بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

  1. Para Salaf Manyambut Ramadhan

Bulan suci ramadhan harus kita sambut karena ia adalah tamu yang datang dengan sejuta keutamaan yang para salaf Rahimahullah sangat bergembira dengan kedatangannya bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam secara khusus mengabarkan secara langsung kedatangan bulan ramadhan kepada para sahabatnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أتاكم رمضان شهر مبارك. فرض الله عز وجل عليكم صيامه، تفتح فيه أبواب السماء، وتغلق فيه أبواب الجحيم، وتغلّ فيه مردة الشياطين، لله فيه ليلة خير من ألف شهر، من حرم خيرها فقد حرم

Telah datang kepada kalian ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah wajibkan kepada kalian puasa di bulan ini. Di bulan ini, akan dibukakan pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka, serta setan-setan nakal akan dibelenggu. Demi Allah, di bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan. Siapa yang terhalangi untuk mendulang banyak pahala di malam itu, berarti dia terhalangi mendapatkan kebaikan”. (HR. Ahmad, Nasai 2106, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Para ulama bergembira dengan kedatangannya karena mereka mengetahui rahasianya, mereka mengetahui ilmunya itulah pentingnya hadir di majelis ilmu agar kita tahu apa keutamaan didalamnya sehingga setiap datangnya bulan ramadhan bukan hanya menjadi seremonial belaka, akan tetapi bagaimana kita menyambutnya dengan penuh gembira dan semangat mengerjakan amalan ibadah didalamnya,  para salaf semakin ramadhan ingin berakhir mereka memenuhi masjid – masjid bahkan diantara mereka banyak yang I’tikaf,

Imam Az Zuhri Rahimahullah mengatakan:”Sungguh mengherankan ummatnya Muhammad nabinya tidak pernah meninggalkan I’tikaf istrinya juga demikian tapi mereka zuhud terhadap I’tikaf”.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika masuk 10 terakhir ramadhan beliau mengencangkan ikat  sarungnya, menghidupkan malam – malamnya  Karena Rasulullah mengejar keutamaan malam lailatul qadr yang lebih baik dari seribu bulan.

Kita telah ketinggalan dari ummat – ummat terdahulu dimana mereka diberi umur yang panjang sehingga kesempatan untuk melakukan ibadah juga lebih panjang, sebagaimana umur Nabi Nuh ‘alaihissalam yang disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wata’ala:

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَامًا فَأَخَذَهُمُ الطُّوفَانُ وَهُمْ ظَالِمُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim“. (QS. Al-Ankabut : 14).

Salah satu keberkahan ummat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah diberikan umur yang singkat namun ada beberapa ibadah yang dapat melampaui ummat terdahulu yang diberikan umur yang panjang oleh Allah Subhanahu wata’ala, sebagaimana amal ibadah malam lailatur qadr yang apabila kita mendapatkannya maka kita mengerjakan amalan sholeh sebanyak 1000 bulan yang seakan akan ibadah kita dengan ummat terdahulu hampir menyamai atau bahkan melewatinya meskipun diberikan umur yang panjang oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Bulan suci ramadhan kesempatan bagi kita dengan umur kita yang singkat mengejar ketinggalan kita dari ummat – ummat terdahulu dengan adanya lailatul qadr tersebut lebih baik dari 1000 bulan, Inilah rahasia bulan suci ramadhan bagi yang mengharapkan pahala disisi Allah dan mengharapkan ampunan dosa dari Allah Subhanahu wata’ala.

Ini kesempatan kembali kita berjumpa dengan bulan ramadhan yang membakar dosa-dosa kita dengan puasa yang kita kerjakan

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Bulan ramadhan ada orang yang dibebasskan dari neraka Allah dan itu ada pada setiap malamnya itulah keberuntungan yang paling besar,

Jabir bin Abdillah Radhiyallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إنَّ للهِ في كلِّ يومٍ وليلةٍ عُتَقاءَ مِنَ النَّارِ في شهرِ رمضانَ وإنَّ لكلِّ مسلمٍ دَعوةً يدعو بها فيُسْتجابُ له

“Sesungguhnya di setiap hari dan malam bulan Ramadhan dari Allah ada pembebasan dari api neraka. dan bagi setiap Muslim ada doa yang jika ia berdoa dengannya maka akan diijabah”. (HR. Ahmad 2/254, Al Bazzar 3142, Al Haitsami berkata: “semua perawinya tsiqah”).

Allah Subhnahu wata’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan“.(QS. ‘Ali Imran : 185).

Bulan ramadhan pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan ada pintu khusus bagi orang yang berpuasa yang disebut Ar Royaan, Dari Sahl bin Sa’ad, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ ، فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

Sesungguhnya di surga ada suatu pintu yang disebut “ar rayyan“. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya. Nanti orang yang berpuasa akan diseru, “Mana orang yang berpuasa.” Lantas mereka pun berdiri, selain mereka tidak akan memasukinya. Jika orang yang berpuasa tersebut telah memasukinya, maka akan tertutup dan setelah itu tidak ada lagi yang memasukinya”. (HR. Bukhari no. 1896 dan Muslim no. 1152).

2. Keutamaan Doa Di Bulan Ramadhan

Dalam rangkaian ayat – ayat yang menjelaskan tentang rangkaian puasa dan hukum puasa dalam surah Al baqarah Allah Subhanahu wata’ala menyandingkan Bulan Ramadhan dengan doa, sebagaimana dalam firman Allah:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”.(QS. Al-Baqarah: 186).

Doa sangat erat kaitannya dengan bulan suci ramadhan, seseorang yang puasa ketika berdoa doanya dikabulkan oleh Allah Subhanahu wata’ala. Oleh karenanya perbanyak doa dibulan ramadhan terutama pada saat sedang dalam keadaan berpuasa, diwaktu sahur dan ketika hendak berbuka dan juga doa antara azan dan iqamah, doa ketika turun hujan, doa ketika sedang sujud. Kemudian perbanyak Istighfar diwaktu sahur, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

Merekalah orang-orang yang penyabar, jujur, tunduk, rajin berinfak, dan rajin istighfar di waktu sahur”. (QS. Ali Imran: 17).

Perbanyak doa dibulan ramadhan karena doa adalah senjata orang yang beriman terkumpul semua sebab – sebab doa kita diijabah oleh Allah Subhanahu wata’ala dibulan ramadhan perlihatkan kefakiran kita kepada Allah dalam setiap kita meminta dalam doa karena seseorang yang merengek dan menghinakan diri dihadapan Allah dalam doanya akan mudah dikabulkan oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Jangan kita menjadi orang yang angkuh dan sombong yang enggan berdoa kepada Allah Subhanahu wata’ala karena Allah murka kepada seorang hamba yang tidak berdoa kepadanya. Berdasarkan hadits bahwa Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Artinya : Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah akan memurkainya”. (Sunan At-Tirmidzi, bab Do’a 12/267-268).

Alah mengetahui apa yang kita inginkan Allah maha tahu dan maha mendengar adukan seluruh masalah kita kepada Allah Subahanahu wata’ala.

Nasehat

Berbekallah dengan ketakwaan karena engkau tidak tahu jika malam tiba apakah engkau bisa hidup sampai pagi hari betapa banyak pemuda yang tertawa dipagi hari dan disore hari sedangkan kain kafannya sudah ditenun dan ia tidak menyadarinya, Berapa banyak calon yang dirias dan dipersiapkan untuk pasangannya sedangkan ruhnya telah dicabut pada malam yang telah ditentukan, Betapa banyak anak kecil yang diharapkan masa depannya sedangkan jasad jasad mereka dimasukkan kedalam gelapnya kubur, betapa banyak orang sehat mati tiba – tiba tanpa sebab, dan betapa banyak orang yang sakit dan berulang kali masuk rumah sakit namun masih bisa hidup sampai detik ini.

Kematian adalah rahasia Allah adakah kita mempersiapkannya atau kita telah termasuk yang disebutkan oleh Salaf: “Saya tidak melihat sesuatu yang meyakinkan namun menyerupai sebuah keraguan dari keyakinan manusia terhadap kematian“, kita adalah anak –anak yang telah meninggal dunia, kita tinggal menunggu kematian, kita semua adalah calon – calon mati.

Wallahu A’lam Bish Showaab


Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Ahad, 09 Ramadhan 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR