mim.or.id – Madrasah Tahfizh Al-Qur’an Markaz Imam Malik yang merupakan unit pendidikan Yayasan Markaz Imam Malik telah melakukan Rihlah Akbar selama 3 Hari.

Pesantren Alam Indonesia yang belokasi di kabupaten barru menjadi target lokasi Rihlah tersebut. Jum’at siang (10/8) Ustadz Faisal Abd.Rahman selaku kepala Madrasah melepas sekitar 200 santri yang terbagi menjadi 5 rombongan.

Rihlah Imaniyah yang mengangkat tema “إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى” bertujuan untuk menguatkan ukhuwah serta meningkatkan semangat ibadah dan menghafalkan Al-Qur’an.

Sekitar pukul 21.00 WITA para santri telah berada di area pesantren Alam Indonesia. Adapun agenda saat itu hanya makan malam dan istirahat. Setelah melakukan shalat malam yang dilanjut dengan shalat subuh di Masjid Al-Amin, Ustadz Abdurrohim selaku kepala Rumah Tahfizh memberikan sambutan dan memperkenalkan secara singkat terkait pesantren Alam Indonesia tersebut.

Ustadz Abdurrohim

Di hari pertama, para peserta mendapatkan 3 materi yang masing-masing dibawakan oleh Ustadz Faisal Abd.Rahman, S.Sy., S.Pd.I pada materi pertama dengan materi Ibadah Praktis, dilanjut dengan materi Akhlaq oleh kepala Kuttab Imam Malik ustadz Dzulqarnain, S.Pd. dan materi terakhir dibawakan langsung oleh direktur MIM yakni Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I dengan materi Dosa-dosa besar.

Adapun agenda setelah shalat Zhuhur dan makan siang adalah outbond yang berlokasi di sekitar pesantren tersebut hingga di kaki gunung (lembah). Agenda outbond ini pun berakhir saat menjelang Maghrib. Setelah Shalat Maghrib dan Isya, para santri beralih ke agenda Art Performance. Setelah beristirahat beberapa jam, para santri menjautkan ke agenda selanjutnya yaitu jurit dan renungan malam yang ditutup dengan qiyamul lail yang menandakan bahwa semua agenda telah selesai.

Dr. dr. Hisbullah Amin, Sp.An-KIC-KAKV

Ahad Subuh (12/8), pimpinan Pesantren Alam Indonesia ustadz Dr. dr. Hisbullah Amin, Sp.An-KIC-KAKV yang juga merupakan dosen UNHAS memberikan motivasi dan berbagi kisah pengalamannya saat menjadi relawan dokter untuk musibah yang menimpa Kota Lombok, NTB. Setelah makan bersama di lapangan, para santri berbenah setelah membersihkan semua sampah yang ada di area pondok pesantren Alam Indonesia.

Rombongan Rihlah Imaniyah ini pun meninggalkan lokasi sekitar pukul 14.00 WITA dan tiba di Markaz Imam Malik menjelang shalat Maghrib.[]

Dokumentasi



Untuk Dokumentasi lebih lengkap silahkan kunjungi link berikut

  1. Pelepasan Rombongan
  2. Penerimaan Materi
  3. Musyawarah dan Foto Bersama
  4. OutBond
  5. Art Performance
  6. Kisah dan Motivasi
  7. Istirahat & Makan Bersama
  8. Hari Terakhir
Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR