بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dikisahkan salah seorang salaf pernah melihat anak kecil dimana kedua orang tuanya telah meninggal sehingga ia menjadi anak yatim piatu, berselang beberapa waktu anak kecil ini dilihat oleh salah seorang yang kaya raya, ia pun kasihan melihat anak kecil tersebut, tidak ada yang mengasuhnya sehingga orang kaya ini menawarkan diri untuk mengasuhnya.

Di hampirilah anak yatim ini setelah ia selesai mengerjakan sholat dengan berkata:”Saya menawarkan diri untuk membantumu”, anak yatim ini berkata kepadanya:”Jika saya lapar apakah anda memberi saya makan”, ia berkata:”Betul, saya memberikan kepadamu makan”,   ia bertanya lagi:”Jika saya haus”, ia menjawab:”Saya memberikan kepadamu minum”,

Kemudian bertanya lagi:”Jika saya membutuhkan pakaian”, ia menjawab:”Saya memberikan kepadamu pakaian yang terbaik”, kembali bertanya lagi:”Jika saya sakit apakah engkau bisa menyembuhkanku”, ia menjawab:”Saya tidak bisa menyembuhkanmu akan tetapi saya akan berusaha membawamu kepada seorang dokter”,

Ia berkata lagi:”Namun apakah engkau menjamin bahwa dokter akan mampu menyembuhkanku”, ia menjawab:”Tidak ada jaminan”, Akhirnya anak yatim ini membaca firman Allah Subhanahu wata’ala sebagaimana perkataan yang pernah diucapkan Nabi Ibrahim ’Alaihissalam:

الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ

(yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku, dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali)“. (QS. Asy Syua’ra : 78 – 81).

Ia melanjutkan dengan berkata:”Tidak mungkin saya akan menyerahkan segala urusanku kepada orang yang tidak mampu menyembuhkan penyakitku, biarkanlah saya dengan Tuhanku”, akhirnya orang yang kaya raya ini pergi meninggalkan anak yatim karena ia bukan sembarang anak yatim.

Hal ini juga menunjukkan bagaimana tawakkal anak yatim hanya kepada Allah Subhanahu wata’ala dan ia menyerahkan segala urusannya hanya kepada Allah Subhanahu wata’ala  

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Sabtu, 08 Safar 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

 

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR