بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sabil adalah bekal yang ia bawa untuk menunaikan ibadah haji atau juga yang ia tinggalkan untuk keluarganya, ada seseorang yang menunaikan ibadah haji ia jual rumah dan sawahnya dan tidak ada yang ia sisakan atau tinggalkan untuk keluarganya, menunaikan haji dan umrah membutuhkan kendaraan dan seterusnya.

Pernah seorang lelaki hendak menunaikan ibadah umrah atau haji kemudian Imam Ahmad berkata kepadanya:”Berbekallah”, ia berkata:”Saya bertawakkal kepada Allah Subhanahu wata’ala”, Imam Ahmad berkata:”Jika begitu engkau berjalan sendiri”, orang ini berkata:”Tidak, saya harus berjalan dengan rombongan”, Imam Ahmad berkata:”Jika demikian engkau tidak bertawakkal kepada Allah akan tetapi bertawakkal dengan perbekalan rombongan, karena jika tiba waktu makan engkau ikut makan”, jadi harus ada perbekalan.

Inilah mengapa menunaikan haji menjadi rukun islam yang terakhir dan sekali dalam seumur hidup, ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan kepada para sahabat:”Berhajilah kalian, perintah dari Allah”, ada yang bertanya:”Wajib setiap tahun ya Rasulullah”, Rasulullah kemudian marah kepadanya dan berkata:”Jika saya berkata:”iya, maka akan diwajibkan dan kalian tidak mampu untuk mengerjakannya jika setiap tahun”, pertanyaan yang seperti ini adalah pertanyaan yang dilarang dalam syariat kita karena dapat memberatkan diri sendiri, Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِنْ تَسْأَلُوا عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ الْقُرْآنُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا اللَّهُ عَنْهَا ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al Quran itu diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu, Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun”. (QS. Al-Ma’idah : 101).

Terkadang ada pertanyaan dalam soal ujian mahasiswa:”Tulis dalilnya atau ayatnya“, kemudian ada yang bertanya:”Ustadz harus diberi harakat apakah dalilnya saja bagaimana dengan hadistnya”, maka bertanya seperti ini dapat memberatkan mahasiswa jika ustadz mengatakan:”Ia harakat dan hadistnya“.

Begitu pula contoh ketika Allah memerintahkan bani israil untuk menyembelih sapi, ulama kita mengatakan:”Andaikan mereka menyembelih sapi apa saja maka diterima oleh Allah Subhanahu wata’ala”, tetapi mereka bani israil bertanya:”Apa warnanya, bagaimana bentuknya, bagaimana sifatnya, itupun hampir – hampir mereka tidak melakukannya”.

Pertanyaan, bolehkah menunaikan umrah sebelum melaksanakan ibadah haji. Jawab: dibolehkan, sebagaimana Rasulullah 4 kali umrah dan sekali haji. Semoga kita belum diwafatkan sebelum menunaikan ibadah haji maupun ibadah umrah

Dalam hadist lengkapnya orang ini (malaikat) kemudian berkata:”Engkau benar”, Umar yang meriwayatkan hadist ini berkata:”Kami heran, ia yang bertanya ia pula yang membenarkannya.”, menunjukkan bahwa yang bertanya tahu jawabannya sebelum ia menanyakannya, misalkan ada orang yang bertanya:”Dimana sultan alauddin.?”, kemudian kita menjawab:”Disana pak”, kemudian ia berkata:”Betul, jawaban anda benar”, berarti yang bertanya tahu jalan tersebut.

Wallahu a’lam Bish Showaab 

 

 

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR