan hijabnya. Itulah yang melindunginya dari jiwa-jiwa yang berpenyakit dan dipenuhi dengan kefasikan…Setidak-tidaknya ia tidak menjadi barang pajangan yang dinikmati oleh orang-orang…


Alih Bahasa:
Muhammad Ihsan Zainuddin
Pembina https://kuliahislamonline.com
Sumber: Qashash Mu’atstsirah Jiddan Lil Fatayat

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.