بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang”. (HR. Al-Bukhari).l

Kedua nikmat ini banyak dilalaikan oleh manusia, dia menghabiskan dalam perkara yang tidak semakin mendekatkan dirinya kepada Allah Subhanahu wata’ala, terkadang nikmat ini baru disadari ketika kematian sedang menjemput sebagaimana yang Allah gambarkan di dalam Al-Qur’an ketika kematian datang menjemputnya Allah berfirman:

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ

“Dan mereka berteriak didalam neraka itu, “Ya Rabb kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan melakukan amal saleh berbeda dengan yang telah kami kerjakan”. (QS. Fathir :37)

Dalam ayat yang lain Allah berfirman:

وَأَنْذِرِ النَّاسَ يَوْمَ يَأْتِيهِمُ الْعَذَابُ فَيَقُولُ الَّذِينَ ظَلَمُوا رَبَّنَا أَخِّرْنَا إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ نُجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتَّبِعِ الرُّسُلَ

“Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) adzab datang kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zhalim:“Ya Rabb kami, kembalikanlah kami meskipun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan-Mu dan mengikuti rasul-rasul”. (QS. Ibrahim :44).

Dia meminta kembali ke dunia untuk beramal sholeh, dia baru hendak sholat atau berinfaq atau bersedekah namun kesempatan itu telah dicabut, jadi selama Allah masih memberikan kepada kita kesempatan dan kesehatan dan tentunya ini secara khusus kepada para pemuda yang belum menikah, fokuslah di dalam beribadah dan menuntut ilmu, perbanyak dari sekarang sebelum datang waktu menikah dimana anda disibukkan oleh keluarga, istri dan anak – anak, ini menyibukkan tetapi juga ibadah, namun selama masih sendiri pergunakan waktu untuk benar –benar memperbanyak ibadah kepada Allah Subhanahu wata’ala, begitupula bagi yang masih sehat jangan ketika sakit baru mau mengerjakan ketaatan dan ibadah kepada Allah atau menunda – nunda taubat atau menunda – nunda ketaatan dengan alasan:”Nanti saya berusia 60 tahun atau nanti ketika saya tua baru mengerjakan ketaatan dan ibadah”, padahal dia tidak tahu boleh jadi kematian telah menjemputnya sebelum ia masuk pada usia senja atau boleh jadi ketika dia masuk di usia senja dia tidak mendapatkan hidayah dan petunjuk dari Allah.

Terkadang kita kasihan melihat orang tua dipinggir jalan, semakin tua tidak pernah sholat kemudian kerjanya melakukan hal – hal yang tidak bermanfaat, bahkan yang ada maksiat di dalamnya. Jadi selama kita produktif, selama kita masih muda, selama kita sehat maka pergunakan dengan sebaik-baiknya untuk memperbanyak amalan – amalan sholeh kepada Allah Subhanahu wata’ala yang akan menjadi bekal kita nanti dihari kemudian.

Nikmat baru terasa ketika kita kehilangan atau dicabut oleh Allah Subhanahu wata’ala, nikmat sehat baru terasa ketika kita sakit, nikmat kaya terasa ketika kita jatuh miskin, nikmat waktu luang baru terasa ketika sibuk dan nikmat jomblo baru terasa ketika menikah.

Wallahu a’lam Bish Showaab 


Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Sabtu, 25 Syawal 1440 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.