بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Permudahlah pernikahan dan takutlah kepada Allah Subhanahu wata’ala dan bertawakkallah kepada Allah. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya“. (QS. Ath Talaq :4).

  1. Calon Menantu Yang Ideal 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan mencari lelaki yang ideal untuk dinikahkan kepada anak perempuan kita. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berabda:

إِذَا جَاءَكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِيْنَهُ وَخُلُقَهُ فَأَنْكِحُوْهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ

Apabila datang kepada kalian seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya (untuk meminang wanita kalian) maka hendaknya kalian menikahkannya dengan wanita kalian. Bila tidak, akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan”. (HR. At-Tirmidzi no. 1085, hadits ini derajatnya hasan dengan dukungan hadits Abu Hurairah).

2. Kisah Lamaran Nikah Julaibib

Kisah Julaibib dikota madinah setiap kali beliau datang hendak melamar seorang wanita dari rumah ke rumah beliau selalu ditutupkan pintu. Bahkan Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu mengatakan:”Orang madinah sudah saling berkomunikasi diantara mereka jangan sampai julaibib masuk kerumah kalian”.

Rasulullah kemudian menyuruhnya untuk pergi melamar seorang wanita sholehah, dimana wanita tersebut adalah wanita yang terkenal dimadinah, datanglah Julaibib Radhiyallahu ‘anhu kerumah wanita yang dimaksud oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian ia menemui keluarga dari perempuan yang hendak ia lamar, ayah wanita itu kemudian berkata:”Apa keperluanmu wahai julaibib.?”.

Beliau berkata:”Saya datang sebagai utusan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam untuk melamar puteri anda”, awalnya ayahnya mengatakan “Alhamdulillah”, karena ayahnya mengira bahwasanya yang melamarnya adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Namun Julaibib Radhiyallahu ‘anhu mengatakan:”Untuk saya” orang tuanya kemudian berkata:”Kalau untukmu, tunggu dulu sampai saya selesai bermusyawarah dengan ibunya”, ia kemudian menyampaikan kepada istrinya maksud dari kedatangan Julaibib kerumahnya, ia berkata kepada istrinya:”Anak kita dilamar oleh Rasulullah Shallallahu ‘aliahi wasallam”, istrinya kemudian mengatakan Alhamdulillah ini adalah sebaik – baik lamaran.

(Karena orang tua dizaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mereka tidak menikahkan anak gadis mereka kepada para sahabat sebelum ditawarkan terlebih dahulu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak ada niat maka baru kemudian puteri mereka dinikahkan kepada sahabat yang lain).

Tapi suaminya mengatakan:”Untuk Julaibib” akhirnya istrinya mengatakan:”Kalau untuk Julaibib jangan dulu”, namun ternyata anaknya yang sholehah mendengar percakapan kedua orang tuanya dari kamarnya, kemudian ia keluar menemui kedua orang tuanya dan bertanya:”Siapa yang datang melamar ku..?” kemudian dijawablah oleh orang tuanya dengan berkata:”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tapi bukan untuk beliau, akan tetapi untuk Julaibib yang sudah kita kenal”.

Anaknya yang sholehah ini kemudian berkata:”Apakah kalian menolak wahai bapak ibuku perintah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, nikahkan saya dengan Julaibib dan Allah tidak akan menyia nyiakan aku”. Akhirnya wanita sholehah tersebut dinikahkan dengan Julaibib dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mendoakan keduanya dengan mengatakan:”Ya Allah Curahkan kepada keduanya kebaikan yang banyak dan jangan engkau menjadikan kehidupannya menjadi miskin”,

Namun Subhanallah walaupun Julaibib Radhiyallahu ‘anhu terlebih dahulu meninggal dunia, kata Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu:”Setelah meninggalnya Julaibib kami tidak mendapati seorang wanita dimadinah yang lebih kaya dan lebih dermawan dari istrinya Julaibib Radhiyallahu ‘anhu”, inilah kebaikan yang Allah Subhanahu wata’ala inginkan untuknya.

3. Wanita Dinikahi Dengan 4 Perkara

Adapun wanita dinikahi karena 4 perkara, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ: لِمَـالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung”. (HR. Al-Bukhari (no. 5090) kitab an-Nikaah, Muslim (no. 1466) kitab ar-Radhaa).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk memilih karena agamanya, karena dengan agama kebahagian dunia dan akhirat biasa diraih dan juga seorang wanita yang baik agamanya akan menjadi ibu bagi anak yang mengajarkan kepadanya Al-Qur’an dan sunnah.

4. Tips Malam Pertama 

Salah seorang qadhi (hakim) dizaman Umar Radiyallahu ‘anhu yang bernama Syuraih, beliau menjadi qadhi selama pulahan tahun dikota kufah, ketika ditemui oleh salah seorang yang bernama Syabih (Seorang Tabi’in), Syabih bertanya kepada Syuraih :”Ya Syuraih, bagaimana kabarmu dan kabar istri dan anakmu”, ia menjawab:”Alhamdulillah, saya baik, dan istri saya adalah seorang wanita yang paling baik”.

Syabih mengatakan:”Mengapa engkau mengatakan demikian”, beliau berkata:”Kami tidak pernah berselisih selama hubungan rumah tangga kami berlangsung 20 tahun, saya tidak pernah dibuat marah olehnya, hanya sekali itupun ketika saya yang salah”.

Faidah:”Jika terjadi  masalah antara suami istri jangan seorang suami menganggap dirinya selalu benar boleh jadi istri kita yang benar”.

Syabih mengatakan:”Apa Rahasianya“, ia mengatakan:”Dimalam pertama ketika saya masuk menemuinya dan saya mendapatkan bahwa dia adalah seorang wanita yang luar biasa, cantik dan pemalu saya langsung sholat 2 rakaat sebagai  tanda syukur kepada Allah Subhanahu wata’ala, setelah saya sholat ternyata istriku ikut sholat dibelakangku”.

Setelah ia mulai mendekati istrinya, istrinya kemudian berkata:”Tunggu sebentar wahai Aba Umayyah”, Syuraih kemudian kaget dan mengatakan:”Ada apa !”, istrinya kemudian langsung berkata:”Bismillah, sambil memuji Allah Subhanahu wata’ala dengan beberapa pujian”, kemudian melanjutkan perkataannya:”Wahai aba Umayyah, Allah telah menakdirkanmu sebagai suamiku dan aku tidak mengenal akhlakmu, oleh karenanya beritahukanlah kepadaku apa yang engkau sukai dan apa yang engkau tidak sukai, siapa yang engkau tidak sukai dan bagaimana pendapatmu tentang keluargaku”.

Akhirnya Syuraih juga membalas sambil memuji Allah Subhanahu wata’ala dengan beberapa pujian kemudian dia mengungkapkan apa yang ia sukai dan keluarganya ia hormati, kemudian ia melanjutkan dengan mengatakan:”Adapun kebaikan yang datang dari ku maka ceritakanlah dan adapun jika keburukan jangan ceritakan kepada orang lain”,

Faedah :”Jangan adukan masalah keluarga kita baik dengan isyarat maupun secara langsung kepada orang lain karena akan menimbulkan fitnah yang besar”,

Setelah itu Syuraih mengatakan:”Akhirnya kami melalui malam yang indah, dan wanita itu benar – benar wanita sholehah yang Allah berikan kepadaku”.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً، إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ

Janganlah seorang mukmin membenci mukminah. Apabila ia membencinya karena ada satu perangai yang buruk, pastilah ada perangai baik yang ia sukai”. (HR. Muslim (II/1091, no. 469)Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَلَا تَنْسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ

Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu“.(QS. Al Baqarah:237).

Wallahu A’lam Bish Showaab


Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Senin, 29 Syawal 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR