“Kupikir aku telah melakukan kemaksiatan dan dosa yang besar kepada Tuhanku dan agamaku. Karena itu, aku selalu berharap agar Allah berkenan mengampuni dan memaafkanku,” begitulah yang diucapkan Halah Fu’ad –seorang mantan bintang film- setelah bertaubat dan meninggalkan dunia film serta mengenakan hijab. Ia mengumumkan bahwa ia akan konsentrasi mengurusi suami, anak-anak dan rumah tangganya. Ia mengisahkan kisahnya sebagai berikut:

“Sejak kecil, di dalam diriku sudah ada perasaan yang sangat kuat untuk mempelajari agama, berpegang pada nilai-nilai dan akhlak yang terpuji. Tepatnya ketika aku berada di tingkat diploma. Aku sama sekali tidak menyukai kehidupan hingar-bingar atau tampil dalam event-event kesenian. Kebahagiaan terbesarku adalah jika aku selalu berada di dalam rumahku. Namun hawa nafsu dan semua bentuk bujuk raya syetan ada di balik perubahan jalanku di jalan ini…

Begitulah yang diinginkan terhadap masyarakat muslim kita; yaitu memasuki dunia seni dan perfilman, agar mereka berpaling meninggalkan tujuan penciptaan mereka; yaitu beribadah kepada Allah dan berjihad di jalanNya. Dan kita tidak pernah sadar akan itu…Dan akhirnya Allah Ta’ala menakdirkan untuk mengujiku dengan musibah demi mengembalikanku kepada fitrahku. Pada saat aku berada dalam kondisi yang sangat dekat dengan kematian.

itu terjadi ketika aku sedang menjalani proses melahirkan yang terakhir. Leher rahimku mengalami sumbatan. Para dokter pun menggunakan upaya bantuan yang menyebabkan aku mengalami pendarahan hebat sehingga membahayakan hidupku. Akibatnya aku harus menjalani operasi caesar. Pasca operasi aku masih mengalami sakit. Dan di hari ketujuh yang aku seharusnya meninggalkan rumah sakit, namun aku dikejutkan oleh sebuah rasa sakit yang sangat pada kaki bagian kanan. Terjadi sebuah pembengkakan dan perubahan warna.

Aku, dalam kondisi seperti ini, aku merasakan sebuah bisikan dari dalam diriku yang mengatakan: “Sesungguhnya Allah tidak akan meridhai dan menyembuhkanmu kecuali jika engkau meninggalkan dunia film, karena engkau mengetahui bahwa pekerjaan ini adalah haram. Tapi engkau selalu mencari pembenaran dan alasan…”

Bisikan ini terus menggangguku. Karena aku sangat mencintai dunia film. Aku bahkan berpikir bahwa aku tidak akan bisa hidup tanpanya. Namun pada saat yang sama, aku takut mengambil keputusan untuk keluar namun suatu saat kembali lagi menjalaninya…

Intinya, aku pulang ke rumahku dan mulai merasakan kesembuhan. Alhamdulillah. Kaki kananku mulai mengalami pemuliha besar. Lalu tiba-tiba saja tanpa peringatan, rasa sakit itu berpindah ke kaki kiriku. Sebelumnya aku juga sudah merasakan sakit di punggungku. Para doket menyarankanku untuk melakukan pengobatan alami, karena anggota-anggota tubuhku mulai mengalami kekakuan akibat terlalu lama di pembaringan. Keterkejutanku tentu saja karena pembengkakan itu pindah ke kaki kiriku dalam bentuk yang lebih keras dan kuat dari pembengkakan yang pertama…

Dokter menuliskan resep obat untukku. Obat yang sangat keras. Aku merasakan sakit yang begitu hebat di tubuhku. Lalu dokter memberikan injeksi lain yang juga keras untuk mengobati pembengkakan tersebut. Namun aku tidak merasakan adanya perubahan. Kondisiku semakin buruk. Saat itulah aku merasa sangat down, nafasku seperti hilang, dan aku melihat orang-orang di sekelilingku dengan penglihatan yang tersamar. Tiba-tiba aku mendengarkan ada yang mengatakan padaku:

“Ucapkanlah: La ilaha illallah, karena engkau akan melepaskan nafas terakhirmu sekarang…”

Maka aku pun mengucapkan: “Asyhadu alla ilaha illallahu wa asyhadu anna Muhammadarrasulullah.”

Aku mengucapkan kalimat itu dan di saat yang sama kau berbicara pada diriku:

“Sekarang engkau akan masuk ke dalam liang kubur dan memulai perjalananmu menuju Allah dan hari akhirat…Lalu bagaimana engkau akan menemui Allah sementara engkau tidak menjalankan perintahNya? Engkau menghabiskan hidupmu dengan bersolek ala jahiliyah dan mengerjakan hal-hal yang menyebabkan fitnah melalui film-filmmu? Apa yang akan engkau katakan pada saat perhitungan nanti? Apakah engkau akan mengatakan bahwa syetan telah mengalahkanku…”

Benar sekali, aku benar-benar telah menyaksikan kematian. Kita semua telah melupakan saat kematian. Andai saja setiap insan selalu mengingat saat-saat itu, maka ia akan selalu berbuat untuk Hari Perhitungan. Kita harus mulai berkomitmen menjalankan agama kita, agar kita tidak sekedar menjadi muslim KTP…Kita harus mulai mendalami al-Qur’an dan al-Sunnah…Sayang sekali, kita sudah lama mengalami “buta huruf” terhadap agama…

Singkatnya…aku segera berusaha menguasai diriku pada saat-saat itu. Kemudian tiba-tiba aku mampu mengembalikan nafas-nafasku. Aku mulai dapat melihat orang-orang di sekelilingku dengan jelas…Wajah suamiku nampak memerah dan menangis tersedu-sedu. Ayahku juga nampak sangat terpukul. Ibuku berdiri di sudut ruangan mengerjakan shalat dan berdoa. Aku bertanya kepada dokter:

“Apa yang telah terjadi?!”

Ia menjawab: “Bersyukurlah kepada Allah. Ia telah memberikan usia baru untuk Anda.”

Aku mulai memikirkan peristiwa yang kualami itu dan membuat para dokter juga orang-orang di sekitarku tercengang…Aku benar-benar mulai memikirkan bahwa kehidupan dunia ini sangat pendek. Benar-benar tidak patut untuk mendapatkan perhatian sebesar ini. Maka aku putuskan untuk mengenakan hijab dan hidup untuk berkhidmat kepada rumah tangga dan anak-anakku. Aku akan berkonsentrasi agar mereka dapat tumbuh dengan benar. Inilah misi terbesarku!

Begitulah Halah akhirnya kembali kepada Tuhannya. Ia mengumumkan keputusan terakhirnya untuk meninggalkan profesinya di dunia film; pekerjaan hina yang hanya menjadikan wanita sebagai barang murahan yang dipermainkan oleh para pemburu syahwat dan hamba dunia. Hanya saja keputusan ini tidak menyenangkan kebanyakan para pedagang bisnis hiburan itu. Mereka menuduhnya sudah gila, dan bahwa ia meninggalkan dunia film karena mengidap sebuah penyakit dan tidak mampu lagi melanjutkan. Ia menjawab tuduhan itu dengan mengatakan:

“Di sana, di dunia hiburan, ada banyak orang yang lebih populer dan berbintang dari saya. Mereka telah mengalami hal jauh lebih keras dari apa yang aku alami, namun sayang sekali mereka tidak berani mengambil keputusan yang sama dengan yang kuambil.”

Ia juga menambahkan:

“Anehnya, di tengah dunia hiburan sendiri ada kelompok berbeda menyikapi keputusanku ini: sebagian pihak mengucapkan selamat, dan sebagian lagi menganggapku gila. Maka jika menjalankan perintah Allah itu adalah sebuah kegilaan, maka saya tidak punya pilihan lain selain mendoakan mereka agar mendapatkan kegilaan yang sama dengan yang kualami!”

Ketika membicarakan tentang kondisinya setelah bertaubat dan bagaimana sikapnya terhadap teman-temannya yang telah lebih dahulu bertaubat, ia mengatakan:

“Aku merasakan kasih sayang semua teman yang telah mengambil keputusan yang sama, seperti Hana’ Tsarwat dan Mirfat al-Jundi…Aku selalu berdoa kepada Allah agar melapangkan dadaku terhadap apa yang Ia cintai dan menutupnya dari apapun yang Ia benci.”

Ia juga mengatakan di akhir pembicaraannya:

“Halah Fuad si bintang film itu telah mati dan tak akan pernah kembali lagi. Halah Fuad yang ada saat ini sama sekali tidak ada hubungan dengan wanita yang telah mati itu.”

Inilah kisah Halah Fuad bersama hidayahnya seperti yang ia kisahkan sendiri. Dan kita akan terus menunggu semakin banyak kalangan artis dan kalangan lainnya untuk bertaubat dan ikut serta dalam kafilah Iman sebelum terlambat. Maka siapakah lagi yang akan bertaubat??!


Alih Bahasa:
Muhammad Ihsan Zainuddin
Pembina https://kuliahislamonline.com
Sumber: Qashash Mu’atstsirah Jiddan Lil Fatayat

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.