mim.or.id, Makassar – Madrasah Tahfizh Qur’an Imam Malik kembali menggelar Seleksi Calon Santri tahun ajaran 2020/2021. Sebelumnya Madrasah Imam Malik telah membuka pendaftaran santri baru sejak Januari 2020 lalu. Lebih dari 300 orang calon santri baik ikhwah maupun akhwat mengikuti seleksi ini.

Hari pertama, Jum’at (13/03/2020) calon santri didampingi orangtuanya memulai registrasi untuk seleksi. Ini adalah hari dimana calon santri dikarantina selama tiga hari kedepan. Agenda dimulai dengan pembukaan, penjelasan agenda kegiatan dan aturan tata tertib serta pembagian halaqah. Para calon santri baru mengikuti orientasi, mereka berkumpul di Masjid Nurul Hikmah untuk diberikan nasihat dan arahan dari Kepala Madrasah Tahfidzul Qur’an Imam Malik, Ustadz Faisal Abdurrahman.

Setelahnya, calon santri kemudian diuji dengan berbagai macam tes seperti interview calon santri, ujian Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Halaqah persiapan menghafal Qur’an. Untuk mengakrabkan sesama calon santri, pendamping halaqah melakukan sesi ta’aruf dan briefing.

Hari kedua, Sabtu (14/03/2020) tes yang dihadapi calon santri adalah Halaqah Quran dan menghafalkan surah yang ditugaskan yaitu Surah Al-Anfal ayat 1-8. Agenda dilanjutkan dengan tes baca-tulis Al-Qur’an dan tes ibadah dimalam harinya. Semangat ditunjukkan calon para santri yang mengikuti ujian tes, itu terlihat ketika mereka menyetorkan hafalan Qur’an ke pendamping halaqah masing-masing.

Hari ketiga, Ahad (15/03/2020) adalah hari terakhir dari rangkaian tes yang dihadapi calon santri. Panitia seleksi calon santri Madrasah Imam Malik menetapkan “Best Candidate” calon santri Madrasah Imam Malik. Panitia ujian seleksi juga mewawancarai orang tua calon santri terkait kesiapan anaknya yang ingin bergabung ke Madrasah Imam Malik.

BACA JUGA: Alhamdulillah! Pasukan Pemanah Kuttab Imam Malik Sapu Bersih Podium Kejuaraan Traditional Archery Festival Palu

Koordinator Musyrif Madrasah Imam Malik, Asdar Junaedi bersyukur karena pendaftar tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.

“Ini memperlihatkan bahwa banyak orang tua yang ingin anaknya menjadi penghafal al-Qur’an”, pungkasnya. Beliau berharap dari calon santri tersebut lahir generasi penghafal Al-Qur’an yang mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an itu sendiri. (rdp)


Madrasah Tahfizh Al-Qur’an Markaz Imam Malik adalah lembaga pendidikan sederajat SMP yang berkonsentrasi melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an tanpa menyampingkan materi-materi yang menunjang pada pembekalan penerapan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an itu sendiri.

BEST CANDIDATE CALON SANTRI

  1. Muhammad Mushlih (Enrekang)
  2. Muhammad Jibril Baso (Makassar)
  3. Fathihatul Akhdan (Ternate)
  4. Alif Ahmad Athaillah (Bau-Bau)

DOKUMENTASI

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.