بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Allah Subhanahu wata’ala mensifatkan orang – orang yang beriman didalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”. (QS. Hujarat : 10).

Kita dipersaudarakan oleh Allah Subhanahu wata’ala dengan aqidah yang sama, dengan agama yang mulia yang diturunkan oleh Allah kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dan tidak ada kelebihan khusus untuk orang – orang arab diatas orang – orang non arab, tidak ada yang membedakan kita disisi Allah Subhanahu wata’ala kecuali taqwa, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS. Al-Hujarat : 13).

Persaudaraan dan ukhuwah didalam islam adalah perkara yang sangat ditekankan dan diperintahkan oleh Allah Subhanahu wata’ala bahkan ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam hijrah ke Madinah perkara yang pertama dan paling utama yang beliau lakukan adalah mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan kaum Anshar dimana Allah menceritakan sifat dan keadaan mereka didalam Al-Qur’an terutama pujian kepada orang – orang Anshar yang menerima saudara – saudara mereka kaum Muhajirin yang meninggalkan kota Makkah tanpa membawa perbekalan sedikitpun, mereka meninggalkan harta benda mereka di Makkah, Allah Subhanahu wata’ala telah mensifatkan puncak ukhuwah dari orang – orang Anshar yang disebutkan dalam Al-Qur’an:

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung“. (QS. Hasyr : 9).

Begitupula Rasulullah pernah mendamaikan kabilah dan suku-suku yang bertikai di kota Madinah, sebelum kedatangan beliau ke kota Madinah ada 2 suku yang sering bertikai, berkelahi dan tawuran mereka saling melempar tuduhan keji diantara mereka yaitu suku Aus dan Khasraj dan Allah Subhanahu wata’ala mengingatkan hal itu di dalam Al-Qur’an:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk“. (QS. Ali ‘Imran: 103).

Orang yang memiliki hati yang keras sulit untuk berdamai dengan saudaranya, oleh karenanya Allah Subhanahu wata’ala mengatakan:”
lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara”.Perpecahan bisa menimbulkan kerusakan bahkan menyebabkan kelemahan, Allah Subhanahu wata’ala berfirman didalam Al-Qur’an:

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar“. (QS. Al-Anfal: 46).

Mengapa dalam agama kita mendamaikan orang yang berselisih adalah amalan yang sangat dicintai oleh Allah Subhanahu wata’ala, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”. (QS. Al-Hujarat: 10).

Dalam ayat yang lain Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاةِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barangsiapa berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar”. (QS. An-Nisa’: 114).

Ketika kita dijanji oleh seseorang yang memiliki kedudukan, misalnya dia berkata:”Besok saya akan memberikan kepadamu hadiah yang sangat besar“, mungkin kita tidak bisa tidur dimalam hari karena terus membayangkan apa hadiah yang akan diberikan kepada kita tersebut, padahal dia adalah manusia biasa seperti kita lalu bagaimana jika yang mengatakannya adalah Allah Subhanahu wata’ala yang menguasai langit dan bumi. Balasan bagi orang yang mendamaikan orang yang berselisih ia mendapatkan pahala yang besar disisi Allah Subhanahu wata’ala.

Syaithan senantiasa menanamkan permusuhan kepada orang – orang yang bersaudara, Allah berfirman:

إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّونَ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَلَكِنْ فِي التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ

Sesungguhnya syaitan telah putus asa untuk disembah oleh orang-orang yang shalat di jazirah arab, akan tetapi dia mengadu domba di antara mereka”. (HR. Muslim no. 2812)

Dan yang tersisa bagi syaithan adalah merusak hubungan antara yang satu dengan yang lain. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ada sahabat yang berselisih dan ini adalah salah satu ujian persahabatan, ujian ukhuwah terkadang terjadi salah faham diantara mereka, Allah berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الْأَسْوَاقِ ۗ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ ۗ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا

“Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu maha Melihat”. (QS. Al-Furqan: 20).

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ada yang berselisih beliau memanggil beberapa sahabat dan berkata:”Mari kita pergi mendamaikan fulan dan fulan”, bahkan beliau pernah terlambat mengimami sahabat yang sedang sholat di Madinah karena beliau terlambat kembali dari mendamaikan orang yang berselisih di Quba.

Begitu pentingnya persaudaraan dan ukhuwah didalam agama islam sehingga berdusta yang hukum asalnya adalah haram dibolehkan dengan niat untuk mendamaikan orang yang berselisih, sebaliknya buruknya perpecahan didalam agama islam seperti ghibah atau menceritakan kejelekan saudara kita walaupun itu benar diharamkan dalam agama kita, diantara yang bisa mengoyak ukhuwah dan persaudaraan adalah meremehkan saudara kita yang lain, saling melempar tuduhan – tuduhan keji, saling mematai – matai kemudian menceritakan kejelekan saudara kita.

Sifat dan sikap kita sebagai seorang muslim ketika datang berita buruk tentang saudara kita dan kita tahu bahwasanya dia adalah orang yang beriman yang taat kepada Allah, rajin beribadah kepada Allah, rajin mengerjakan amalan sunnah maka tidak boleh kita langsung berburuk sangka melainkan harus melakukan tabayyun agar kita tidak menjatuhkan kehormatan saudara – saudara kita yang bisa menyebabkan penyesalan pada hari kemudian.

Di dalam agama islam Allah menjadikan namimah (Adu domba) dengan menukil perkataan ke pihak yang lain dengan niat untuk merusak hubungan diantara mereka termasuk diantara dosa dari dosa – dosa besar, Allah Subhanahu wata’ala berfirman didalam Al-Qur’an:

ﻭَﻟَﺎ ﺗُﻄِﻊْ ﻛُﻞَّ ﺣَﻠَّﺎﻑٍ ﻣَﻬِﻴﻦٍ ‏( 10 ‏) ﻫَﻤَّﺎﺯٍ ﻣَﺸَّﺎﺀٍ ﺑِﻨَﻤِﻴﻢٍ ‏( 11 ‏) ﻣَﻨَّﺎﻉٍ ﻟِﻠْﺨَﻴْﺮِ ﻣُﻌْﺘَﺪٍ ﺃَﺛِﻴﻢٍ ‏( 12 )

“S“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa”. (QS. Al-Qalam :10-12).

Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu menceritakan:”Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam suatu hari pernah melewati 2 buah kuburan kemudian beliau berkata kepada para sahabat:”Sesungguhnya kedua penghuni kubur ini sedang disiksa didalam kuburnya dan penyebab siksaan itu bukan disebabkan perkara yang besar tetapi disebabkan perkara yang remeh yang dipandang enteng oleh manusia yang ringan dimata manusia namun menjadi sebab dirinya disiksa di dalam kubur, adapun orang yang pertama ketika ia buang air kecil dia tidak menjaga auratnya bahkan dia menampakkan auratnya, dalam riwayat yang lain dia tidak suci dan bersih ketika bersitinja, Rasulullah bersabda:“Bersihkanlah diri dari kencing. Karena kebanyakan siksa kubur berasal dari bekas kencing tersebut”. (Diriwayatkan oleh Ad Daruquthni)

Adapun penghuni kubur yang kedua dia senantiasa berjalan dengan namimah (Adu domba) menukil perkataan ke yang satu dengan yang lain dengan niat untuk merusak hubungan dan ukhuwah diantara manusia dan ini salah satu sifat yang buruk yang merupakan sifat dari syaithan dan barangsiapa yang mewarisinya maka dia telah mewarisi sebagian dari sifat – sifat syaithan, sebaliknya barangsiapa yang memiliki jiwa yang bersih, hati yang selalu mencintai saudaranya karena Allah dengan segala kelebihan dan kekurangannya maka ini adalah salah satu dari sifat penghuni surga sebagaimana Allah Subhanahu wata’ala sebutkan didalam Al-Qur’an tentang sifat dan ciri penghuni surga:

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ ۖ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ ۖ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ ۖ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ


Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran”. Dan diserukan kepada mereka: “ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan“. (QS. Al-A’raf : 43).

Ulama kita mengatakan:”Barangsiapa yang hatinya selalu bersih untuk membenci saudaranya dari kaum muslimun siapapun dia maka sungguh dia telah mewarisi sebagian dari sifat – sifat penghuni surga”.

Wallahu a’lam Bish Showaab 


Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Kamis, 05 Sya’ban 1440 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.