Ketika penghuni neraka minta untuk dimatikan mereka berseru dan memanggil malaikat malik (penjaga neraka). Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ ۖ قَالَ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ

Mereka berseru: “Hai Malik biarlah Tuhanmu membunuh kami saja”. Dia menjawab: “Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)”. (QS. Az-Zhukruf : 77).

Setelah 1000 tahun mereka merasakan siksaan dalam neraka maka datang  jawaban dari Allah Subhanahu wata’ala yang disampaikan melalui Malaikat Malik dan berkata kepada mereka:“Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)” sebagaimana yang terdapat pada ayat diatas. Akhirnya mereka minta untuk diberikan keringanan sehari saja, namun permintaan itupun ditolak oleh Allah Subhanahu wata’ala, permintaan tersebut tidak dikabulkan bahkan dilipat gandakan hukuman dan azab yang mereka dapatkan didalam neraka, Allah Subhanahu wata’ala menyebutkan dalam Al-Qur’an:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآَيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا

Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus,Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab, Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. An Nisa : 56).

Disebutkan oleh para ulama mengapa Allah Subhanahu wata’ala menyebut kulit karna dibalik kulit ada syaraf – syaraf pada tubuh manusia yang apabila kulit tersiksa maka anggota tubuh yang lain juga akan merasakan  siksaan tersebut . Allah Subhanahu wata’ala sejak dahulu memberi peringatan kepada hambanya didunia dengan menurunkan Al-Qur’an dan kitab – kitab kepada orang – orang pilihan dari kalangan Nabi dan Rasul  hingga kepada  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam akan dahsyatnya siksaan neraka namun mereka lebih memilih jalan kesesatan , kebinasaan  dan jalan menuju neraka. Oleh karenanya Allah Subhanau wata’ala tegas menyebutkan dalam Al-Qur’an:

وَمَا ظَلَمْنَاهُمْ وَلَـكِن ظَلَمُواْ أَنفُسَهُمْ فَمَا أَغْنَتْ عَنْهُمْ آلِهَتُهُمُ الَّتِي يَدْعُونَ مِن دُونِ اللّهِ مِن شَيْءٍ لِّمَّا جَاء أَمْرُ رَبِّكَ وَمَا زَادُوهُمْ غَيْرَ تَتْبِيبٍ

Dan Kami tidaklah menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, karena itu tiadalah bermanfaat sedikitpun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Tuhanmu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka”. (QS. Hud : 101 ).  Setelah mereka meminta diringankan sehari kemudian ditolak oleh Allab Subhanahu wata’ala, mereka kemudian di perlihatkan penghuni surga dengan segala kenikmatan yang Allah Subhanahu wata’ala janjikan dan berikan kepadanya  lalu mereka meminta dari penghuni surga  seteguk air , sebagaimana dalam firman Allah Subhanahu wata’ala:

Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dikaruniakan Allah kepadamu.” Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir, (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka”.(QS. Al-A’araf: 50-51).

Suatu kali, Abdullah bin Umar Radiyallahu ‘anhu minum air yang dingin dan segar. Tiba-tiba beliau menangis. Beliau ditanya:“Apakah gerangan yang menyebabkan Anda menangis?” Beliau menjawab:“Aku teringat akan firman Allah“:

وَحِيلَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ مَا يَشْتَهُونَ كَمَا فُعِلَ بِأَشْيَاعِهِمْ مِنْ قَبْلُ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا فِي شَكٍّ مُرِيبٍ

Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka pada masa dahulu. Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam”. (QS. Saba : 54). 

Saya tahu, bahwa penduduk neraka tidaklah menginginkan sesuatu melebihi keinginan mereka untuk mendapatkan air yang dingin”. Jadi bukan rumah yang mewah, kendaraan yang mewah, harta yang berlimpah yang mereka inginkan akan tetapi yang mereka inginkan adalah hanya seteguk air.

Orang yang dimasukkan ke dalam neraka terbagi menjadi 2 yaitu Ahlul Khulud dan Ahlul Khuruj.

  1. Ahlul Khulud adalah mereka kekal didalam neraka disebabkan karena mereka mati dalam kekufuran, kesyirikan, tidak mentauhidkan Allah Subhanahu wata’ala, mereka mempersekutukan Allah Subhanahu wata’ala, mereka menyembah selain Allah Subhanahu wata’ala.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

Di kala datang hari itu, tidak ada seorangun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih). mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.” (QS. Hud : 105 -108).

Ayat ini dijadikan oleh sebagian yang masih ada subhat dalam hatinya dengan mengatakan bahwasanya surga dan  neraka itu ada akhirnya (tidak kekal) karena Allah berfirman dalam ayat tersebut, mereka kemudian menisbahkan kepada perkataan Ibnu Taimiyah Rahimahullah dan yang shahih adalah bahwasanya pemahaman tersebut adalah pemahaman yang bathil dan tidak disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah karena dalam buku – buku beliau menjelaskan Aqidah Ahlusunnah Wal Jama’ah bahwasanya surga dan neraka adalah 2 tempat yang diciptakan oleh Allah Subhanahu wata’ala dan orang – orang yang dimasukkan kedalamnya “ kekal didalamnya” baik penghuni surga maupun penghuni neraka sebagaimana dalam banyak dalil baik dari al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam

2. Ahlul Khuruj adalah mereka yang dimasukkan kedalam neraka namun mereka diangkat oleh Allah Subhanahu wata’ala dari neraka dan akhirnya dimasukkan ke dalam surga, mereka adalah ahlul tauhid akan tetapi mereka mati dan pernah melakukan perbuatan dosa yang sangat besar baik dosa membunuh jiwa yang diharamkan atau melakukan perbuatan zina, atau meminum minuman keras atau dosa – dosa besar yang lain yang keburukannya mengalahkan kebaikannya namun ketika didunia ia mentauhidkan Allah Subhanahu wata’ala, dan yang seperti ini ada yang diampunkan oleh Allah Azza Wajalla namun ada pula yang dibawah kehendak Allah Subhanahu wata’ala, ketika dihari kiamat nanti jika Allah berkehendak dimasukkan kedalam surga maka dosa – dosanya diampuni oleh Allah Subhanahu wata’ala, dan jika Allah Subhanahu wata’ala berkehendak ia dimasukkan ke dalam neraka maka ia akan dimasukkan ke dalam neraka dan setelah itu ia diangkat dan dimasukkan ke dalam surga. Dan hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wata’ala:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisa’: 48).



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Kamis , 29  Rabiul Awal 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi :
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCIGoaFDkENVOY187i92iRqA

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE : mim.or.id

PIN BBM : D23784F8

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR