Pintu-pintu masuknya dosa dan maksiat:

  1. Pandangan
    Merupakan pemandu dan utusan syahwat. Ia Anak panah yg beracun, dari anak-anak panah iblis.

Akibat yang timbul dari pandangan yg tdk terjaga:
Getaran hati, diikuti angan-angan semu, bangkitnya syahwat, keinginan menguat, dan kebulatan tekad.

2. Bisikan Jiwa
Bisikan jiwa bisa menjadi pembuka kebaikan dan keburukan.

Fokuskan bisikan jiwa pada empat perkara:

  1. Bisikan untuk mendapatkan kemaslahatan dunia.
  2. Bisikan untuk menolak bahaya di dunia
  3. Bisikan untuk kemaslahatan akhirat
  4. Bisikan untuk menolak bahaya di akhirat.

Cara menolak bisikan2 yg buruk:

  1. Merenungi dan Mentadabburi ayat -ayat Al-Qur’an,
  2. Merenungi ayat2 kauniyah berupa alam semesta. Dan menjadikannya hujjah atas Nama-nama dan Sifat-sifat Allah.
  3. Mengingat setiap kebaikan, karunia, nikmat yg Allah berikan
  4. Perbanyak mengingat dosa2 dan aib diri sendiri,
  5. Pentingnya mengingat waktu dan penggunaannya.

Siapapun manusia mempunyai potensi kebaikan dan potensi keburukan. Mari kita berfokus pada potensi kebaikan yang ADA, tumbuhkan ia tanpa henti. Sebab tidak ada yang lebih berat bagi jiwa yang buruk, selain dari beramal kepada Allah dan memenangkan Iman di atas hawa nafsunya.

Apabila jiwa ini, hati ini, tidak dikosongkan dari bisikan buruk, maka bisikan-bisikan baik juga akan sulit untuk masuk.

3. Ucapan
Jaga dan tahan ucapan kita dari perkara yang sia-sia

Bukti besarnya perananan lisan dalam menggelincirkan manusia, diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya, Hadits Jundub bin Abdullah, Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam bersabda:

Seseorang berkata: Demi Allah, Fulan tidak akan diampuni oleh Allah. Maka Allah berseru: Siapakah yang lancang bersumpah atasKu bahwa Aku tidak akan mengampuni Fulan? Sungguh, Aku telah mengampuninya, dan telah Kuhapuskan seluruh amalmu.

Allah berfirman:
ما يلفظ من قول إلا لديه رقيب عتيد

Tidak ada suatu kata yang diucapkan melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat (Qaf:18)

4. Langkah kaki
Kualitas hidup seseorang dilihat dari langkah kakinya. Diarahkan kemana langkah kaki itu?

Kesimpulan:
Mereka yg mempertahan ke 4 pintu-pintu itu. Merekalah orang-orang yang setia

Mereka yang mempertahankan pandangan, bisikan jiwa, ucapan dan langkah kakinya dari segala macam bentuk keburukan, dosa, dan maksiat, mereka itulah orang-orang yang setia pada keimanannya. Setia pada perintah Rabbnya. Setia pada kehormatan dirinya.


Sumber: Materi taklim Muslimah MIM oleh Ustadzah Aisyah Ikhwan

Artikel Infokom Muslimah MIM

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.