بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sabar Itu Cahaya 

Allah Subhanahu wata’ala berfriman:

وَجَعَلَ الْقَمَرَ فِيهِنَّ نُورًا وَجَعَلَ الشَّمْسَ سِرَاجًا

Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?“. (QS. Nuh : 16).

Perbedaan diantara cahaya pada bulan dan cahaya pada matahari yaitu matahari cahaya yang menyengat adapun bulan bercahaya tetapi tidak menyengat. Disebut kesabaran adalah cahaya karena kesabaran ada panas didalamnya atau perjuangan yang berat untuk menundukkan jiwa dan hawa nafsu, apatahlagi ketika diawal ditimpa musibah dan ujian, Kesabaran dibutukan ketika duduk dimajelis ilmu, ketaatan kepada Allah, meninggalkan maksiat, bersabar atas ujian dan musibah, hampir semua akhtivitas hidup manusia membutuhkan kesabaran karena sifat kesabaran adalah tanpa batas.

Al-Qur’an itu Hujjah Bagimu atau Akan Menjadi Musuhmu

Jika kita membaca Al-Qur’an, memahami Al-Qur’an, mengamalkan kandungannya maka akan menjadi syafaat bagi kita dihari kemudian adapun jika kita meninggalkan Al-Qur’an, membenci Al-Qur’an dan lebih banyak membaca koran dari pada Al-Qur’an maka akan menjadi musuh bagi kita pada hari kemudian. Oleh karena itu para penuntut ilmu jangan meninggalkan Al-Qur’an dalam keadaan dan kondisi apapun, mari kita baca Al-Qur’an setiap hari walaupun kita tidak mengerti artinya namun dapat membuat hati dan jiwa kita tenang tatkala membacanya, jadikan Al-Qur’an sebagai wirid dan bacaan wajib setiap hari terutama ketika memilki waktu luang, karena orang yang senantiasa membaca Al-Qur’an mereka adalah orang yang senantiasa selalu merasa aman dengan kedatangan malaikat maut dan tidak ada amalan yang paling mulia disisi Allah kecuali tilawah Al-Qur’an dan satu huruf yang kita baca bernilai sepuluh. Disebutkan dalam hadist:

عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-  مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu berkata:“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf”. (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469).

Setiap Manusia Bekerja, Lalu ia Menjual Dirinya, Kemudian Perkerjaannya itu Menyelamatkannya atau Mencelakakannya

Diantara orang – orang yang menyelamatkan dirinya dari api neraka yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah Subhanahu wata’ala ketika ia bangun dari tidurnya ia mulai dengan berdzikir kepada Allah Subhanahu wata’ala, membaca doa bangun tidur:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

Alhamdullillahilladzi ahyaanaa bada maa amaatanaa wa ilaihin nushur” artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan”. (HR. Bukhari no. 6325).

Lalu membaca surah Ali Imran 190 :

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal“. (QS. Ali Imran : 190).

Orang – orang yag beriman setiap apa yang mereka kerjakan adalah perbuaan yang baik yang mendatangkan ridha Allah Subhanahu wata’ala, oleh karenanya jadikan setiap aktivitas kita ibadah, niatkan semua apa yang kita kerjakan karena Allah Subhanahu wata’ala.

Adapun orang – orang yang mencelakakan dirinya ke dalam api neraka mereka adalah orang – orang kafir karena mereka kufur kepada Allah bahkan makan dan minum mereka adalah dosa mengapa demikian Allah Subhanahu wata’ala berfirman didalam Al-Qur’an:

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ ۚ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Katakanlah:”Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat”. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui”. (QS. Al-A’raf : 32).

Jadi apa yang mereka orang – orang kafir makan, minum, kenakan, akan mejadi musuh bagi mereka dihari kemudian dan akan dihisab dihadapan Allah Subhanahu wata’ala begitupula bersenang – senangnya didunia. Hal tersebut disebutkan dalan Al-Qur’an, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ

Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang mukmin dan beramal saleh ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. Dan jahannam adalah tempat tinggal mereka“. (QS. Muhammad : 12).

Apa yang dimakan oleh orang – orang yang beriman tidak ada dosa bagi mereka sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wata’ala:

لَيْسَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جُنَاحٌ فِيمَا طَعِمُوا إِذَا مَا اتَّقَوْا وَآمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ثُمَّ اتَّقَوْا وَآمَنُوا ثُمَّ اتَّقَوْا وَأَحْسَنُوا ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan dahulu, apabila mereka bertakwa serta beriman, dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman, kemudian mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (QS. Al-Maidah : 93).

Jika dimaknai ayat diatas (QS. Al-Maidah : 93) kebalikan dari orang yang beriman maka orang – orang kafir ketika mereka tidak beriman, tidak beramal sholeh maka apa yang mereka makan adalah dosa bagi mereka dan kelak akan dihisab pada hari kiamat.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Selasa, 12 Muharram 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR