بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Kemudian pemuda itu berdo’a :“Ya Allah, hindarkanlah saya dari kejahatan mereka sesuai dengan yang Engkau kehendaki”. Kemudian kapal itu terbalik dan tenggelamlah mereka. . Pemuda itupun kembali kepada sang raja, dan sang raja bertanya lagi keheranan:“Apakah yang diperbuat oleh pasukan itu ?”. Pemuda itu menjawab : “Allah Ta’ala telah menghindarkan aku dari kejahatan mereka”. Kemudian pemuda itu berkata kepada sang raja: “Sesungguhnya engkau tidak akan bisa mematikan saya sebelum engkau memenuhi permintaanku”.

Pemuda ini tahu bahwasanya sang raja senantiasa akan selalu membunuhnya dan cepat atau lambat ia akan mati sehingga ia berdoa kepada Allah Subhanahu wata’ala agar dilindungi dari pasukan raja yang dzalim maka berkat doanya ia diselamatkan oleh Allah.

Raja bertanya :“Apakah yang engkau inginkan ?”, Pemuda itu menjawab: “Engkau harus mengumpulkan orang banyak dalam satu lapangan dan saliblah saya di atas sebuah tiang, kemudian ambillah anak panahku dari tempatnya serta letakkanlah pada busurnya”, kemudian bacalah :“Dengan menyebut nama Allah, Tuhan pemuda ini”. kemudian lepaskanlah anak panah itu ke arahku. Apabila engkau berbuat seperti itu, maka engkau akan berhasil membunuhku.

Sang raja tidak sadar bahwa ada kemuliaan yang dinginkan oleh anak muda ini dibalik saran yang ia berikan kepada raja untuk membunuh dirinya, yaitu berimannnya orang – orang yang menyaksikannya.

Mendengar yang demikian, raja itu mengumpulkan orang banyak di salah satu lapangan dan menyalib pemuda itu di atas tiang kemudian ia mengambil anak panah dari tempatnya dan diletakkan pada busurnya kemudian ia membaca :“Dengan menyebut nama Allah, Tuhan pemuda ini”. dan dilepaskanlah anak panah itu ke arah pelipisnya, kemudian pemuda itu meletakkan tangannya pada pelipis yang terluka, lalu ia pun mati.

Berkata Abu Isa At-Tirmidzi Rahimahullah ketika dizamannya Umar Radhiyallahu ‘anhu, Umar pernah memindahkan kubur pemuda ini yang didapatkan di Najran dan ketika digali didapati jenasahnya masih utuh dan ia meletakkan tangannya dipelipisnya, karena ketika ia meninggal ia meletakkan tangannya dipelipisnya.

Pada saat itu juga serentak orang-orang berkata :“Kami beriman dengan Tuhannya pemuda itu”.

Anak muda ini memperlihatkan kelemahan sang raja kepada para pengikutnya dan bala tentaranya yang mengklaim dirinya sebagai tuhan dan ketika ia membunuh dengan menyebut nama tuhan pemuda tersebut maka meninggallah pemuda tersebut dan orang – orang yang mendengar ucapan sang raja  serentak beriman kepada tuhannya pemuda tersebut.

Ada seorang yang menyampaikan berita itu kepada sang raja seraya berkata : “Tahukah engkau, apa yang engkau khawatirkan sekarang telah menjadi kenyataan. Demi Allah, kekhawatiranmu tidak ada gunanya sama sekali karena orang-orang sudah beriman”. Kemudian raja itu memerintahkan membuat parit yang besar pada setiap persimpangan jalan, di dalam nya dinyalakan api, kemudian memerintahkan kepada siapa saja yang tidak mau kembali pada agama semula, maka akan dilemparkan ke dalam parit. Perintah itu dilaksanakan. Ada seorang wanita yang berpegang teguh pada agama yang hak, namun ia membawa bayinya dan merasa sangat kasihan kepada anaknya kalau ia beserta anaknya masuk ke dalam parit, akan tetapi bayi itu berkata: “Wahai ibu, sabarlah, karena engkau berada dalam kebenaran

Faedah:

Berdasarkan kisah diatas yang telah keita jelaskan maka faedah yang bisa didapatkan adalah kesabaran yang dibutuhkan untuk mendakwahkan agama Allah Subhanahu wata’ala, kesabaran dalam keimanan kepada Allah Subhanahu wata’ala, kesabaran dalam mempertahankan hidayah diatas jalan Allah Subhanahu wata’ala, kesabaran ketika hijrah dijalan Allah Subhanahu wata’ala, hijrah kita akan diuji oleh Allah Subhanahu wata’ala dan ujian yang berat berasal dari keluarga kita sendiri yaitu kedua orang tua kita,

Olehnya mari kita kembali membaca sejarah, sebagaimana sahabat Mus’ab bin Umair, Sa’ad bin Abi Waqqash mereka adalah sahabat yang mulia dan termasuk orang – orang yang terpandang ketika belum mendapatkan hidayah islam mereka telah mendapatkan fasilitas dari keluarganya yang kaya raya namun ketika beriman dan masuk islam mereka diboikot oleh orang tuanya sendiri. Mus’ab bin Umair yang dirindukan untuk menjadi menantu setiap dari suku quraisy di kota makkah beliau memiliki parfum khusus dimana ketika ia lewat disuatu jalan kemudian ia pergi lalu lewat seseorang dijalan tersebut ia akan mencium bau parfum Mus’ab bin Umair dengan berkata:”Baru saja lewat Mus’ab bin Umair”, setelah masuk islam, ibunya mogok makan ia kemudian datang kepada ibunya dan berkata:”Wahai ibu saya sangat cinta kepadamu tetapi saya lebih cinta kepada agama Muhammad dengan hidayah yang Allah berikan kepadaku andaikan engkau memiliki 100 nyawa yang keluar satu demi satu saya tidak akan meninggalkan agama Allah Subhanahu wata’ala”, jika kita mendapatkan perlakuan yang sama dengan Mus’ab bin Umair ketika hijrah maka kewajiban kita harus tetap berbuat baik kepada kedua orang tua, jangan lari dari kedua orang tua apalagi memboikotnya, jangan karena orang tua curiga dan khawatir ketika kita hijrah dijalan Allah lalu kita mengambil sikap untuk putus hubungan dengan orang tua kita, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

Jangan taat kepada keduanya jika dalam kemungkaran tetapi tetap pergauli mereka dengan baik”,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَطِعْ أَبَاكَ مَا دَامَ حَيًّا وَلاَ تَعْصِهِ

Tatatilah ayahmu selama dia hidup dan selama tidak diperinahkan untuk bermaksiat.” (HR. Ahmad. Dikatakan oleh Syu’aib Al Arnauth bahwa sanadnya hasan)

Bersabar jika dimarahi walaupun keduanya  mengangkat suara dengan keras, doakan agar ia mendapatkan hidayah dari Allah Subhanahu wata’ala.

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu ketika ia masuk islam dan ibunya belum masuk islam kemudian ibunya pernah mencaci Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, Abu Hurairah sedih lalu ia datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata:”Tolong doakan ibu saya, saya mendengar dia mencaci anda Ya Rasulullah”, akhirnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mendoakannya dan ketika Abu Hurairah pulang dan beliau yakin bahwa doa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam akan dikabulkan, ketika beliau masuk kerumahnya, terdengar suara dari dalam, ibunya berkata:”Jangan masuk dulu saya lagi mandi”. Karena pada waktu itu rumahnya sangat kecil. Setelah mandi, ibunya membukakan pintu dan Abu Hurairah masuk, ibunya langsung menyambutnya dan mengatakan:”Ashadu alla ilahaillallah waashadu anna muhammadarrasulullah.”

Olehnya jangan tergesa gesa akan tetapi hendaklah bersabar dan buktikan bahwa perubahan tidak seperti yang mereka takutkan, dan hendaknya lebih giat belajar dan kuliah sesuai dengan perintah orang tua, ketika mengutus kita untuk kuliah jangan karena mengurus dakwah akhirnya kuliah terbengkalai sehingga orang tua semakin geram dan marah kepada kita.

Buktikan, ketika sukses di organisasi dakwah maka harus juga sukses di kuliah jangan menyianyiakan harapan orang tua. Perlihatkan kepada kedua orang tua perilaku yang baik, rajin membantunya dirumah, sering menelponnya.

Seorang ahlu hikmah pernah ditanya :”Apa pendapat anda tentang kematian seorang bapak”, ia menjawab:”Kekuasaan baru, anaknya akan mewarisi harta bendanya dan ia akan menjadi raja yang mewarisi harta bapaknya”, ditanya lagi:”Apa pendapat anda tentang kematian seorang suami atau istri”, ia menjawab:”Pelaminan baru, ia bisa mencari gantinya dan menikah dengan yang lain”. Ditanya  lagi apa pendapatmu tentang kematian saudara”, ia menjawab:”Sayap yang terpatahkan ia semakin sedikit berbagi warisan”. Dan ketika ditanya apa pendapatmu tentang kematian seorang anak, ia menjawab:”Luka yang tidak akan pernah terobati”.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Senin, 24 Safar 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR