Nabi shallallahu `alaihi wa sallam bersabda,“Jibril tidak henti-hentinya mengingatkan padaku untuk berbuat baik pada tetangga, sampai-sampai aku menyangka bahwa Jibril hendak menjadikannya sebagai ahli waris.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jika kita melihat perlunya berbuat baik kepada keluarga dan kerabat karena kedekatan kita dengan mereka, maka tetangga merupakan orang yang paling dekat dengan kita. Bahkan ketika kita memiliki keluarga yang banyak sekali pun.

 Maka pantas kiranya ketika Jibril berwasiat demikian kepada Rasulullah. Tetangga berhak atas sikap ramah kita, karena merekalah yang pertama kali melihat kita saat keluar rumah. Beri salam, jika memungkinkan jabat tangan mereka atau beri hadiah kecil sederhana, yaitu senyuman.

Tetangga pun sangat berhak atas penjagaan kehormatan mereka. Tidak diperbolehkan menyebar aib mereka yang kita ketahui. Jaga lisan-lisan kita dari mencari tahu dan bercerita keburukan mereka.

Dengan demikian, akan terwujud keharmonisan di lingkungan kita dan senantiasa mendapat berkah dari Allah `Azza wa Jalla.

 

Penulis: Ketua Divisi Muslimah Markaz Imam Malik Rosdiana AR, S.Pd.I., Lc., M.Pd.I

Sumber : www.harianamanah.com

 

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR