بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Hadist Pertama

Hadist Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu, ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَوْ كَانَ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لاَبْتَغَى ثَالِثًا ، وَلاَ يَمْلأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

Seandainya manusia diberi dua lembah berisi harta, tentu ia masih menginginkan lembah yang ketiga. Yang bisa memenuhi dalam perut manusia hanyalah tanah. Allah tentu akan menerima taubat bagi siapa saja yang ingin bertaubat”. (HR. Bukhari no. 6436).

Orang yang korupsi rumahnya mewah, mobilnya bermerek, gajinya tinggi, tunjangannya tinggi, rumahnya ada dimana-mana, ia bingung rekeningnya hendak dikemanakan bahkan ada orang yang kaya pernah di interview oleh seorang wartawan  bernama Ibnu Thalal ia ditanya:”Berapa kekayaan anda..?“, dengan tertawa sinis ia berkata kepada wartawan :”Anda mau mengatahui jumlah kekayaan saya sebelum anda bertanya atau setelah anda bertanya”, maksudnya adalah harta kekayaannya selalu bertambah setiap detik, jadi jumlah kekayaannya sebelum wartawan bertanya dan setelah bertanya jumlahnya berubah yang terus masuk ke dalam rekeningnya. Kata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dia tidak akan pernah puas itulah perumpaan ketamakan manusia tidak pernah merasa puas dengan dunia. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبيّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا، وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بْنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاء

Dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:”Sesungguhnya dunia ini manis dan indah. Dan sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menguasakan kepada kalian untuk mengelola apa yang ada di dalamnya, lalu Dia melihat bagaimana kalian berbuat. Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap dunia dan wanita, karena fitnah yang pertama kali terjadi pada Bani Israil adalah karena wanita”. (Muslim no. 2742 (99)).

3 Pesan Jibril Kepada Rasulullah

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah diberi pesan oleh malaikat jibril tentang kezuhudan terhadap dunia:

Dari Sahl bin Sa’ad berkata:”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ﺃَﺗَﺎﻧِﻲ ﺟِﺒْﺮِﻳﻞُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ، ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﻳَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﻋِﺶْ ﻣَﺎ ﺷِﺌْﺖَ ﻓَﺈِﻧَّﻚَ ﻣَﻴِّﺖٌ، ﻭَﺃَﺣْﺒِﺐْ ﻣَﻦْ ﺷِﺌْﺖَ ﻓَﺈِﻧَّﻚَ ﻣَﻔَﺎﺭِﻗُﻪُ، ﻭَﺍﻋْﻤَﻞْ ﻣَﺎ ﺷِﺌْﺖَ ﻓَﺈِﻧَّﻚَ ﻣَﺠْﺰِﻱٌّ ﺑِﻪِ، ﺛُﻢَّ ﻗَﺎﻝَ : ﻳَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﺷَﺮَﻑُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦِ ﻗِﻴَﺎﻣُﻪُ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻭَﻋِﺰُّﻩُ ﺍﺳْﺘِﻐْﻨَﺎﺅُﻩُ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ

Jibril mendatangiku lalu berkata:”Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, (tapi ingat) sesungguhnya kamu akan mati. Cintailah siapa yang kamu suka, (tapi ingat) sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya. Berbuatlah sesukamu, (tapi ingat) sesungguhnya engkau akan diberi balasan.”Kemudian Jibril berkata lagi:”Wahai Muhammad, kemulian seorang mukmin adalah berdirinya dia pada malam hari (untuk shalat malam). Dan keperkasaannya adalah ketidak butuhannya terhadap manusia“. (HR. Ath-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Ausath no 4278, Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliyaa, al-Hakim dalam al-Mustadrak 7921).

Ujian Allah Kepada Hambanya

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

Adapun manusia, ketika Tuhannya hendak menguji orang itu sehingga Dia muliakan orang itu serta Dia karuniakan kebaikan untuk orang itu, maka orang itu mengatakan: “Tuhanku telah memuliakanku” sedangkan ketika Tuhannya menguji orang itu dengan membatasi rezekinya maka orang itu mengatakan: “Tuhanku membenciku”; Tidak demikian, yang sebenarnya kalian tidak memuliakan anak yatim, bahwa kalian tidak bersegera memberi makan kaum miskin, bahwa kalian menghabiskan harta benda secara serakah; bahwa kalian mendambakan harta benda secara berlebihan; maka jangan demikian! Apabila bumi hancur berkeping-keping, sehingga hadirlah Tuhanmu diiringi para malaikat yang berkedudukan, bahwasanya pada Hari itu Jahannam diperlihatkan, pada Hari itu manusia akan tersadar akan tetapi untuk apa kesadaran baginya pada saat semacam itu, orang itu mengatakan:”Alangkah baiknya, sekiranya dahulu aku berjuang untuk kehidupan ini” maka pada Hari itu tiada yang menghantam sebagaimana HantamanNya, serta tiada yang membelenggu sebagaimana BelengguNya. (QS. Al Fajr: 15-26).

Ketika Harta Jadi Penyesalan

 

Hal inilah yang terjadi dizaman sekarang, dimana manusia berebut untuk mendapatkan kekuasaan walaupun dengan merusak ukhuwah diantara mereka bahkan sampai suami istri bercerai hanya karena beda pilihan, maka ini hanyalah bentuk penyesalan pada hari kiamat yang tidak bermanfaat sedikit pun.

يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ مَا أَغْنَىٰ عَنِّي مَالِيَهْ ۜ هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ خُذُوهُ فَغُلُّوهُ ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ

Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku daripadaku”. (Allah berfirman):”Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala“. (QS. Al-Haqqah : 27-31).

Ketamakan manusia terhadap harta akan menjadi penyesalan baginya pada hari kiamat yang akan menghinakannya didalam api neraka, namun walaupun manusia tamak terhadap harta, serakah terhadap jabatan, suka korupsi namun ia kembali dan bertaubat kepada Allah Subhanahu wata’ala dengan taubat yang jujur, maka Allah Subhanahu wata’ala menerima orang – orang yang meminta ampun darinya. Rahmat dan ampunan Allah sangat luas bagi orang yang kembali dan bertaubat kepada Allah.

Hadist Kedua

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ قَالَ هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَضْحَكُ اللَّهُ لِرَجُلَيْنِ يَقْتُلُ أَحَدُهُمَا الْآخَرَ كِلَاهُمَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَالُوا كَيْفَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ يُقْتَلُ هَذَا فَيَلِجُ الْجَنَّةَ ثُمَّ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَى الْآخَرِ فَيَهْدِيهِ إِلَى الْإِسْلَامِ ثُمَّ يُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُسْتَشْهَدُ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi’, telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq, telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Hammam bin Munabbih dia berkata; ini sebagaimana yang pernah diceritakan oleh Abu Hurairah kepada kami dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu dia menyebutkan beberapa hadits yang di antaranya adalah, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Allah tertawa terhadap dua orang yang saling membunuh, namun keduanya masuk surga”, Para sahabat bertanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi wahai Rasulullah?”, beliau menjawab:”Seseorang terbunuh kemudian dia masuk surga, kemudian Allah menerima taubatnya si pembunuh dan menunjukinya untuk masuk Islam, setelah itu dia berjihad di jalan Allah dan akhirnya mati syahid”. (HR. Muslim Nomor 3505).

Begitupula sebaliknya ada yang keduanya terbunuh dan sama- sama masuk neraka, sebagaimana disebutkan dalam hadist dari Abu Bakrah Nufa’i bin Harits Ats Tsaqafi berkata, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا الْتَقَى الْمُسْلِمَانِ بِسَيْفَيْهِمَا فَالْقَاتِلُ وَالْمَقْتُولُ فِى النَّارِ . فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا الْقَاتِلُ فَمَا بَالُ الْمَقْتُولِ قَالَ  إِنَّهُ كَانَ حَرِيصًا عَلَى قَتْلِ صَاحِبِهِ

Apabila dua orang Islam yang bertengkar dengan pedangnya, maka orang yang membunuh dan yang terbunuh sama-sama berada di dalam neraka.” Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, sudah wajar yang membunuh masuk neraka, lantas bagaimana gerangan yang terbunuh?”, Beliau menjawab:”Karena ia juga sangat berambisi untuk membunuh sahabatnya”. (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 31 dan Muslim no. 2888).

Sikap Kita Terhadap Dalil Sifat Allah

Disebutkan bahwasanya Allah tertawa kita pahami bahwasanya ketawanya Allah Subhanahu wata’ala sesuai dengan kebesaran dan kemuliaannya tidak ada yang setara dengannya, kita memperlakukan dalil sebagaimana yang datang kepada kita tanpa men-tasbih, men-tamsil, men-ta’wil,

Diriwayatkan dari Yahya bin Yahya At Taimi, Ja’far bin ‘Abdillah, dan sekelompok ulama lainnya, mereka berkata,

جاء رجل إلى مالك فقال يا أبا عبد الله الرحمن على العرش استوى كيف استوى قال فما رأيت مالكا وجد من شيء كموجدته من مقالته وعلاه الرحضاء يعني العرق وأطرق القوم فسري عن مالك وقال الكيف غير معقول والإستواء منه غير مجهول والإيمان به واجب والسؤال عنه بدعة وإني أخاف أن تكون ضالا وأمر به فأخرج

“Suatu saat ada yang mendatangi Imam Malik, ia berkata: “Wahai Abu ‘Abdillah (Imam Malik), Allah Ta’ala berfirman:

Allah menetap tinggi di atas ‘Arsy”. Lalu bagaimana Allah beristiwa’ (menetap tinggi)?” Dikatakan:“Aku tidak pernah melihat Imam Malik melakukan sesuatu (artinya beliau marah) sebagaimana yang ditemui pada orang tersebut. Urat beliau pun naik dan orang tersebut pun terdiam”. Kecemasan beliau pun pudar, lalu beliau berkata:

Hakekat dari istiwa’ tidak mungkin digambarkan, namun istiwa’ Allah diketahui maknanya. Beriman terhadap sifat istiwa’ adalah suatu kewajiban. Bertanya mengenai (hakekat) istiwa’ adalah bid’ah. Aku khawatir engkau termasuk orang sesat”. Kemudian orang tersebut diperintah untuk keluar”. (Lihat Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghofar, hal. 378).

Mazhab Ahlussunnah waljama’ah menerima dalil yang sampai kepada kita sesuai dengan keadaan dalil tersebut tanpa membagaimanakannya.

Dalam hadist yang telah kita sebutkan diatas menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah Subhanahu wata’ala mengampuni keduanya dan memasukkan keduanya kedalam surga.

Allah Mengampuni Segala Dosa

Setelah kita mengetahui betapa luasnya ampunan dan rahmat Allah maka jangan lagi diantara kita ada yang berputus asa bagaimanapun kelamnya hidup kita dimasa lalu hendaknya masa kelam tersebut kita tutup dengan  taubat  nasuha kepada Allah Subhanahu wata’ala cukuplah kita dengan Allah yang tahu dosa yang kita kerjakan sehingga akhir kehidupan kita adalah akhir yang baik. Dalam hadist disebutkan

عَنْ أَنَسِ بنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : (( قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالَـى : يَا ابْنَ آدَمَ ، إنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيْكَ وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ، ثُمَّ اسْتَغفَرْتَنِيْ ، غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ، ثُمَّ لَقِيتَنيْ لَا تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا ، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابهَا مَغْفِرَةً )).

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu ia berkata:“Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Allah Azza wa Jalla berfirman:”Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepadaku, niscaya aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepadaku, niscaya aku mengampunimu dan aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu denganku dalam keadaan tidak mempersekutukanku dengan sesuatu pun, niscaya aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi”. (HR. At-Tirmidzi, dan beliau berkata: Hadits ini hasan shahih).

Adapun dosa kita terhadap manusia sehingga kita tidak mampu untuk meminta maaf lagi disebabkan karena telah meninggal, maka ulama kita mengatakan:”Perbanyak amalan sholeh yang dengannya dihari kiamat Allah akan mengambilkan pahala dari perbendaharaannya yang kita ambil dan Allah yang membayarkan kepadanya, dan bukan amalan sholeh kita yang diambil oleh orang yang pernah kita dzalimi jika kita jujur bertaubat kepada Allah Subhanahu wata’ala”.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Rabu, 22 Dzulhijjah  1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR