بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Allah Subahanhu wata’ala berfirman dalam potongan ayat Surah Al-Baqarah

….وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ

“yang mendirikan shalat”. (QS. Al-Baqarah : 3).

Sholat merupakan sila atau penghubung  seorang hamba dengan Allah Subhanahu wata’ala, jika kita ingin berhubungan dengan Allah Subhanahu wata’ala maka tunaikanlah sholat tentu sholat yang dimaksud adalah sholat wajib. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

Seorang hamba akan menjadi paling dekat dengan Rabb-nya saat ia sedang sujud. Maka, perbanyaklah doa (di dalamnya)”. (HR Muslim no. 482, dari Abu Hurairah).

إن العبد إذا قام يصلي أتي بذنوبه فوضعت على رأسه أو عاتقه فكلما ركع أو سجد تساقطت عنه

Sesungguhnya jika seorang hamba sedang sholat, ia datang membawa dosa-dosanya dan Allah letakkan dosa-dosanya itu di atas kepala atau pundaknya. Maka setiap ia ruku’ atau sujud dosa-dosa itu jatuh berguguran”. (HR. Ibnu Hibban dinyatakan shahih oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth, Kanzul Ummal 7/287)

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ {45} الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلاَقُوا رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Rabb-nya, dan bahwa mereka akan kembali kepadaNya“. (QS. Al Baqarah : 45-46).

Jika bingung untuk memulai sesuatu maka mulailah dari sholat minta petunjuk dan pertolongan dari Allah Subhanahu wata’ala, ibadah yang paling agung bahkan sedekat dekat seorang hamba kepada tuhannya adalah tatkala ia menunaikan sholat sehingga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan sholat sebagai penyejuk jiwa.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :”Dan Shalat itu dijadikan penyejuk mataku“, (HR. An Nasaa’i ( 3940 )).

Hendaknya kita menjaga sholat yang wajib 5 kali sehari semalam yang langsung diterima oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam perjalanan isra dan miraj beliau diundang langsung oleh Allah Subhanahu wata’ala dan salah satu misinya adalah menerima perintah sholat 5 waktu kemudian setelah itu beliau kembali kedunia.  2 kali berturut – turut malaikat jibril datang mengimami Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam diawal waktu dan diakhir waktu untuk menjelaskan waktu – waktu sholat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Dari Hanzhalah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

” مَنْ حَافَظَ عَلَى الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ: رُكُوعِهِنَّ، وَسُجُودِهِنَّ، وَوُضُوئِهِنَّ، وَمَوَاقِيتِهِنَّ، وَعَلِمَ أَنَّهُنَّ حَقٌّ مِنْ عِنْدِ اللهِ، دَخَلَ الْجَنَّةَ ” أَوْ قَالَ: ” وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ “

“Barang siapa yang menjaga shalat lima waktu; baik rukuknya, sujudnya, wudhunya, waktu-waktunya, dan dia tahu bahwa itu adalah hak yang berasal dari Allah, maka dia masuk surga.” Atau Beliau bersabda: “wajib baginya surga”. (HR. Ahmad No. 18345).

Menjaga bukan sekedar mengerjakannya akan tetapi yang dimaksud adalah menjawa waktu – waktunya

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. (QS. An Nisa’ (4) : 103).

Ketika Abdullah Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam :”Amalan apakah yang paling afdhal ya Rasulullah beliau menjawab:”sholat yang tepat pada waktunya dalam riwayat yang lain sholat diawal waktunya”.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ . الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

“Celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya”. (QS. Al-Ma’un: 4 -5).

Ketika Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu ditanya tentang ayat ini apakah yang dimaksudkan adalah orang yang meninggalkan sholat.?

وقال ابن مسعود : والله ما تركوها البتَّة ولو تركوها البتة كانوا كفاراً ، ولكن تركوا المحافظة على أوقاتها . وقال ابن عباس : يؤخِّرونها عن وقتها

Ibnu Mas’ud mengatakan:”Demi Allah, mereka tidak meninggalkan semua shalat. Andai mereka sama sekali tidak shalat, mereka kafir. Namun mereka tidak menjaga waktu shalat. Ibnu Abbas mengatakan, ‘Makna ayat’ adalah mereka mengakhirkan shalat hingga keluar waktu“. (Zadul Masir, 6/194). Mereka adalah orang yang tidak melaksanakan sholat subuh kecuali setelah terbit matahari, mereka tidak melaksanakan sholat duhur kecuali hampir masuk sholat ashar begitu pula dengan sholat yang lain tanpa ada udzur dan alasan yang syar’i itulah yang dimaksud dalam ayat “Celaka orang yang sholat yang lalai dari sholatnya“.

Bersambung InsyaAllah.,

Silahkan baca lanjutannya di : Tadabbur Sholat Sesi 2

Wallahu A’lam Bish Showaab


Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Rabu, 30 Jumadil Akhir 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.