بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Hadist 116 hadist ke 5 dari bab ini, dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Dibangkitkan setiap hamba itu (dari kuburnya) menurut (susuai) keadaan- apa yang ia mati atasnya.” (Riwayat Muslim).

Keterangan: Hadis ini menyerukan setiap manusia muslim lagi mu’min agar senantiasa berbuat kebaikan kepada siapapun, mengerjakan apa-apa yang diridhai Allah, menetapi sunnah-sunnahnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam segala waktu, tempat dan keadaan. Juga menyerukan supaya terus menerus memiliki keikhlasan hati dalam mengamalkan segala hal semata-mata untuk Allah Ta’ala, baik dalam ucapan ataupun perbuatan. Kepentingannya ialah agar di saat kita ditemui oleh ajal, maka kematian kitapun menetapi keadaan sebagaimana disebutkan dalam hadist diatas, sehingga pada hari dibangunkan dari kubur nanti keadaan kitapun sebagaimana halnya apa yang kita tetapi sewaktu kita berada di dunia ini. Semoga kita memperoleh husnul khatimah atau penghabisan yang bagus dan terpuji.

Setiap manusia, setiap hamba akan dibangkitkan dihari kemudian sesuai dengan kondisinya ketika ia meningal, seseorang akan dibangkitkan dihari kemudian sesuai dengan kondisinya di dunia, ketika dia mati dalam ketaatan maka dia dibangkitkan bersama dengan orang – orang yang taat, ketika dia mati dalam kemaksiatan maka dia akan dibangkitkan bersama dengan orang – orang yang lalai, oleh karenanya jaga diri kita baik – baik:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”. (QS. Ali ‘Imran: 102).

Kata para ulama:”Siapa yang hidup diatas sesuatu maka dia akan dimatikan pada sesuatu itu”, jaga keistiqamahan dan minta taufik dari Allah Subhanahu wata’ala, hidup kita hanya sementara, bersabar dengan sedikit kelelahan dan keletihan dalam ketaatan, agar kita termasuk yang diseru oleh malaikat dengan seruan yang disebutkan di dalam Al-Qur’an:

سَلَامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ

“(sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu”. (QS. Ar- Ra’ad: 24).

Kesabaran kalian dalam menjalankan ketaatan, kesabaran kalian dalam meninggalkan kemaksiatan, kesabaran kalian diatas takdir Allah, kesabaran kalian dalam menjaga sholat kesabaran kalian dalam berdakwah (mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan), kesabaran kalian dalam bermuamalah dengan sesama manusia dengan baik, kesabaran kalian dalam berbakti kepada kedua orang tua, kesabaran kalian untuk berbuat baik kepada tetangga, kesabaran kalian di dalam menyebarkan kebaikan kepada saudara –saudara kalian, kesabran kalian mengerjakan amalan sholeh , bersedekah, menutup aurat bagi wanita yang mungkin dia merasa gerah dan panas tetapi bersabarlah sejenak:”Sesunguhnya neraka jahannam lebih panas dari perasaan yang antum rasakan ketika menutup aurat dengan sempurna“, Wanita menutup aurat karena tidak mau dilihat kecuali yang halal selain itu ini perintah dari Allah Subhanhau wata’ala. Dengan bersabar insyaAllah kesabaran ini tidak akan disia – siakan oleh Allah Subhanahu wata’ala dan tempat kembalinya adalah surga disisinya insyaAllah.

Wallahu a’lam bisshowab

Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Rabu, 23 Rabiul Awal 1441 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.